Kamar Impian

Aku dan Aziz dari kecil selalu satu kamar. Kami baru pisah kamar saat aku masuk STAN. Umur berapa itu? Hampir 19 tahun! Jadi sebelumnya walau aku dan Aziz sama-sama sudah akil baliq, kami masih tidur di tempat tidur yang sama. Sampai-sampai sesudah nikah, mz nug pernah menegurku karena masih suka “lupa batasan” kalo lagi sama Aziz. Salahkah orang tuaku? Aku rasa aku lebih suka menyalahkan kondisi saat itu.

Saat ini pun andai aku punya anak lagi, sepertinya aku akan menyatukan mereka dalam satu kamar. Semata karena kondisi rumah juga sedang tidak memungkinkan untuk memberikan kamar pribadi untuk masing-masing anak. Semoga bisa secepatnya mewujudkan rumah impian yang dibangun sendiri dari nol dan bisa diatur sesuka hati. Amin…

Dan berikut adalah kamar tidur bersama yang kumimpikan untuk anak-anakku (andai sudah punya 2 anak). Semuanya diambil dari sini.

Paling suka liat ranjang tumpuk yang bisa ditarik keluar seperti laci. Mengingatkanku jaman masih ngekost di POC dulu…

Iklan

2 thoughts on “Kamar Impian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s