Samarinda

Bismillahirohmanirrohim….

Insyaallah suami mutasi ke Samarinda. Mengingat kondisi saya yang sedang hamil besar, kembar pula. Dan insyaallah nanti akan di Jakarta sendirian mengurus tiga anak. Mohon do’a teman semua agar saya segera dikuatkan. Saat ini memang saya masih tahap rapuh-rapuhnya, belum siap untuk menjalani LDR. Tapi pasti nanti seiring berjalannya waktu, saya yakin saya akan kuat. Mohon do’a teman semua agar ini tidak berlangsung lama. Sudah pasti sih mutasi, tapi siapa tahu 2 tahun sudah bisa balik lagi ke deket-deket sini. ūüėÄ Semoga saya selalu sehat agar bisa mengurus anak-anak, semoga anak-anak selalu sehat, semoga Allah menjaga mz nug, menjaga kami semua. Dan semoga kantor ini semakin baik hati, semoga jadwal DL dan konser berkurang. Amin… ūüôā

Salam semangat!

“I Fall in Love with You”

Kali ini mau mengalihkan perhatian dari suntuknya kantor. Badai pasti berlalu. Badai pasti berlalu… *komat-kamit-baca-doa

Kalo disodorin foto orang kaya gini, bisa nebak ga sih dia aslinya mana?!

dare?!

Meksiko?! Spanyol?! Yang pasti pria latin kan ya… tsakep gitu… Tapi kalo udah gini:

ken hirai

Nah lho! Asli Jepang ini! Hahaha

Pria cakep berumur 40-an ini (demen bener ngomongin om-om :p) memang asli orang Jepang. Namanya Ken Hirai. Dia kelahiran Osaka (eaaa… orang Kansai!). Bahkan ada yang bilang kakeknya masih menyandang gelar samurai asli! Fyuuh… Entah darimana dia bisa dapet muka bule kaya gitu. Sampai-sampai orang Jepang sendiri ngira dia bule, pramugari ngajak ngomong bahasa inggris, anak-anak neriakin “orang asing… orang asing…”. Kasihan ih…

Ada yang menjelaskan dengan panjang lebar, bahwa ras di Jepang itu ada 2: common japanese and royal japanese. Mereka yang common japanese adalah yang dari rakyat jelata, berciri muka bulat, badan pendek, kaki bengkok, kulit hitam, rambut hitam, dan mata sipit. Ini karena mereka memang kelas pekerja jadinya fisiknya kasar gitu. Sedangkan royal japanese adalah para bangsawan yang kerjanya hanya duduk-duduk di istana, sehingga berciri muka panjang, hidung mancung, badan tinggi, kulit putih, dan mata lebih lebar. Ya kalo melihat latar belakang kakeknya Ken Hirai kaya gitu, mungkin memang bapak om (belum nikah je) satu ini memang masih keturunan bangsawan *sungkem

Yang jelas, akhir-akhir ini aku kembali muterin lagu-lagu Ken Hirai yang ada di kompi gara-gara film I Give My First Love To You yang aku tonton kemarin itu ternyata make lagunya Ken Hirai yang berjudul Boku Wo Kimi ni Koi wo Suru (I Fall in Love with You) sebagai ost. Sumpah, suaranya om ini benar-benar sesuai dengan wajahnya. Merdu mendayu (ya iya wong penyanyi balad) yang dengan mudah membuat hati wanita klepek-klepek.

Terakhir, mari kita berdoa semoga gosip bahwa dia itu gay salah adanya. Amin… Gapapa om, banyak kok cowok Jepang lain yang telat nikah! :mrgreen:

Gambar nyomot dari flickr dan http://www.jpopasia.com. Gosip ngambil dari sini dan sini.

B’z

Jujur, tulisan ini hanyalah pengalih perhatian karena sebenarnya saya sedang tergila-gila pada Furukawa Yuki. Ga bisa lewat satu hari pun tanpa melihat wajahnya. Aaarrggghhhh!

Pernah nonton Beautiful Life (Takako Tokiwa-Takuya Kimura)?! Atau Buzzer Beat (Yamapi-Keiko Kitagawa)?! Atau Detective Conan The Movie: The Phantom of Baker Street?! Kalo udah, berarti udah pernah mendengar lagu “Konya Tsuki no Mieru Oka ni” atau “Ichibu to Zenbu” atau “Everlasting” yang jadi sountrack masing-masing film tersebut. Btw, ketiga lagu rock yang easy listening tersebut dinyanyikan oleh B’z. Adakah yang pernah mendengar nama grup rock ini?!

