Apa Kata L Soal e-KTP

Tau kan si L (Eru), detektif nyentrik dari manga deathnote?! Nama asli detektif keren ini adalah Lawliet. Ini nih penampakannya:

L Change the WorldIya, saya memang nyari yang cakep jadi yang ditampilin L versi Matsuyama Kenichi 😀

Kemarin, aku termasuk orang yang cukup heboh muak dengan edaran Mendagri soal larangan memfotokopi e-KTP. Aku sendiri belum dapet e-KTP sih (gitu aja kok ikut ribut!). Cuma sebel aja dengan kelakuan Pemerintah yang kian hari kian aneh aja ini. Nah, malemnya pas buka fesbuk, ada temenku yang nge-share tulisan dari seseorang bernama Law Liet. Eh, si L donk. Tertarik, aku pun membukanya dan… langsung tercerahkan! Wiii… keren analisisnya! Jadi inget bung Enigma yang dulu pernah menghilang secara misterius dan menghebohkan para blogger misteri itu. Ok, fokus! Jadi karena suka banget dengan tulisan si L dan berharap temen-temen ikut tercerahkan seperti aku, maka berikut ku copy paste tulisan si L di sini, soale kan ada beberapa kantor yang ngeblokir fesbuk. Hehehe. Laman asli di https://www.facebook.com/notes/whyu-law-liet/penjelasan-mengenai-type-type-kartu-by-whyu-law-liet/10151590039558570

Penjelasan mengenai type-type kartu ~ by. WhyU Law Liet

Atas permintaan saudara Wahyu Sugianto tentang eKTP yg sedang heboh sekarang, maka dgn ini saya jelaskan mengenai perbedaan antara kartu chip, magnetik dan barcode,

eKTP ~ Mentri Dalam Negeri bersikukuh bahwa eKTP yg beredar sekarang adalah kartu chip, tetapi di lapangan berbeda inilah contohnya:

ini bukan kartu chip, ini adalah kartu magnetic, dimana pada kartu terdapat strip pita magnetic yg merekam data binary no. KTP ~ adalah pembodohan apabila ini di sebut kartu chip, karena harga kartu chip itu lebih tinggi ketimbang kartu magnetic, eKTP yg menggunakan chip adalah seperti ini:

chip tertanam pada bidang kartu, memiliki plat tembaga untuk akses kartu, chip tersebut adalah micro komputer basis flash rom sebesar 512kb ~ mirip dgn sim card pada HP, eKTP basis chip tdk akan rusak jika hanya di scan atau di foto copy, karena data tersimpan dalam erom, sedangkan eKTP basis magnetic card dapat rusak karena induksi magnet dari luar, misalnya mesin fotocopy yg menggunakan motor listrik, hal itu dapat merusak apabila ada kontaminasi medan magnetic yg merusak data pada  magnetic, contoh binary magnetic type seperti ini cara kerjanya,

di luar beredar beberapa type card, untuk lebih menjelaskan, akan saya beri contoh satu persatu dan cara kerjanya:

Kartu basis Chip
cara kerjanya adalah chip pada kartu di pasangkan pada slot khusus yg menghubungkan antara kartu dgn komputer, dimana informasi akan di upload ke dalam chip kartu

Kartu basis chip

Kartu basis chip

Kartu basis chip

Plat tembaga tempat tertanamnya chip

Kartu Basis strip pita magnetic
cara kerjanya adalah pada strip pita magnetic di rekam data binary berupa nomor akses data pada komputer, cara nya dgn menggesekan kartu pada card reader, card reader membaca informasi suara dari strip pita magnetic dan mengartikannya sebagai kode binary

Card Reader magnetic Card

kartu magnetic

panjang gelombang pada strip magnetic di artikan sebagai binary

kartu magnetic

Kartu Basis Barcode
cara kerja mirip dgn magnetic card, tetapi cara kerjanya adalah kartu hanya dapat di baca dgn sensor inframerah yg tertanam pada card reader, card reader menembakan laser infra merah yg melewati barcode dgn ketebalan strip yg berbeda, yg di artikan sebagai panjang gelombang, perbedaan panjang gelombang kedipan laser inframerah yg terpantul di artikan dalam komputer sebagai angka

kartu barcode

dgn penjelasan di atas, bisa kita artikan, kemungkinan pembuatan eKTP kental dgn bau korupsi, dimana eKTP yg beredar di lapangan adalah magnetic based card, dan bukan chip basic card seperti yg di kemukakan oleh menteri dalam negeri, karena harga kedua kartu tersebut juga sangat berbeda jauh, chip card lebih mahal ketimbang magnetic card ~ sudah sepatutnya pengadaan eKTP ini harus di audit oleh KPK, karena di indikasi mengandung korupsi pengadaan

