Surat Untuk Kenshin

Hai Kenshin, bagaimana kabarmu?!

Tentu sudah berbilang tahun aku tidak menulis surat lagi padamu. Entah kenapa malam ini aku teringat dirimu. Dan tiba-tiba yang kubutuhkan hanya selembar kertas dan sebuah pena. Maka disinilah aku, duduk dan menuliskan ini semua.

Kau ingat Kenshin, sehari sebelum episode terakhirmu? Aku menangis semalaman menyadari bahwa perpisahan itu sudah di depan mata. Tapi esok harinya, mataku kering tanpa bersisa apa-apa. Aku ingat, aku menghadapinya dengan gagah. Aku sadar, setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan. Begitu juga pertemuanku denganmu. Yang bila sudah saatnya untuk berakhir, aku harus menerima bahwa memang akan berakhir.

Tapi kali ini situasinya berbeda. Aku tidak siap dan tidak bisa segagah dulu. Apa karena kali ini cintaku lebih nyata daripada cinta semuku padamu? Entahlah.

Kau tahu Kenshin, saat kau pergi ke Kyoto, apa yang terjadi pada Kaoru? Walau kau lihat dia sebagai gadis yang kuat, pada dasarnya dia hanyalah gadis 17 tahun biasa. Jika zaman sekarang, tentu dia sudah menulis status galau di berbagai jejaring sosial. Tapi tidak dengan Kaoru saat itu. Dia merana. Dan aku pun sekarang merasakan hal yang sama. Walau usiaku sudah 27, hatiku terhenti di usia 17.

Aku tahu yang dibutuhkan sekarang hanyalah kedewasaan. Cukup satu kedewasaan maka aku akan siap untuk semua. Tapi nyatanya aku tak punya. Apa kau pikir kedewasaan bisa tumbuh dalam semalam?

Aku masih Kaoru Kamiya walau sebentar lagi akan menjadi Kaoru Himura. Kau telah memintanya untuk tinggal dan ia menurut untuk bertahan. Aku pun akan bertahan walau entah apakah aku akan menjadi sepertinya, setiap hari pergi ke pelabuhan mengharap kedatanganmu. Aku tidak tahu kapan masa kadaluarsa dari sebuah kemeranaan.

Sudahlah Kenshin, sudah lama aku tak meracau padamu. Doakan agar aku baik-baik saja. Agar aku sekuat Kaoru, setangguh Tomoe, dan semandiri Megumi. Salam untuk semua orang yang ada di sana.

 -hikari-

 

NB: Ditulis di suatu malam yang menggelisahkan, pada sebalik kertas bekas undangan pertemuan RT. Alhamdulillah, ternyata aku masih diberi waktu untuk untuk menumbuhkan kedewasaan itu. Semoga nanti saat waktu itu tiba, aku telah siap untuk semua. Bismillah…

Iklan

2 thoughts on “Surat Untuk Kenshin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s