Dibalik Angka Tiga

Hah?! Nur hamil lagi?! Hamil yang kelima ya?! *plak (tampar Uda)

Eh, denger-denger anaknya nur kembar ya?! Wah, sebentar lagi saingan ma saya donk… *bruk (timpuk mas Eka) -lagian sapa juga yang mau saingan jumlah anak :p –

Emang nargetin 3 ya?! Iya, emang kenapa?! Jarang-jarang gitu ada orang nargetin tiga… 🙄 -trus masalah gitu, Kang?!-

Heran deh, ni yang nyerewetin aku kok malah para bapak-bapak muda sih?! *lempar-bom-satu-satu

Memang sih, sejak menikah, aku kok kayane hamil tiap tahun. Hahaha. *ketawa-miris *sungkem-sama-penyusun-jadwal-DL Menikah di akhir tahun 2010, tahun 2011 nindy lahir, tahun 2012 aku KET, tahun 2013 aku hamil lagi. Agak ga enak sama orang kantor karena aku jadinya menolak DL ke luar Jawa (eh, menolak DL yang harus pake pesawat sih) dan menghilang dari kantor selama 2 minggu (pas KET) atau 3 bulan (pas lahiran). Beban kerjaku jadi terpaksa ditanggung teman-teman yang masih single. Maaf ya man-teman…

Sebenarnya, dalam hati aku ingin ideal seperti kisah ibuk. Ibuk menikah umur 23, umur 24 melahirkan aku, umur 28 melahirkan adikku. Anak cukup 2 dengan selisih usia 5 tahun sesuai ketentuan KB :p Tapi kenyataannya, aku menikah umur 25, meleset 1 tahun dari targetku umur 24. Jadi ga bisa mewujudkan keinginan hamil di usia 25, 27, dan 29. Aku sendiri memang ingin punya 3 orang anak sebelum berumur 30 tahun. Alasannya banyak:

  1. Di atas umur 30 tahun, stamina seorang perempuan sudah beda. Yah, kalo ga salah sih batas idealnya bisa sampe umur 35, tapi aku kan males ambil resiko. Lagipula kalo tutup pabrik (bukan tubektomi lho ya) di usia 30-an kaya ibuk, jadi enak seterusnya tinggal fokus nggedein anak. Di bawah umur 30 tahun juga wanita masih punya sifat kekanakan, jadi pas lah kalo mau main seru-seruan ma anak. Eh tapi kalo melihat watakku agak ragu juga sih setelah umur 30 apakah aku sudah bisa bersikap dewasa. Wkwkwkw…
  2. Aku melihat selisih umur aku dan adekku terlalu jauh. Umumnya dalam jarak 4-5 tahun itu kurikulum sekolah sudah jauh berubah. Sayang banget kan beli buku mahal-mahal tapi ga bisa dipake oleh adiknya *emak-pelit Sedang kalo selisih 3 tahun, ga kuat bayar sekolahnya euy… Jadi idealnya ya selisih 2 tahun lah…
  3. Aku melihat kalo cuma 2 bersaudara kaya aku ma adikku, jatuhnya jadi posesif… Sedang kalo kebanyakan kaya keluarga mz nug, jatuhnya jadi agak kurang memperhatikan karena yang harus diperhatikan banyak. Jadi menurutku 3 adalah jumlah yang ideal.
  4. Asline mz nug pingin 4, tapi kan anak ke 4 tidak ditanggung negara. Ga dapet ASKES, ga masuk hitungan PTKP. Makanya ambil jumlah maksimal aja lah biar enak. *nyari-praktis 😀

Yah, begitulah kenapa aku pingin punya 3 anak. Semoga si kembar ini sehat seterusnya… Jadi udah ga perlu hamil lagi. Amin… :mrgreen:

Btw, walau ga nyambung, aku juga paling suka Ultraman Tiga. Kisah cinta Daigo-Rena yang menghasilkan anak bernama Hikari (eh, aku donk, hikari, hehehe) itu belum pernah kutemui di seri ultraman yang lain. Ultraman yang paling drama banget, dengan ending cerita yang juga menarik. Apalagi pemeran Daigo ini adalah Hiroshi Nagano, anggota V6, boy band Jepang yang menghasilkan lagu-lagu bagus semacam ‘Change The World’ yang menjadi soundtrack anime Inu Yasha. Trus kata “tiga” yang maksudnya adalah tiga bentuk perubahan Ultraman Tiga, benar-benar diambil dari bahasa Indonesia “tiga” lho! Makanya banggalah berbahasa Indonesia! 😀

Daigo_Rena_PhotoUltraman yang pacaran dan akhirnya menikah dengan rekan sekerjanya 🙂

Iklan

2 thoughts on “Dibalik Angka Tiga

  1. Iya, bener. Paling mantap emang Ultraman Tiga!

    Kok sama yak? Aku juga pengennya punya anak 3. Udah, 3. Gak mau 2, apalagi 5. Alasannya, ya kalau 1 kurang ramai. Kalau 2, gak enak 2 doang. Kalau 3 kan pas tuh ramainya. Haha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s