28 Januari 2008 – 28 Januari 2013

Sebuah postingan telat.

Beberapa hari lalu aku mendapat notifikasi dari wordpress yang memberiku selamat atas kebersamaan kami selama 5 tahun. Tak kusangka, sudah 5 tahun berselang sejak aku pertama kali membuat akun wordpress. Sebenarnya aku ingin membuat hari ultah untuk blog ini adalah tanggal 9 April, dimana pada tanggal 9 April 2008-lah pertama kalinya aku mempublish sebuah tulisan. Tapi dengan fasilitas baru wordpress yaitu notifikasi di pojokan atas kanan ini, aku jadi lebih suka “memindahkan” hari ultah blog ini ke tanggal 28 Januari saja. Alasannya sederhana: aku suka lupa dengan tanggal ultah. Kalo ada yang ngingetin gini kan jadi lebih enak. (Diingetin saja bikin perayaannya masih nelat, apalagi ga diingetin πŸ˜€)

Err, maafkan kalo tulisan peringatan 5 tahun ini akan sangat random dan ga jelas pokok pikirannya.

Sudah 5 tahun aku nge-blog dan total “baru” 302 tulisan yang ada di blog ini. “Baru” tentu saja, karena banyak sekali blogger lain yang jauh lebih produktif. Eh, hingga detik ini aku tidak berani menyebut diriku blogger dink. Karena blogger bukan saja orang yang memiliki blog, tapi juga aktif di blogosphere. Rajin blogwalking, rajin ninggalin komen, menjalin pertemanan luas, dan akhirnya kopdar. Aku tidak seperti. Aku cukup kepo mengikuti beberapa blog yang kusuka, tapi sangat pemalu untuk meninggalkan komentar di sana. Takut salah omong, takut salah komentar, takut terlalu berbeda dunia. Dus, jadi silent reader terus. Dan ini sampai sekarang tidak ada perkembangan. Memang sangat menyedihkan. Tapi dengan tidak terkenalnya blog ini dan diriku, aku juga jadi lebih aman dan nyaman untuk nyampah di blog sendiri.

Terus terang isi blog ini sangat labil. Yah, bayangkan dari seseorang yang baru masuk kerja, jombloer sejati, masih terkenang-kenang akan cinta lama, mudah sekali berpindah-pindah hati, lalu menjadi seorang istri, ibu, dst. Perubahan bahasa dari kata ganti saya, aku, nur, dst. Cukup memalukan. Akhir-akhir ini aku menyadari bahwa blog ini dengan tingkat kelabilannya tidak akan bisa menjadi blog emak-emak seperti yang dibuat emak-emak lain. ASIX, MPASI, perkembangan anak, tingkah laku suami, rumah, memasak, berkebun, dst. Selain jenuh dan ingin melindungi privasi keluarga, aku juga berpikir, “lha dulunya kaya gitu kok sekarang gini banget”. Sudahlah. Makanya aku mulai menulis lagi tentang diriku sendiri saja. Tentang buku-buku yang kusuka, tentang film yang kutonton. Karena sejatinya nur masihlah sama seperti dulu: kekanakan, cinta buku, suka film, suka ngluyur, gila Jepang. Namun tentu saja tak bisa dipungkiri bahwa status “emak-emak” akan membuat pilihan buku dan film menjadi bergeser. Juga dorongan untuk pamer hasil masakan. Ah, itu tak bisa dihindari. Pamer pamer pamer. Tulisan sampah dan tidak bermanfaat bagi orang lain. Sepertinya hal ini masih akan berlangsung terus. Duh, semoga dosaku diampuni.

Namun walaupun labil, tak berguna, dan bukan blogger, tapi aku selalu menerima komentar apapun yang masuk. Beberapa waktu lalu aku meninggalkan komentar di satu blog teman. Aku merasa bahasaku tidak kasar. Hanya mungkin komentarku akan merusak sedikit logika dari ceritanya. Ternyata komentarku tidak dimoderasi olehnya. Aku sedih. Aku tidak suka perbuatan memilih komentar yang baik-baik saja seperti itu, walaupun aku tidak akan membenci orangnya. Aku hanya tidak suka dengan perbuatannya. Di blog ini aku sudah pernah didebat orang, dimaki-maki dengan hinaan paling kasar khas Jawa Timur juga pernah. Tapi aku tidak pernah menghapus komentar semacam itu. Bagiku komentar negatif menjadi penyadaran bagiku untuk lebih berhati-hati dan tidak lagi menulis dengan emosi. Tulisan yang dibuat dengan pikiran kalut memang sering kali menyebabkan kekacauan sesudahnya.

Terakhir, lewat tulisan ga jelas ini aku ingin menyampaikan terima kasih kepada anggota trio F (nah lho, kapan resmi-resmiannya seenaknya aja langsung sebut) Farijs van Java dan Fairuzdarin. Berkat kalian aku masih setia ngeblog. Juga kepada mbak-mbak, adik kos, dan semua teman yang sudah mampir ke sini. Walaupun sebenarnya tulisan itu tidak butuh pembaca untuk ada, tapi seorang penulis sebenarnya butuh teman untuk bisa selalu menulis.

Dan kepada wordpress, semoga hubungan kita ini tetap langgeng. *peluk-huruf-W-besar

Iklan

7 thoughts on “28 Januari 2008 – 28 Januari 2013

  1. Selamat ulang tahuuun. Blog Nur adalah blog yang paling aku setia-in untuk aku kunjungi. Selalu ada cerita menarik di sini. πŸ˜€

    Aku juga sempet pake kata “saya”, tapi setiap nulis postingan dengan kata “saya” selalu krasa kurang sreg. Berasa menjadi orang lain. Terima kasih kembali, Nur. Biar kata domainku udah bukan WP, tapi dalemannya masih pake WP semua. *ikut peluk huruf W besar*

    • Terimakasih… Kalo melihat tulisan2 jaman dulu tuh suka bikin malu sendiri. Ada yg galau, tapi ada juga yg tulisannya lebih bagus drpd tulisan sekarang (eh, apa aku aja ya yg ngalamin kemunduran dalam gaya menulis?!)

      Iya, wordpress buatku rumah paling nyaman. Pernah iseng daftar blogspot, puyeng sama fitur2nya. Akhire mbalik maning ke sini. πŸ˜€

  2. Nuurrr,,,aku pembaca setia juga loohh.. πŸ˜€ *terus menulis yaah..ben aku ono bacaan..haha.
    jd inget dulu punya blog di WP juga,,tp udah kuhapus.. πŸ˜›
    *maunya kepo tp gak mau dikepo-in*

    Selamaaatt.. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s