Renungan Akhir Tahun 2013

Pertengahan 2004. Saat menerima berkas wisuda, tertera tulisan bahwa reuni akbar angkatan 2004 akan diselenggarakan 10 tahun mendatang. Waktu itu usiaku menjelang 19 tahun. Berarti reuni dimaksud akan diadakan ketika usiaku 28 jelang 29. Dengan kondisiku saat itu, aku membayangkan pada usia 28 nanti aku masih akan berstatus lajang, entah sudah bekerja atau masih lontang-lantung nyari kerjaan…

And here i’am… 28 years old… dengan status sudah menikah dan memiliki 3 orang anak. Alhamdulillah bahwa kekhawatiranku tidak terwujud. Alloh telah memberiku banyaaaak sekali hal yang melampaui harapanku. Maka nikmat manakah yang kamu dustakan?!

Walaupun memang 3 tahun pernikahan rasanyaaa… umm… sibuk! Gitu aja deh. Masih teringat bagaimana di pertengahan 2010, aku mengarungi sungai sekonyer nun jauh di pelosok Pangkalan Bun sana, dengan perasaan membuncah akan status baru: aku punya calon suami. Lalu masa-masa tinggal berdua saja di kontrakan kecil yang sering banget berbau jengkol itu (maklum, empunya kontrakan orang Betawi asli). Masa kelahiran nindy. Masa ditinggal Budhe Miyem yang menyebabkan nindy harus dititipkan. Bertemu dengan mbak prih yang sangat setia (namun ternyata kami harus berpisah dengan tidak baik, hiks!). Masa-masa pindahan dan renovasi rumah. Bertemu dengan mbak saroh yang sampai sekarang rasanya kaya sodara sendiri (dan kami berpisah dengan baik-baik, dengan mewek-mewekan segala). Lalu mutasinya mz nug. Lalu lahirnya si kembar. Lalu perjuangan yang sampai sekarang tidak pernah habis

Mengenang semua itu perasaan jadi terasa campur aduk. Entahlah waktu berjalan sangat cepat atau sangat lambat. Ketika terkenang akan perjuangan-perjuangan itu, terasa waktu berjalan panjaaang sekali. Seperti bulan Desember tahun ini. Tapi jika teringat hal-hal menyenangkan, betapa waktu berjalan terlampau singkat.

Talk about 2013 it self… Mungkin lebih enak kalo menengok kembali apa yang sudah diharapkan di awal tahun.

  • Semua orang di keluarga ini (keluarga kecil kami, keluarga Malang, keluarga Purworejo) sehat, jauh dari penyakit. -Mulai sadar bahwa kesehatan adalah nikmat terbesar-. Nindy tumbuh dengan baik, staminaku dan mz nug selalu terjaga, Ayah dan Ibuk selalu sehat, mbah putri Pangen dan mbah Nggunung sembuh.

Innalillahi, 2013 memang tahun yang berat buat kami. Kami mengawali tahun dengan meninggalnya Mbah Nggunung. Lalu Mbah putri yang sakit-sakitan, bahkan kemarin sempat koma. Aku sendiri sekarang menderita wasir (ok, woro-woro di blog soal penyakit yang agak memalukan, mau dimana lagi ngasih tahunya?!). Ada 2 bekas luka sayatan di perut yang membuatku ga bisa terlalu capek. Nindy sempat stres, sempat muntah-muntah ga karuan, diare, demam tinggi, macem-macem. Yang masih patut disyukuri adalah mz nug dan keluarga Malang tetap sehat.

  • Mz nug mutasi di tempat yang lebih baik, tetap dapat pulang ke rumah gang kelinci kami setiap hari. Lebih syukur lagi kalo yang tempatnya melawan arah sehingga tidak terjebak kemacetan dan tidak capek di jalan. Tentu saja akan sangat bersyukur kalo tetap searah denganku sehingga kami tetap dapat pulang pergi bersama setiap hari seperti sekarang. Amin.

Hah! Sebenarnya sudah dapet feeling kalo bakal mutasi kan?! Dan ternyata jadinya ga bisa tiap hari pulang. Dan ternyata di sana pun masih ketemu macet. Ah, masih bisa pulang sebulan sekali juga harus bersyukur deh!