tambahan, berdasarkan informasi yg baru saya terima, mentri dalam negeri mengaku bahwa eKTP adalah kartu chip jenis contactless card, mari kita bahas. apa itu contactless card,

contactless card

bagan contactless card

IC Chip basic card, kartu ini memiliki chip yg tertanam pada bidang kartu, chip yg memancarkan gelombang radio, karena di skitar chip dalam kartu terdapat kumparan/coil kawat micro, yg berfungsi sebagai penghasil listrik juga sebagai antena saat kartu di dekatkan ke sensor card reader, yg menginduksi kumparan/coil sehingga terciptalah elektron arus listrik yg menyuplai chip di dalam sehingga mampu memancarkan gelombang radio, ciri kartu adalah

Surface tensility ≥36 mN/m
Densities: 1.31-1.38± 0.05g/cm3

Vicat heat resistance: 65-85± 2º C

dgn kata lain kartu ini akan bereaksi terhadap induksi magnet, kartu berbahan dasar PVC film ini, dgn mudah bisa kita bedakan dgn kartu biasa, karena bagian tengah nya agak tebal karena terdapat kawat tembaga ukuran nano meter di dalamnya, bisa terdekteksi dgn pendeteksi logam, coba jika eKTP saat di patahkan tdk ada kumparan halus di dalamnya, brarti bukan type contactless card, contoh2 contactless card adalah sebagai berikut

bagan contactless card

bagan contactless card

contactless card

jeroan contactless card

jeroan contactless card

jeroan contactless card

nah, dgn penjelasan di atas, apakah pengakuan Mentri dalam negeri tentang eKTP adalah contactless card sama dgn eKTP yg kita pegang sekarang..??? keputusan akhir bisa di simpulkan oleh anda sekalian.. apakah eKTP sekarang benar contactless card atau kartu magnetic biasa, karena di bagian hologram ada strip panjang di dalam kartu

updated information ~ setelah membuka dan meneliti eKTP dgn cara membukanya setiap lapisan layer, ternyata mentri dalam negeri berkata jujur tentang eKTP adalah contactless card type, pada eKTP terdapat sebuah microchip yg terletak pada gambar burung garuda, dan seharusnya kartu basis microchips tak akan rusak jika hanya di scan atau fotocopy, karena microchips di buat untuk tahan panas karena bahan dasarnya dari karbon, germanium dan silikon, apalagi klo hanya di scan dan di fotocopy yg hanya di tembakan dgn sinar…tdk akan berpengaruh apa2 pada chips…lalu knapa mereka panik dan membuat statement bahwa eKTP bisa rusak klo di fotocopy..?? inilah yg membuat masyarakat curiga..apakah kwalitas chip eKTP begitu buruk sehingga mudah rusak jika di fotocopy ~ kwalitas eKTP di pertanyakan ..??

Nur: update pada bagian komentar

Whyu Law Liet: Tiko Yoga > sudah di temukan penyebabnya ~ card based chip, seperti contactless card seharusnya memiliki 3 lapisan, ketebalan standart yaitu 1,6mm, untuk melindungi chip di dalamnya, sedangkan eKTP besutan pemerintah yaitu type contactless card hanya memiliki ukuran 1mm di bawah standart, sehingga chips kemungkinan mudah rusak karena suatu sebab, misal karena tekanan atau patah, ukuran di bawah standart inilah yg menjadi problema… apakah takut karena tekanan mesin foto copy chip ketekan dan rusak, atau sebab lain, bisa di sebutkan kwalitasnya di bawah standart contactless card umumnya… bisa di sebutkan, mengurangi ketebalan juga dapat di artikan mengurangi biaya produksi, misal hilangnya 30% ketebalan, yaitu lapisan tengah card, sama dgn harga menjadi lebih murah 30%… berapa keuntungan yg di dapat jika tender pengadaan contactless card di hitung harga standart

Whyu Law Liet: jadi pointnya adalah ~ Mr. mentri dalam negeri secara jujur berkata ~ benar adanya bahwa eKTP adalah contactless card versi terbaru, dimana chips terdapat pada gambar burung garuda/di atas foto diri bagian kepala, namun eKTP ini ketebalannya di bawah standart contactless card, yg biasanya mencapai 1,6mm dgn 3 layer ~ tengah kiri dan kanan, sedangkan pada eKTP hanya 2 layer saja, sangat tipis, sehingga kemungkinan chip rusak karena tekanan atau lain2 sangat tinggi ~ nah kenapa dgn biaya sebesar itu, kita di beri eKTP yg kwalitasnya di bawah standart..??… ada yg bisa jawab teman2…

Hoye! Hoye! Makasih ya Mas atas penjelasannya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s