Rurouni Kenshin: Live Action

Sebelum lupa, segera ditulis di sini ah… Btw, ini hanya curhatan seorang penggemar. Untuk yang pingin tahu cerita lengkapnya, monggo nyambangi blog-blog lain yang sudah mengulas film ini secara lebih profesional. :p

Aku dulu termasuk golongan orang yang heboh dengan kemunculan live action ini. Bagaimana tidak?! Dari tahun 2000 aku sudah jatuh cinta pada kenshin, menggilai segala sesuatu tentangnya, bahkan kadang menganggapnya sebagai sosok yang nyata (semoga ini bukan tanda-tanda kelainan jiwa). Kehebohan ini sempat sedikit mereda setelah membaca review Ando-kun dan pesan tersiratnya untuk bersiap-siap kecewa. Tapi ya namapun sudah ngepens, mau ga mau tetap semangat untuk bisa menontonnya.

Pertemuan pertamaku dengan Live Action Kenshin adalah di pesawat GA dalam perjalanan pulang dari Semarang. Heboh tingkat dunia karena waktu itu hanya sempat nonton sekitar 10 menit (telat taunya). Mulailah perburuan mencari softcopynya, sampai membeli DVD yang ternyata tidak ada subtitlenya, hingga secara tak terduga temen seruangan sudah lebih dulu mempunyai softcopynya yang tinggal di send saja via g-talk. Ah, orang sudah jauh-jauh ke bulan, ke mars, gajah di pelupuk mata masih tak kelihatan. 😀

Setelah sekian lama ngendon di kompie kantor, barusan akhirnya aku berhasil menontonnya. Filmnya lama, 2 jam lebih! Sehingga di awal-awal perasaanku cuma berisi satu kata: kecewa! Berikut daftar kekecewaanku:

  1. Backsound-nya mengganggu! Mungkin karena aku terlanjur terbiasa dengan musik-musik Taku Iwasaki di OVA yang gelap dan super merana itu. Tapi enggak juga ah. Kayane backsound anime-nya bukan Taku Iwasaki tapi enak didengar juga. Entah kenapa backsound live action ini benar-benar ga pas. 😦
  2. Si Saito kok kaya gitu??! Di manga maupun anime, Saito selalu digambarkan sebagai sosok yang cool, gelap, dan ga suka omong. Di sini dia muncul berkali-kali dengan baju yang mencolok mata dan muka yang naudzubillah pingin kututup dengan tutup panci deh. Mana cerewet lagi. Sumpah ngeselin banget! Kalo lihat kelakuan Saito biasanya kan dia bekerja diam-diam dan menjadi mata-mata. Di sini dia kayanya mengepalai kepolisian jadi ya gitu deh kesannya. Apa ya?! Sok kuasa?! Mana jurus-jurus pedangnya ga kliatan sama sekali! *masih-emosi
  3. Setiap kemunculan Takeda Kanryu, aku kok merasa lagi nonton dagelan ya?! Menurutku aktingnya berlebai tapi kalo mengingat-ngingat betapa songongnya si Takeda di anime (maafkan jika ingatan 12 tahun lebih ini salah) mungkin memang akting seperti itu sudah tepat ya?! Cuma 3 orang tukang kipas di belakangnya itu benar-benar mengganggu! Mana (lagi-lagi) backsound-nya ga banget, jadi semakin males nonton adegan si Takeda ini.
  4. Adegan yang tidak kuduga bakalan ada: pertemuan Kenshin dan Tomoe. Aduhhh, apa-apaan ini?! Kenshin ada di sana ketika Tomoe berlari-lari menghambur ke mayat Kiyosato dan secara jelas melihat bagaimana Tomoe menangisi kematian suaminya. Sungguh adegan yang sangat tidak kuharapkan. Pertemuan dan hubungan Kenshin-Tomoe yang unik itu jadi hilang kesakralannya. Padahal baik di OVA maupun manga, Kenshin baru tahu kalau Tomoe adalah kekasih/calon istri Kiyosato setelah Tomoe menghilang dan meninggalkan diarynya. Mereka menikah tanpa sekali pun Kenshin tahu latar belakang istrinya. Dan Tomoe nangis nggerung-nggerung seperti itu?! Grrr, ga banget deh! Tidak mungkin perempuan yang tega memberikan bekas luka tak tersembuhkan di wajah suaminya bakal tampak selemah itu. Dan bagaimana soal aroma plum putih khas Tomoe yang berhasil menyadarkan Kenshin saat jinchu di serial manga?! Oh, maafkan mereka Tomoe. Imej anggunmu menjadi hancur.
  5. Kaoru yang kurang nampak galak dan rasa cemburunya kepada Megumi, Yahiko yang juga agak lebai, Megumi yang kurang “menggoda”, ah, udah ah, ntar jadi panjang.
  6. Eh, tambah satu lagi nemu di tengah-tengah: kok Kenshin manggil Megumi yang sedang menjadi tawanan Kanryu dengan panggilan Megumi-dono?! Aku ga terima!! Setahuku Kenshin hanya memanggil “dono” pada Kaoru saja… 😥

Namun mendekati akhir, aku akhirnya mulai bisa menerima Kenshin versi ini. Adegan pertama yang menyentuh perasaan adalah saat Kaoru menjemput Kenshin yang baru keluar dari penjara. Entah bagaimana kelembutan hati Kaoru terasa sekali di sini (habisnya saat dia bilang “okaerinasai” ke Kenshin di akhir film terasa datar-datar saja). Beberapa adegan lain yang kusuka:

  1. Adegan pertarungan Kenshin saat toba fushimi dan kapan pun saat dia kembali menjadi battosai. Lumayan lah ya… Aku setuju dengan Ando-kun bahwa pertarungan pedang di sini terlalu panjang sehingga kurang tampak “taste jepangnya”. Dan betul banget kalo hiten mitsurugi-nya jadi hilang greget. Tapi ya sutralah. Kan sulit juga membayangkan manusia sungguhan melompat lebih dari 3 meter ke udara. 🙂
  2. Waktu Kenshin mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah yang menempel kemudian berjalan sambil agak terhuyung. Ini beda dengan versi Kenshin biasanya yang lurus dan kalem-kalem saja. Tapi buatku jadi kelihatan normalnya dia sebagai pembunuh di usia yang masih sangat muda sehingga (mungkin ya) memang seharusnya agak sedikit berantakan.
  3. Adegan Megumi saat membentak orang-orang untuk segera berangkat mencari pertolongan membuatku tersentak kaget dan terpikir “wow! dokter benerannya muncul”. Hehehe
  4. Terlepas dari pendapat Ando-kun bahwa akting Jinai kurang menonjol, aku malah jatuh cinta sama pemeran Jinai. Cakep ah… (setelah ngefans om-om sekarang ngefans kakek-kakek 😀)

Terakhir, aku mengucapkan terimakasih tak terkira kepada Takeru Satoh yang cukup bisa menghidupkan Kenshin di dunia nyata (buatku soal menghidupkan peran, tetap L-nya live action Death Note tak tergantikan). Aku juga suka sekali dengan kecantikan Emi Takei yang polos. Ah, bernostalgia dengan kenangan 12 tahun lalu memang menyenangkan.

Iklan

13 thoughts on “Rurouni Kenshin: Live Action

      • Udah dong. Si Mayumi, eh, Meguminya aktingnya jelek banget. Bener tuh, kurang nakal.
        Yah, namanya juga pilem, pan makhluk lain jenis, beda lagi sama anime apalagi manganya. Iya toh? Animenya aja, pan beda tuh ama manganya. Kan? 😀

        • Tapi live action-nya death note bagiku luar biasa lho… keren banget si L. Padahal dulu kupikir tidak bakalan mungkin ada manusia yang bisa seperti L. Tapi si Ken-Matsuyama itu bisa dapet banget ngidupin roh L di tubuhnya… *setiap-nginget-pasti-merinding

          Buatku anime, manga, dan ova kenshin saling melengkapi. Manga yg orisinil, anime yg ceria, dan ova yang gelap. Semuanya aku suka… Menurutku ini soal “jiwa”. Lumayan banyak kok film yang sukses menghadirkan versi live-nya tanpa merusak manga atau bukunya.

            • Nah makanya aku juga menuliskan hal2 yg kusukai dari film ini… kan juga kutulis kalo lama2 aku bisa menerima kenshin versi ini. Tuh, malah kubilang terimakasih juga ke Takeru Satoh. Ga luar biasa, tapi dia cukup bisa memerankannya. Kalo emang kecewanya masih lebih banyak dari senangnya ya wajarlah. Hihihi

              • Sebenernya sih aku gak ngikutin Samurai X yak, entah anime apalagi manga. Gak menarik aja menurutku. Waktu dulu temen-temen pada gemar banget, aku mah malah cuman suka ending song-nya yang It’s Gonna Rain. Jadi aku bisa bilang kalo pilem live action ini aneh banget. Berasa mau ngartun, tapi setengah-setengah.

                • Hahaha, malah menurutku film ini jauh dari kesan “ngartun” lho ris… Inget nodame?! Itu malah komikal banget. Sebenarnya ada beberapa adegan di film ini yang lebih manusiawi daripada versi komik dan aku suka, cuma tidak kutulis di sini..

                  Soal kegemaran tiap orang pasti beda2. Aku saja sampai sekarang ga ngerti kenapa orang2 nganggep ceritanya gundam itu “dalem banget” 🙂

                  • Bukan preferensi tiap orang beda yang mau aku tekanin. Karena bukan penggemar, jadinya aku bisa bilang gitu tadi. Gundam mah ceritanya rumit. Beberapa seri Gundam pan nyuplik-nyuplik negara-negara beneran, dsb.

                    Kek misalnya yang senapan mesin itu. Aneh banget tuh. Anak-anak buah yang kipas-kipas, dll.

                    • Hihihi, para tukang kipas itu emang enggak banget. Ok ok, terimakasih utk semua pendapatnya. Btw karena di cover CD ada tulisan “the journey begins…” aku penasaran apakah film ini bakal ada lanjutannya secara baru dapet beberapa episode awal saja dari petualangan kenshin di anime. Mungkinkah nanti ada versi pertarungan lawan Shishio?! *ngarep

  1. Aku juga udah nonton abis tahun baruan kemarin. Malah abis itu ndadak ndonlod ova-nya juga biar semakin greget (sebagian dulu udah pernah nonton pas dikasih Nur di kantor). Mungkin karena aku orang awam (bukan penggemar seperti Nur), aku seneng2 aja nontonnya, puas banget juga enggak sih. Penasaran terobati dan terhibur aja. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s