B’z (dibaca bizz) merupakan grup rock yang berdiri sejak tahun 1988. Iyap, 1988! Tua banget yak?! Bahkan Laruku aja kalah tua :p Walau namanya grup, tapi personilnya cuma 2 lho: Tak Matsumoto (si otak, gitaris, komposer, sekaligus produser) dan Koshi Inaba (vokalis dan penulis lirik).

Omong-omong, aku tadi sempat gugling dan belum nemu pembahasan tentang B’z ini dalam bahasa Indonesia. Wah wah, tak adakah yang ngefans mereka?! Padahal kalo kata wiki, B’z is one of the best-selling music artists in the world, the best-selling in their native Japan, having released 46 consecutive No.¬†1 singles, 25 No.¬†1 albums and sold more than 80 million records worldwide! Single-single mereka selalu menempati ranking 1 Oricon Chart. Ditambah lagi, pada tahun 2007, grup ini menjadi grup band pertama dari Asia yang mencetak handprint dan tandatangan di Hollywood’s RockWalk. Ckckck!

Buatku sendiri sih, dalam hati mengakui kalo duo ini dari segi produktivitas lebih konsisten dalam nelorin album dibanding Laruku. Dan suaranya om Inaba walau lebih tua dari om Haido tetep terjaga gaharnya sampe sekarang. Lalu entah kenapa, aku merasa sering banget mendengar nama Tak Matsumoto ini. Entah apakah emang dia pernah mbantuin dalam pembuatan album Laruku atau gimana, yang jelas sebagai komposer dan produser tentunya dia sudah sering mbantuin grup-grup band lain dalam membuat album.

Eh, ga lengkap ngomongin orang kalo ga nunjukin fotonya. Ini nih om-om yang udah tua tapi tetep gahar!

b'zYang pake baju putih om Inaba, yang pake baju item om Matsumoto. Gambar dari official website mereka di http://bz-vermillion.com/. Tampilan websitenya keren yak!

Moga sukses terus ya om… Sebagai bonus, berikut lirik lagu Konya Tsuki no Mieru Oka ni yang kalo diterjemahin agaknya jadi “malam ini, di bukit dimana kita bisa melihat bulan” (disana mau ngapain, om?! :D)

Tatoeba dou ni ka shite
Kimi no naka aa haitte itte
Sono me kara boku wo nozoitara
Ironna koto chotto wa wakaru ka mo

Ai sureba ai suru hodo kiri no naka mayoikonde

Te wo tsunaidara itte miyou
Moeru you na tsuki no kagayaku oka ni
Mukae ni yuku kara soko ni ite yo
Kakera demo ii
Kimi no kimochi shiru made konya boku wa nenai yo

(lirik dari http://www.animelyric.com, nyuplik hanya pada bagian yang dinyanyikan buat ost Beautiful Life)

If I were somehow 
Able to get inside you 
And peek at myself from your eyes 
I might be able to understand a few things

The more I love you, the more I get lost in the mist

Let’s¬†go¬†there,¬†holding¬†hands¬†
To¬†a¬†hill¬†where¬†the¬†moon¬†shines¬†as¬†if¬†it’s¬†burning¬†
I’ll¬†come¬†back¬†for¬†you,¬†so¬†just¬†wait¬†there¬†
I¬†won’t¬†sleep¬†tonight¬†
Until¬†I¬†understand¬†how¬†you¬†feel,¬†even¬†if¬†it’s¬†just¬†fragment

Nemu Film Bagus

Selama ini kalo lagi konser (konsinyering aka rapat di luar kantor) dan terpaksa nginep, aku jadi kaya anak kecil dapet mainan. Mainan itu bernama tv kabel! ūüė≥ Yah, namapun di rumah ga ada ye, jadi kesempatan yang datang sesekali tentu saja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin (walau hasilnya adalah kliyengan karena kurang tidur :D)

Selama ini channel yang kutonton pasti melulu itu-itu saja: ANIMAX (always), HBO, atau kadang-kadang kalo lagi iseng ya nonton MTV, V channel, atau malah discovery channel. Ah, yang sudah sering sekamar ma aku pasti udah paham deh kalo aku akan SELALU menyempatkan diri untuk nengok ANIMAX. Namun gara-gara akhir-akhir ini anime-anime di ANIMAX agak membosankan (atau faktor diriku yang sudah lama ga ngikutin anime?!), aku mulai melirik ke 2 channel yang sering menampilkan film-film dari Asia khususnya China, yaitu Celestial dan Red channel. Ternyata, keisenganku ini membuahkan hasil. Aku menemukan film-film bagus yang bisa dibilang ga akan ditemukan di ANIMAX maupun HBO. Baru nemu 4 ini sih (udah jarang konser), tapi lumayan lah untuk memberikan gambaran bahwa film Asia itu memang bagus-bagus kok! (eh, akunya aja sih yang emang demen ma film Asia, hehehe)

