Catatan Berkebun (1) : Selera Dangdut

Memang ya, capek kalo ndengerin orang ngomong. Setiap perbuatan pasti bisa dikomentari. Termasuk hal sepele seperti pilihan tanaman.

Bibi Ita, tetanggaku yang selama ini menjadi penyumbang terbesar bibit tanaman, mengomentari bunga kecil-kecil ungu yang kubeli 3 kantong/12 ribu itu sebagai tanaman yang umum di pinggir jalan. Mbak prih juga bilang bunga seperti itu mudah dicari dan dia punya banyak di rumah. Ga disiram pun tumbuh. Bahkan saat melihatku memberi pupuk, mbak prih komentar rasanya ingin jadi bunga saja. Hey, kenapa sih orang-orang ini sentimen banget dengan bunga ungu ini?! Padahal walau murah dan pasaran, aku sayang banget karena dia matching dengan warna cat teras rumahku yang ungu muda itu. Setelah gugling, aku baru tahu bahwa nama resmi bunga ini adalah taiwan beauty. Cantik bukan?! Dan bunga ini sukses mengundang lebah untuk bertandang. Aku suka ada serangga cantik singgah di rumahku.

Catatan berkebun ini rencananya akan kubuat secara periodik sebagai dokumentasi dan catatan pembelajaranku. Aku sangat awam dalam berkebun, jadi membuat catatan ini akan memaksaku untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya. Sampai sekarang masalah utamaku dalam berkebun adalah kurangnya ilmuku sehingga tidak tahu sifat-sifat masing-masing tanaman. Ternyata seperti anak, setiap tanaman meminta perlakuan yang berbeda. Tanaman seperti lidah buaya ternyata tidak boleh disiram terlalu sering karena akan membuat akarnya membusuk. Beberapa tanaman membutuhkan tempat teduh, sedang yang lain membutuhkan sinar matahari yang berlimpah. Ah, rumit ya! Tapi gapapa, setiap ilmu pasti akan bermanfaat. Semangat untuk hobi baru! ^-^9

Sejarah tanaman di rumah dimulai dari 2 pot tanaman peninggalan pemilik asal. Yang pertama jenis keladi tengkorak (catt: ternyata namanya alokasia).

Entah kenapa tanaman ini mati. Padahal dia sukses bertahan hidup sepanjang rumah itu kosong tidak ditempati. Aku suka tanaman ini jadi mungkin nanti aku akan minta ibuku membawakan bibitnya (di rumah Malang ada banyak). Hasil gugling: Jangan menyiram terlalu sering. Alokasia tidak suka basah tapi suka lembab. Siram air di sekeliling pot kalau udara mulai terasa kering. Jika humus dalam media tanam mulai berkurang, dia bisa mengalami dormant (bener ga sih?!) Untuk mencegahnya cukup mengganti media tanam setiap 6 bulan sekali, kecuali kalo memang unsur haranya masih cukup.

Yang kedua adalah si ekor njeprak (catt: nama aslinya ternyata dracaena tricolour). Jenis tanaman ini memang cukup bandel jadi aku tidak heran dengan kemampuannya untuk bertahan hidup di atas tanah keras dan minim air itu. Cantik. Dan aku suka semburat warna daunnya yang meriah itu. Hasil gugling: Dracaena dapat bertahan hidup walau hanya disiram 2 kali setahun. Tumbuhan ini dapat ditempatkan di luar ruangan, namun sebaiknya jangan terkena sinar matahari langsung. Perbanyakan dengan stek batang (entah ini berlaku untuk semua dracaena atau hanya untuk si bambu hoki)

Mungkin cukup untuk segini dulu. Sebenarnya ingin mengupload foto tanaman asli yang ada di depan rumah, apa daya filenya kehapus. Semoga bisa disambung lagi sehabis lebaran. ^-^

NB: Insyaallah aku cuti mulai hari Senin depan. Sebelum lebaran, mohon maaf atas semua kesalahan ya…

Iklan

2 thoughts on “Catatan Berkebun (1) : Selera Dangdut

  1. Hiyaa, bener kan, bakal capek kalo ndengerin orang ngomong, hehehe.
    Asyik, ada rubrik baru di sini, bisa buat belajar aku juga deh. 😀
    Met lebaran juga Nur, mohon maaf lahir batin. Cepet juga mudiknya yak, aku masih tanggal 17..

    • hehehe, yuk sama2 belajar

      eh, aku mudiknya tgl 17 juga kok…ni cuti di awal soale males bawa nindy ke kantor. Mbak prih udah pulang duluan, insyaallah sabtu besok, jadi mau nyobain jadi SHM barang seminggu aja gitu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s