Cerita si Kembar: Trimester Pertama

Bismillahirohmanirohim.

Alhamdulillah, sudah lewat trimester pertama. Ya, insyaallah adek nindy akan langsung 2 orang karena janin dalam kandunganku insyaallah kembar.

Kok bisa?!

Ini adalah pertanyaan yang paling sering aku dengar. Sayangnya, aku sendiri tidak tahu jawabannya. Tidak ada riwayat kembar dalam keluargaku. Pun dalam keluarga suami. Setelah diberitahu bahwa janin yang kukandung positif kembar, aku mencari info bahwa kehamilan kembar sekarang tidak melulu karena faktor genetis. Makanan, seringnya kehamilan (aku baru hamil 2 kali sih, yang kedua terpaksa digugurkan karena berada di luar kandungan), bahkan usia (jeh, setua itukah diriku?!) bisa menjadi pemicu kehamilan kembar.

Awal

Berbeda dengan saat hamil nindy, kali ini aku tidak terlalu berfirasat. Aku masih riweuh dengan kerjaan kantor, membantu mengajar di pusdiklat, bahkan sempat mengalami insiden jatuh di kubangan air saat banjir besar melanda Jakarta kemarin yang berujung pada kaki keseleo dan beberapa luka di bagian tubuh. Satu-satunya firasat aneh adalah kesadaran timbulnya “pribadi lain” di dalam diriku. Kepribadian yang lebih tenang, kalem, dan sangat plegmatis, mirip dengan sifat-sifat mz nug. Firasat ini diperkuat dengan telatnya si tamu bulanan. Sempat ragu karena setelah kupakai nggowes ke Kelurahan, aku sempat mengalami flek. Kupikir, oh, akhirnya dapet juga. Tapi setelah ditunggu semalaman tidak juga berlanjut, aku iseng mengetesnya dengan menggunakan test pack dan memperoleh hasil dua strip langsung. Subhanallah.

Dokter Kandungan

Begitu tahu hamil, suami mengajak periksa ke Hermina Jatinegara. Nama rumah sakit itu sebenarnya di otakku identik dengan kata mahal. Tapi karena di RSI dekat rumah jadwal dokter kandungan perempuan benar-benar tidak mengenakkan, juga adanya testimoni negatif tentang dokter kandungan wanita di sana, maka aku pun nurut saja. Kami periksa ke dr Sawitri, yang sempat kupikir adalah dr Lucky Savitry, sehingga dalam bayanganku aku akan bertemu dengan seorang dokter perempuan berjilbab seperti dr Oni dulu. Ternyata aku salah. Dokter Sawitri memang sudah berumur, tapi tampilannya terawat sekali. Aku kecele kedua kalinya karena ternyata dokter ini cukup ramah dan sabar, beda dengan wajah beliau yang tampak judes. 😀 Bahagiaku berikutnya, adalah bahwa dr Sawitri termasuk dokter yang pelit ngasih resep. Aku cuma disyaratkan untuk minum susu tiap hari. Obat yang diresepkan pun menurutku cukup terjangkau. Daan, kami tidak “dipaksa” untuk mencetak hasil USG. Karena nyetak USG itu mahalnya minta ampun. Jadi kalo kami ga minta ya ga dicetakin. Jeleknya sih  kami jadi tidak punya rekam jejak perkembangan yang detail seperti nindy dulu. Tapi buatku ga masalah. Jadi tiap periksa kalo ga nge-print kami cukup bayar biaya konsultasi dokter, yang memang relatif lebih mahal daripada di tempat-tempat lain. Hihihi.

Perkembangan

Sejauh ini, aku baik-baik saja. Aku sudah paham dan memaklumi kalo kehamilan kembar membawa rasa mual yang berlipat. Aku ingat waktu hamil nindy aku cuma muntah 3x sepanjang 9 bulan. Yang ini?! Hampir tiap hari aku mabok. Untung saja walau pun muntah, aku tetap bersemangat makan. Yang kukeluhkan paling badan yang gemetaran dan jantungku yang berdebar kencang setiap kali aku kecapekan dan/atau telat makan dan/atau kehausan. Cepet laper sih. Hampir tiap 3 jam aku kelaparan.

Sedangkan dedek, Alhamdulillah perkembangannya bagus. Memang waktu usia 9 minggu, beda ukurannya cukup jauh, sehingga membuatku sangat khawatir. Tapi waktu USG terakhir (12w), selisih mereka hanya 1 mm saja. Dua-duanya aktif dan menggemaskan sekali.

Penerimaan

Waktu awal mengetahui ada 2 kantong kehamilan dalam rahimku, aku sempat takut. Sanggupkah kami menafkahi mereka nanti?! Lalu ibuku bercerita soal kehamilan Aziz dulu yang sempat dikira kembar oleh dukun bayi namun setelah berkembang ternyata jadinya cuma 1 saja. Aku kemudian lebih santai dan berdoa yang penting terbaik bagi kami. Ternyata saat usia 9w, dua-duanya tetap berkembang dan hidup. Sejak itu aku jadi bersemangat untuk mempertahankan dua-duanya. Konsekuensinya?! Nabung dari sekarang untuk persiapan lahiran karena biasanya kehamilan kembar berakhir dengan kelahiran prematur dan akhir-akhir ini kebanyakan kasusnya adalah caesar. Duh, gapapa deh lahir prematur kalo memang itu takdirnya tapi kalo bisa lahirnya normal (maunya)

– Temanku Ana yang memang lahir kembar menceritakan kalo dulu beratnya waktu lahir juga hanya sekitar 2,5kg, jadi aku pasrah banget soal lahir prematur itu –

Entahlah kenapa Allah memberiku kesempatan untuk menikmati anugerah ini. Apakah sebagai ganti kehamilan keduaku yang gagal kemarin?! Ataukah sebagai pengabulan atas harapanku yang ingin punya 3 anak sebelum berusia 30 tahun?! (3= batas maksimal PTKP :D) Wallahualam. Yang jelas aku minta doa teman semua agar semuanya berjalan lancar, sehat dan selamat. Amin…

Iklan

14 thoughts on “Cerita si Kembar: Trimester Pertama

  1. Akhirnya diposting juga.. Rasa bersalahku karena udah nyebarin duluan jadi sedikit berkurang Nur, hehehe.
    Semoga sehat2 selalu, ibu dan dedek-dedek.. Lahiran lancar..
    Nindy yang pinter ya jadi kakak.. Yang sayang sama adeknya ya.

  2. sekali lg selamat y nur, moga moga lancar sehat selamat sampe lahiran nanti ya… 🙂 aq doain jg terkabul semoga bisa normal ya lahirannya. hehe

  3. wah selamat yaaa..lagi musim anak kembar nih..teman kerjaku barusan juga istrinya nglahirin anak kembar, cowok pulak..moga2 adeknya nindy kembar cowok yah..ntar mia mo dp ya ma si kembar.gpp brownis .kita besanan kan dah jelas bibit bebet bobot.wkwkwkwkwkw

  4. Ping-balik: Cerita si Kembar: Trimester Kedua | Hikari no Monogatari

  5. Ping-balik: Manajemen ASI Anak Kembar | Hikari no Monogatari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s