1. Grave of The Fireflies

Berkat film ini aku berkenalan dengan yang namanya Studio Ghibli. Pernah mendengar studio ini disebut di Twilight Express cuma karena di tv lokal ga pernah nanyangin ya aku ga pernah nonton *ga-mau-modal Sekali lihat gambarnya, aku langsung teringat pada deskripsi Bu Imelda tentang gambar-gambar keluaran Ghibli yang dikatakan “bagus banget!”. Padahal GotF ini dibikin tahun 1988 lho! Tapi aku bisa menangkap keindahan gambar dan kerumitan detailnya, sehingga langsung bisa menebak bahwa pasti ini yang dimaksud keluaran Ghibli. ūüôā

grave of fireflies

Tentu kalo cuma ngandelin keindahan gambar ga akan nempel segitunya di hatiku ya… Jujur, aku cuma nonton separuh, ga nonton awal, dan ga nonton ending-nya. Namun dari separuh itu aja aku sudah bisa banjir air mata saking sedihnya. Film ini bercerita tentang kakak beradik korban perang dunia II. Kesengsaraan dua bersaudara itu setelah meninggalnya sang ibu, sementara sang ayah tidak kunjung ada kabar, keluarga yang acuh dan hanya mengharapkan warisan, para penduduk kota yang mati hatinya, semuanya jadi satu hingga terasa menyesakkan dada. Sumpah perih banget! Tidak, film ini tidak mengutuk sekutu yang sudah menjatuhkan bom dan meluluhlantakkan kota. Film ini lebih berfokus pada bagaimana perjuangan sang kakak yang masih ABG (14 tahun kalo ga salah) menghidupi adeknya. Ending-nya?! Kata review-review yang bertebaran tentu saja sad ending! Huhuhu. Ga kebayang kalo nonton sampe akhir bagaimana bengkaknya ni mata. Apalagi film ini dibuat based on true story. Hiks! Hiks! Tragis banget pokoknya!

2. Night and Fog

Aku nonton film ini pas DL ke Bandung kemarin. Film ini termasuk film yang membuatku menyesal setelah nonton. Kok nonton film begituan sih! Kan jadi kepikiran setengah mati. Sampe mikir ekstrim, kalo sampe suami berubah kaya gitu, jalan satu-satunya adalah cerai! Pokoknya harus lari dari dia. Eh, ini kan omongan orang yang ga pernah ngalamin. Ga kebayang kalo beneran ngalamin, kan katanya orang yang disiksa itu bakalan ketergantungan berat sama orang yang menyiksa… Ga bakalan pernah bisa lari…

220px-Night_and_Fog_poster

Dari intronya udah kebayang belum, ceritanya tentang apa?! Yup, benar sodara! Ini tentang KDRT. Selalu miris kalo denger cerita soal KDRT, apalagi nonton yang divisualisasikan kaya gini. Sampe kebawa mimpi! Mana aku akhirnya tahu kalo film ini juga based on true story! Damn! Edun bener tu suami!

Untuk film ini aku juga mau jujur, nonton cuma sepotong, tapi udah nonton sampe ending. Secara garis besar film ini bercerita tentang A Ling, imigran China daratan yang merantau secara ilegal ke Hongkong. Alurnya maju mundur dan misteri-misteri di balik kejadian dikisahkan melalui wawancara-wawancara dengan orang terdekat mereka. Biar ga bingung aku kisahin alur majunya aja ya. A Ling kecil merantau dengan gagah berani ke kota, pulang-pulang bawa tv, pulang kali kedua bawa laki-laki. Dikenalkan pada keluarganya bahwa Mr Lee ini pacarnya. Lee kerjanya tukang bangunan, dan ternyata sebenarnya sudah punya istri. Mereka tinggal bersama, mbangun rumah di kampung. Tapi karena Lee ga kerja, mereka makan masih minta ke mertua. Saat makanan habis dan ortu A Ling ga bisa ngasih makan, Lee datang ke rumah mertuanya dan nggebukin anjing mertuanya sampe mati. Nah, udah keliatan kan psycho-nya?! Cuma A Ling terlanjur cinta dan terlanjur punya anak ma Lee je, jadi ya didiemin aja tuh suami. Padahal di balik itu (ini sebenarnya terkuak akhir-akhir sih) Lee juga ada “maen” ma adik Ling. Kayanya maennya kasar gitu soalnya ada bekas luka di telinga adik ipar Lee ini.