  • Pengganti mbak prih, siapapun itu, adalah orang yang baik, sayang pada nindy, taat beragama, dan rajin bekerja. Dan jika orangnya baik, maka panjangkanlah jodoh kami dengannya, ya Allah…

Mbak Saroh was SUPERB!! Semoga dirimu bahagia di sana ya mbak… Mbak Kus, ah, alhamdulillah jodoh kita pendek saja. Mbak Wik dan Budhe Jah, apapun itu, terimakasih atas bantuannya. Kalo ga ada kalian aku bakal ga ngerti kata sabar, ikhlas, dan kemandirian. *biggrin

  • Hamil di waktu yang tepat. Pingin punya anak laki-laki yang sholeh. Amin…

Allohu akbar, langsung dikasih DUA jagoan! Waktunya tepat ga?! Tepat lah, karena jadi mendesakku untuk memikirkan lebih matang lagi soal masa depan.

  • Mobil pribadi?! Pingin juga sih. Tapi kok rasanya lebih bersyukur kalo bisa bebas dari hutang ya… (takut membebani keturunan dan ditagih di akhirat)

Ini apa kabar utang sih?! Ga ada harapan keknya. Ish, yang penting kesehatan lah. Materi masih bisa dicari…

  • Keinginan pribadi: belajar naik motor dan belajar nyetir mobil.

Seperti kubilang kemarin, rasanya memang harus menunda dulu belajar motornya. Soal mobil?! Memang sampai saat ini belum berjodoh. Ayah bilang rumah dan mobil itu kaya jodoh kok! Suatu saat mereka akan datang di waktu yang tepat.

  • Ketrampilan yang ingin dikuasai: menjahit. Syukur-syukur kalo beneran bisa merenda juga.

“Terpaksa” ditunda dulu. Semoga suatu saat nanti beneran bisa belajar njahit. Yang harus dikejar tuh belajar merenda, mumpung mbak wik masih ada.

  • Buka 2 toko online dan lancar dalam menjalankannya.

Ternyata susah ya… Hehehe. Ya semoga nanti bisa lebih sukses lagi. Beneran butuh rejeki tambahan kan?! Sementara ini cukup dengan berhemat dulu deh. Semoga nanti bisa ketemu jalan.

  • Aziz lancar kuliah, cepat lulus, dan cepat dapat kerja. Fuad cepat dapat kerja dan bisa mulai membantu keluarga. Uut segera bertemu jodohnya dan segera menikah. Adik-adik lancar sekolahnya. Teman-teman yang ingin hamil segera hamil. Teman-teman yang belum menikah semoga segera menikah.

Subhanalloh. Aziz terkendala skripsinya, hiks! Fuad mulai bekerja di Astra Daihatsu (baru nyadar kalo tahun lalu itu belum kerja). Uut masih belum ketemu jodoh. Kiki juga. Septi juga. Sedih ih… Semoga tahun depan. Amin… Shindy juga belum hamil. Tapi reni akhirnya hamil juga.. dan sekarang si junior sudah lahir :)

  • Konser ditiadakan, frekuensi DL berkurang drastis. Apapun deh yang penting selalu bisa pulang tepat waktu (ga pulang malem dan ga ninggalin keluarga berhari-hari) -pindah biro, po?!-

Oh, tentu saja… coz saya ijin ga ikut! Hmm, with plenty of drama tentunya… Bismillah, semoga tahun depan udah ga ada lagi drama-drama kaya gini. #kode

  • Keluarga ini tetap adem ayem tentrem. Amin…

Alhamdulillah. Tiga tahun yang hebat. Tiga tahun yang sibuk.

Begitulah gambaran umum untuk 2013. Untuk 2014?! Tentu saja sudah ada harapan-harapan. Malah seperti yang kutulis di status g-talk: BANYAK SEKALI HARAPAN. Tapi biarlah untuk sementara menjadi rahasia pribadi dulu. Garis besarnya sih semoga diberi nikmat kesehatan, keimanan, rejeki yang halal, kemudahan, kenyamanan, ketenteraman, dan kebahagiaan. Amin…

6 thoughts on “Renungan Akhir Tahun 2013

  1. wah tiap baca blog nur jadi semangat nulis lagi…..tapi nulisku di buku diari akhir22 ni.soalnya masalhnya terlalu pribadi untuk ditulis di blog.hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s