Stres, Lupa, dan Lemot

Dipikir-pikir, lucu kalo ada orang stres karena ga bisa melakukan apa yang disenangi.

Karena menurutku seharusnya orang lebih stres karena tidak bisa melaksanakan kewajiban. Lha kalo cuma sekedar hobi, hobi kan sesuatu yang kita bikin sendiri. Kita putuskan untuk melakukan sesuatu karena kita masih punya waktu luang. Nyatane, aku justru uring-uringan karena sudah berminggu-minggu off dari apa yang kusenangi. Pun uring-uringan karena tidak bisa rutin mengisi blog ini. (ngenes to?!)

Dan aku menuding kerjaan sebagai biang keroknya.

Padahal tanpa diganggu dengan stres-yang-ga-penting tersebut, tekanan pekerjaan juga sudah memberiku stres yang luar biasa nikmatnya. Sebenarnya tidak akan berbuah stres andai aku bisa berdamai dengan yang namanya “koordinasi”. Kan aneh, orang sekretariat tapi paling males kalo sudah ngurusin yang namanya koordinasi. Buatku, lebih baik mereviu atau bikin telaah setumpuk daripada wira-wiri nelponin orang sana-sini. Harap maklum, sepertinya watak sanguin saya amat sangat rendahnya.

Yang bikin dobel stres selama hajatan besar kemarin adalah sifat pelupaku yang kian lama kian parah. Padahal itu yang namanya to-do-list ga pernah absen dibuat setiap hari. Tetapi tetap saja ada yang lupa! T-T Lha saya kan orang melankolis cenderung perfeksionis. Kalo ada sesuatu yang ga beres “cuma” gara-gara ada hal yang aku lupa, makin streslah diriku. Stres karena aku tahu, yang kumarahi adalah diriku sendiri.

Lalu hubungannya dengan lemot, nur?! Iyaa… saya orangnya lemot cenderung lelet. Ngerjain apa-apa lama. Makanya itu kerjaan kalo terus-terusan datang, tumpukannya juga semakin menggunung (apalagi disambi internetan kaya gini :p). Sepertinya selain to-do-list, aku harus bikin juga skala prioritas dan kalo perlu, jadwal dan target kerjaan selesai. Hiks!

Maafkeun postingan ini yang isinya cuma keluhan. Lagi stres karena gara-gara stres, produksi jadi turun nih. Huhuhu… lingkaran setan bener deh itu!

Iklan

6 thoughts on “Stres, Lupa, dan Lemot

  1. Pejamkan mata, ambil napas dalam-dalam, tahan 4 hitungan, keluarkan pelan-pelan… Relaks-kan badan, ucapkan dalam hati berulang-ulang “Saya relaks, saya ingat semua tugas, saya bekerja secara efektif”… Good luck Nur… ^3^

  2. Sama Nur, aku nek masalah koordinasi2 gitu juga bawaane males.. Tapi namanya juga tuntutan pekerjaan..
    Biar tenang, paling aku cuma berusaha agar ga mikirin apa2, cuma ngerjain yang ada di depanku.. *jadi kayak robot malah ya?*

    • oke sip… kalo lagi koordinasi koordinasi aja… ga usah yg lain… yang bikin bete itu udah koordinasi masih ngerjain lain2 yg ga nyambung. Hadeuhh… Ah, pokoknya syukurlah semua koordinasi itu sudah berakhir… *baliknyusunlaporan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s