Ga tau kenapa intinya keluarga ini pindah ke kota. Masih jadi pengangguran, keluarga Lee hanya bergantung pada tunjangan sosial. Lalu pertengkaran-pertengkaran muncul, mulailah penyiksaan Lee pada istrinya. A Ling lari, sembunyi di penampungan. Saat sembunyi akhirnya dia tahu dari tetangga kalo suaminya juga melakukan pelecehan seksual terhadap kedua putri kembarnya (Iya, kembar! Aduuhhh, amit-amit jabang bayi!). Kemudian ya gitu deh, tipikal kasus KDRT. Dibaikin dikit, balik lagi. Disiksa kabur lagi. Suaminya nangis, balik lagi. Njelehi kok! Oiya, walaupun A Ling sudah berkali-kali mengajukan cerai, kasus mereka ga bisa diproses karena status A Ling yang ilegal tadi (kalo ga salah tangkep lho ya!). Hingga puncaknya… (spoiler biarin deh!) Lee membunuh istri dan kedua anaknya, kemudian mati konyol gara-gara dia kebabalasen saat melukai diri sendiri dengan tujuan memfitnah istrinya biar dikira istrinya itu yang membunuh anak-anak mereka. Psycho abis nih film!

3. I Give My First Love to You

Film ini kutonton setelah nonton N&F. Awalnya iseng saja nontonnya. Sekedar pingin ngilangin ingetan dari adegan-adegan buruk yang ditampilkan N&F. Mana filmnya kayanya ditujukan untuk ABG gitu. Eh, kok ternyata keterusan.

boku_no_hatsukoi_wo_kimi_ni_sasagu_poster_189

Bercerita tentang laki-laki bernama Takuma yang divonis gagal gantung sejak lahir. Dengan cacat bawaannya itu, sedari kecil dia terpaksa keluar masuk rumah sakit. Di sinilah dia berkenalan dengan Mayu, putri dokter yang memeriksanya. Berdua mereka sering bermain bersama, hingga akhirnya saling jatuh cinta. Mayu yang cinta mati dengan Takuma berdoa untuk kesembuhan Takuma di depan semanggi berdaun empat. Sedang Takuma sendiri memang berjanji untuk menikahi Mayu pada usia 20 tahun nanti, walaupun dia tahu kalo sampai usia itu dia tidak mendapatkan donor jantung, maka dipastikan dirinya ga akan bisa bertahan hidup.

Waktu berlalu dan mereka berdua sama-sama dewasa. Masa SMP, lalu masa SMA. Disini mulai terjadi tarik ulur hubungan mereka dimana Takuma mulai pesimis dengan kelangsungan hidupnya. Dia mulai menarik diri dari Mayu dengan harapan agar saat dia meninggal nanti, kematiannya ga akan membuat Mayu sedih. Tapi dasarnya sudah cinta ya, susah buat bilang pisah. Walau ada orang ketiga pun, hubungan mereka kian kuat. Akhir kisah?! Silakan tonton sendiri filmnya atau baca manganya. Iya, dari gambar poster dan ceritanya aku juga udah menebak kalo film ini diangkat dari manga. Dan ternyata tebakanku benar! ^-^v

4. The Woman Knight of Mirror Lake

Panjang yah judulnya. Film ini berkisah soal Qiu Jin, wanita pejuang “kemerdekaan” China (merdeka dari penindasan kerajaan China sendiri sih).

the-woman-knight-of-mirror-lake

Err, agak males nyeritain detailnya sih (selain ini udah waktunya pulang juga, hahaha). Intinya Qiu Jin adalah perempuan pintar dan terpelajar, tidak mau dianggap lemah dan ingin didudukkan sejajar dengan laki-laki (inget siapa?!), bahkan jago bela diri. Dia memimpin pergerakan hingga mengorbankan statusnya sebagai ibu dan istri (ini point yang aku kurang suka darinya). Review lumayan netral silakan dibaca di sini.

Herannya, dari keempat film di atas, kok semuanya sad ending ya?! Tanya kenapa?!

