Dewamata, Nara-kun…

Nara-kun e, tengoku ni…

Seharusnya kita lengkap berenam seperti 6 mata cincin ummi ini kan, Nara-kun?! Setiap kali memandang cincin ini, ummi membayangkan 6 n yang lengkap… nug, nur, nindy, nara, nashir, dan nazar.

the ring

Waktu itu sekitar bulan Januari. Entah kenapa ummi tiba-tiba tertarik untuk mencari nama anak laki-laki. Padahal ummi tidak sedang program punya anak. Masih ada spiral IUD di rahim ummi. Namun tiba-tiba saja ummi ingin sekali memberi nama “nara” pada anak laki-laki ummi nanti. Meskipun saat itu ummi tidak tahu apa arti nama “nara”.

Padahal di otak ummi, yang terkenang saat menyebut kata “nara” adalah kuburan di Jepang. Kota tua itu memiliki kompleks makam kuno, persis seperti yang sekilas muncul di salah satu ending song anime Kenshin.

“Nara” pula yang ummi pilih untuk menjadi kampung halaman dari tokoh-tokoh di cerpen ummi ini.

Lalu kenapa ummi memilih kata yang identik dengan kuburan?! Ah, mungkin memang itu sudah “takdir” kita bukan?!

Nara-kun sayang…

Maaf ummi tidak sempat menguburkanmu dengan layak. Entah dikemanakankah “jasadmu” yang hanya 2 cm itu. Mereka tidak pernah menyerahkannya kepada ummi.

Nara-kun…

Suatu saat nanti, insyaallah kita akan bertemu. Semoga kita berenam bisa berkumpul di syurga ya onii-san…

Dewamata, Nara-kun… Ummi selalu menyayangimu…

NB:

  • Tertuju kepada anakku yang belum pernah kutemui, yang keberadaannya tidak pernah kuduga, walau begitu dia tetap anakku juga
  • Ternyata “nara” dalam bahasa sanksekerta adalah titisan dewa Wisnu yang berarti “manusia”. Sumber dari sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s