Hagemaru’s Tips

Hagemaru adalah serial kartun (manga dan anime) dengan tokoh utama seorang anak laki-laki berkepala plontos, berbadan pendek, dan beralis tebal. Hagemaru terkenal akan tata cara hidup hematnya yang sangat keterlaluan hingga menjurus ke pelit. Aku suka mengenang-ngenang serial Hagemaru ini (aku ga baca manganya) dan ketawa-ketawa bareng suami. Yang paling kuingat adalah adegan memakan semangka hingga kulitnya tipiiiss banget dan menggunakan satu tea bag same 25 kali -pakai-jemur-pakai-. :mrgreen:

hagemaru

Nah, berikut adalah tips hemat ala-ku yang semoga belum menjurus pelit ala Hagemaru. ๐Ÿ˜€

1. Menggunting tube pelembab/sabun muka/kosmetik berbentuk lotion lainnya untuk mengorek isinya yang tinggal sedikit

Eh, ternyata kebiasaan ini bukan aku saja yang melakukannya lho. Kasubbag-ku yang bisa dibilang tajir dari kecil juga punya kebiasaan yang sama. Bahkan dia mencoba menanamkan kebiasaan ini pada anak-anaknya yang sayang sekali sampai sekarang belum berhasil. Padahal kan emang sayang banget. Wadah kosmetik yang berbentuk tube itu sering menyimpan lotion di lekukan-lekukannya jadi kalo dipencet sudah ga keluar belum berarti isinya sudah benar-benar habis. Yah, mungkin cara ini akan dihina oleh para beauty blogger karena ga higienis. Ah, namapun pingin berhemat ye…

2. Menambahkan air ke botol shampo atau sabun cair yang isinya tinggal sedikit

Soale tipe botol 2 barang ini umumnya dibuat dari plastik tebal. Bakal bikin tangan sakit kalo kita coba memotongnya *pengalaman-orang-yang-sudah-pernah-nyoba. Mending kasih aja air sedikit jadi kita bisa benar-benar menghabiskan isinya sampai bersih. ๐Ÿ˜€ Untuk botol shampo jarang yang ada refill-nya ya. Tapi botol sabun tentu wajib isinya untuk di-refill. Hehehe

3. Menempelkan sisa sabun mandi batangan ke sabun yang baru

Kalo pake sabun mandi batangan, ketika bentuknya sudah mengecil dan sukar dipegang, biasanya kita menggantinya dengan yang baru. Sisa sabun yang kecil ini daripada dibuang sayang dan mengotori lingkungan, mending dilekatkan ke sabun yang baru sehingga nantinya akan benar-benar habis terkikis seiring dengan pemakaian. Memang sih cara ini beresiko wangi sabunnya nyampur kalo merk/jenis sabunnya beda. Tapi percayalah bahwa wangi sabun batangan itu ga pernah bertahan lama jadi tenang saja. ๐Ÿ˜€ Tips khusus dariku: lekatkan kedua sabun ini dalam keadaan sabun baru benar-benar baru keluar dari wadahnya dan sabun lama sudah ngendon di tempatnya lama jadi hanya permukaan bawahnya yang basah (biasanya basah agak berlendir -hihihi-). Letakkan sabun kecil mengisi lekukan pada sabun besar (biasanya sabun mandi batangan punya lekukan) dengan posisi bagian sabun yang basah yang bersentuhan dengan sabun baru. Selama proses ini, kedua tangan kita harus dalam keadaan kering. Sedikit air yang masuk ketika proses penggabungan akan menggagalkan prosesnya. Kemudian tekan kuat-kuat kedua sabun agar benar-benar menempel. Selanjutnya, pakailah sabun gabungan itu untuk mandi atau lumuri sabun dengan air sambil berusaha menggenggamnya erat agar pelekatannya tidak hilang. Insyaallah, jika seluruh prosesnya benar, pelekatan tersebut akan awet.

4. Memanfaatkan kantong-kantong belanjaan sebagai kantong sampah

Heran deh dengan pasar tradisional di sini. Apa-apa dibungkus plastik. Mau nolak juga males karena malah ribet. Jadi ya mending plastik-plastik bekas kantong bayam, cabe, dan kawan-kawan itu dikumpulkan untuk menjadi kantong sampah. Caranya dengan dilapiskan ke tempat sampah. Selain jadi lebih ringkas waktu membuang sampah, tempat sampah -apalagi tempat sampah di dapur yang sering menampung sampah basah- jadi lebih awet bersihnya.

5. Menggunakan tea bag minimal 2 kali

Ga sampe 25 kali lah. Keterlaluan itu mah. Tapi memang sih, kalo cuma dipake untuk sekali celup dan menghasilkan satu gelas teh, kok rasanya sayang gitu. Habis dipake bikin teh, tea bag ditaruh di gelas kecil untuk dipake lagi barangkali ada yang minta dibuatkan teh gara-gara mupeng lihat kita minum. Catatan khusus: tea bag yang sudah bekas tadi ga dipake untuk bikin teh buat tamu. :p

6. Membiasakan diri dengan teh “mondho-mondho”

“Mondho-mondho” adalah istilah jawa untuk teh dengan gula yang sangat sedikit. Jadi bukannya tanpa gula dan bukan teh pahit. Rasa manis tehnya sangat samar, dan kadang hal ini malah bikin ketagihan karena siapa sih yang ga eneg makan/minum yang terlalu manis?! Membiasakan diri denganย  sedikit gula juga untuk menghindari resiko diabetes *tunjuk-ayah. Apalagi kalo cemilannya selalu yang manis-manis *tunjuk-diri-sendiri

7. Mematikan lampu yang tidak dipakai, kecuali lampu panjeran

Klise ya, tapi penting. Oiya, lampu panjeran itu adalah lampu yang memang sengaja dinyalakan untuk menerangi tempat-tempat gelap yang membahayakan semisal halaman atau teras. Soal kebiasaan mematikan lampu ini, aku ingat komentar lucu ibuk waktu lihat mz nug keluar dari kamar mandi dan langsung mematikan lampunya. Ibuk lalu berbisik padaku, “Wah, kebiasaannya sama ma ibuk, matiin lampu, berarti orangnya hemat”. Dan karena kebiasaan ini pula, aku pernah diangkat menjadi satgas penghematan di kantor. Hehehe, ada-ada saja.

Apa lagi ya?! Tips lainnya sudah pernah kutulis di sini.ย  Lain kali kalo nemu lagi mungkin akan kutuliskan. ^-^v

Iklan

10 thoughts on “Hagemaru’s Tips

    • eaaa… kok jadi serius buk?! ini kan tips, bukan indikator seseorang itu beneran hemat atau tidak. Soal keuangan aku masih loss-loss aja… (mengenang dua malan berturut martabak manis dan martabak telor dan sehari makan siang habis 30rb -mentang2 tanggal muda-)

  1. Kasih emoticon biar ga keliatan serius –> ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜›
    Soal keuangan aku juga sekarang loss, sebelumnya lebih terjaga deh. Ini malah udah berapa minggu makan beli terus je, alasannya sih ngurusin skripsi. Untung makanan di sekitaran kampus mureh mureh.. *sedikit terselamatkan*

  2. Ping-balik: Perayaan 6 Tahun Nge-blog | Hikari no Monogatari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s