Udah ah, pulang dulu. Wassalam.

Optimis-tis

Terpancing status salah satu mbak kos

Malang, kota kecil yang menawan

Menjerat hati untuk selalu pulang

Yosh! Optimis tahun 2022 basecamp sudah pindah ke Malang.

Lha terus yek opo carane?!

Yo mbuh. Aku yo sek durung ngerti. Pokok-e optimis sek lah!

*lalu-pembaca-garuk2-kepala

Yo koyo’ optimis-e aku, yakin lek iso nukokno montor gawe arek-arek. Masio tah ga duwe duwek. Masio tah utange numpuk dadi wes ga mungkin utang maneh. Sing penting optimis dhisik ae. Lak ngono a?! ^-^v

Wahai Pemuda!

Masih baru kemarin kan, perayaan hari kebangkitan nasional?! Karena masih anget, ini ada satu lirik lagu nasional yang sering ditayangkan di B channel sehingga saat ini menjadi salah satu lagu favorit nindy. Lagu itu adalah lagu Bangun Pemudi Pemuda ciptaan Alfred Simanjuntak.

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

 

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri 

 

Buat para pemuda (atau yang merasa masih muda) mohon dicermati bait kedua ya…

Sudi tetap berusaha// jujur// dan ikhlas
Tak usah banyak bicara// trus kerja keras
Hati teguh dan lurus// pikir(an) tetap jernih
Bertingkah laku halus// hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

Andai kita semua sebagai generasi muda mampu menerapkan semua ini, menjadikan semua kata sifat (dan kata kerja) di sana sebagai sifat dan tingkah laku kita sehari-hari, insyaallah tidak akan pernah ada yang namanya “keterpurukan” dalam buku perjalanan negara ini. Gimana?! Siap??! Ayo semangat!!

NB: Btw, frasa “bertingkah laku halus” sampai diulang dua kali… dan sayangnya kalo melihat sekeliling sulit sekali menemui generasi muda yang masih memegang teguh sopan santun ūüė¶

Hagemaru’s Tips #2

Fast posting sebelum DL.

Bismillah, semoga tulisan berikut tidak termasuk p*rno. Hehehe. Soale mau ngomongin salah satu jerohan perempuan alias bra. *matiin-auto-post-ke-fb *usir-feris-jauh2

Beberapa hari lalu aku telpon ke ibuk, curhat ceritane, berkeluh kesah soal 3 bra menyusui punyaku yang ga bisa dipake lagi gara-gara kaitannya meletot-meletot. Salahku sih, karena seharusnya bra itu dicuci pake tangan, bukan dimasukin mesin. *hai, mbak hen, asline aku masih inget nasehatmu lho! Dulu pas ada mb prih ketika gejala kerusakan itu mulai terlihat, aku sempat mengajukan opsi menggantinya dengan hak (kaitan) rok, karena kebetulan aku punya banyak stok hak jenis ini. Tapi mbak prih bilang, “nanti pas tidur jadi ngganjel donk!”. *aku-tidak-termasuk-perempuan-yang-suka-melepas-bra-saat-tidur Oiya ya… Baiklah, opsi itu pun dicoret. Makanya saat aku telpon ibuk, aku mengajukan opsi lain, yaitu menggantinya dengan kancing jepret. Tapi ibuk langsung bilang, “yo ga iso tah!”. Alasannya karena bra itu jenis pakaian yang membutuhkan kelenturan, kancing jepret tidak memenuhi kualifikasi untuk menjalankan tugas ini. Bisa-bisa lepas mulu.

Oiya, ini penampakan kancing jepret.

kancing-cepret-1

Ibuk lalu bilang dengan enteng, kok ga diganti dengan kancing beha aja. Beli paling murah. Wooo, ada to dijual kancing beha? Baru tahu aku. Maka saat ke sunan giri, aku ke toko kancing dengan clue: kancing beha. Oleh ibu penjualnya, aku dikasih ini:

kancing-kait-1

Saat googling gambar di atas aku baru tahu kalo nama asli kancing ini adalah kancing kait. Sutralah. Yang penting fungsinya sama. Kemarin aku beli kancing kait ini seharga Rp2000,- per plastik, satu plastik isi 8 pasang. Muraaah!! Dengan uang 2rebu dan stok benang, aku berhasil menyelamatkan 3 bra menyusuiku yang kalo dihitung minimal 25ribu saja, berarti aku sudah berhemat 75ribu! Asyik! Asyik!

NB: semua gambar diambil dari sini.