Si Putih Oh Si Putih…

Sejak masih gadis, aku termasuk orang yang cukup sering mengalami keputihan. Untungnya keputihanku jenis yang tidak terlalu mengkhawatirkan: tidak gatal dan tidak berbau. Walaupun begitu, yang namanya keputihan tentu saja membuat tidak nyaman.

Beberapa minggu sebelum ketahuan KET, aku merasakan gatal yang luar biasa di area miss V. Aku yang terlalu terbiasa dengan keputihan, menganggap hal itu disebabkan karena si putih yang kembali datang. Namun memang agak mencurigakan sih, karena berdasarkan riwayat, aku belum pernah mengalami keputihan sampai gatal begitu. Dan kemudian ternyata benar, keputihan plus gatal yang kuderita sebenarnya alarm tubuh bahwa telah terjadi infeksi di bawah sana.

Beberapa bulan sesudah operasi, aku lagi-lagi merasa gatal di area V. Panik donk! Tapi karena sudah punya pengalaman, aku jadi tahu bedanya bahwa keputihan kali ini “cukup gatal” saja, bukan sejenis gatal yang menyiksa seperti ketika infeksi dulu. Walaupun begitu, aku tetap ketakutan. Akhirnya dengan pertimbangan biaya (ihh, nur banget deh!), alih-alih ke dokter spesialis, aku pergi ke bidan dekat rumah.

Bidan yang masih muda itu tenang-tenang saja mendengarkan keluhanku. “Kita cek dalam saja ya, Bu!” katanya. Ternyata benar. Setelah di-cek dalam, ketahuan bahwa ada keputihan yang mampet di saluran vagina. Ga bisa keluar sehingga menimbulkan rasa gatal. Setelah dibersihkan dengan kapas dan entah cairan apa, aku pun merasa sedikit lega.

Dari bidan aku mendapat resep obat minum yang salah satunya antibiotik. Dari bidan pula aku mengenal satu obat yang menjadi andalanku sampai sekarang: lactacyd.

lactacyd

Sekarang, setiap keputihan menyerang, aku selalu membasuh miss V dengan lactacyd 2 kali sehari, setiap waktu mandi. Tentu saja dibarengi dengan disiplin menjaga kebersihan miss V dan rutin mengganti celdam (bisa tiap basah dikit aku ganti). Dalam beberapa hari keputihan insyaallah menghilang. Namun bila si putih masih bandel juga, aku menggunakan jurus tambahan: avail bio sanitary pad.

avail bio sanitary pad

Aku pake pantylinersnya, yang kotak warna ijo. Karena makenya jarang, si kotak ijo yang kubeli sekitar 3 bulan lalu itu masih tampak penuh juga. Namanya juga obat ya, tentu saja harus diingat aturan pakainya. Untuk lactacyd aku hanya pakai saat keputihan dan saat sedang mens (dengan alasan sesepele: biar miss V terasa segar :p). Bidan dulu juga berpesan untuk tidak memakainya setiap hari. Sedangkan untuk avail, aku pernah dengar dari temanku bahwa produk herbal ini kadang disalahgunakan untuk aborsi alami. Kebenaran ceritanya wallahu’alam. Yang jelas aku memang ga ingin berlebihan dalam sesuatu sehingga avail itu hanya akan kupakai bila benar-benar membutuhkannya saja.

Intinya, jangan pernah sepelekan si putih. Jangan sungkan untuk pergi ke bidan atau tenaga medis yang lain bila merasakan ada yang tidak wajar. Memang sih, untuk membersihkan keputihan yang pake acara cek dalam kaya aku kemarin, syaratnya harus wanita yang sudah menikah. Soale untuk membuka pake alat cocor bebek dan miss V harus dikorek-korek. Bahaya kan kalo masih perawan 😀 Namun kalo keputihannya parah: gatal banget atau berbau, menurutku sebaiknya langsung pergi ke dokter spesialis terkait. Siapa tahu masalahnya bukan sesepele itu. (NB: tidak hendak menakut-nakuti)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s