Analisa

Apabila seorang ibu-ibu beranak satu berumur kepala dua hampir tiga yang sedang berdiri di depan kantor suaminya untuk menunggu suaminya yang sedang absen, tiba-tiba disapa oleh seorang bapak tak dikenal dengan ucapan semacam, “Dek, PKL di sini ya?!” padahal si ibu sedang memakai seragam yang sama dengan pegawai kantor tersebut, maka kemungkinannya ada 2:

  1. Ibu itu memang masih layak berwajah anak SMA.
  2. Anak-anak SMA jaman sekarang umumnya berwajah lebih tua daripada seharusnya sehingga para gadis tampak terlihat seperti ibu-ibu.

Sekian analisa sederhana saya.

 

Iklan

8 thoughts on “Analisa

  1. Eh, aku pernah lho, lagi berdiri ga jauh dari sebuah SMA, sore-sore nunggu suami. Waktu itu sepi, ada anak pake baju SMA mendekat ke aku, dia nanya, “Eh, Mba, sekolah disini ga?” Ini yang nanya anak SMA, padahal akunya pake baju bebas.

    Hasil analisisku saat itu justru tidak terlalu ke wajah (kayaknya wajahku sih udah keliatan tua, hehehe), tetapi:
    1) Cara berpakaian dan memakai jilbab. Aku pake jilbab segiempat seperti kebanyakan anak SMA. Kalau ibu-ibu biasanya pake jilbab langsungan atau jilbab dengan model yang aneh-aneh.
    2) Tas, sepatu, dan make up wajah. Aku lupa pakai tas apa, tapi sepatuku lepes, bukan high heel. Make up juga cuma bedak sama lipbalm, pun udah luntur karena udah sore. Kalau ibu-ibu biasanya pake high heel dan make up masih tebel meski udah sore.
    3) Sorot mata. Mungkin sorot mataku ga kayak ibu-ibu yang biasanya lembut, dewasa, atau galak, hehehe. Mungkin lebih mirip sorot mata anak SMA yang ga sabar nunggu jemputan ayah/kakaknya.

    šŸ˜€

  2. Klo aku, sering dipanggil “ibu” padahal belum menikah, umur udah remaja tanggung, gaya bajuku bukan gamis tapi semacam dress cingkrang, cardigan, celana + jilbab kaos (eh kebayangnya gimana ya? Silahkan diimajinasikan sendiri.

    Jadi menurutku, anak2 sekarang bermutu alias bermuka tua, wkwkwkwk *lgsg ngaca*

    • AKu sudah mbayangin kostummu tapi kok ga nemu celah “ibu-ibunya” ya?! Mungkin Mari-chan kelihatan anggun dan dewasa jadi orang ga enak manggil “dek”, ga kaya aku yang masih tampak kekanakan dan pecicilan. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s