Hikmah Banyak Anak

Bukaaann… bukan menentang program KB.

Dan juga bukan karena semboyan “banyak anak banyak rejeki”. Bukan pula alasan agama.

Intinya, aku merasa, anak lebih dari satu itu memang ada baiknya. Lebih dari satu, bukan lebih dari selusin. Huehehehe…

Dulu ketika jaman anak cuma satu, terasa banget kalo nindy itu segala-galanya buat aku. Kalo diumpamakan cintaku 100%: 50% buat nindy, 25% buat suami, 25% buat keluarga. Kecenderungan ini aku lihat pula pada mereka yang anaknya baru satu. Semua-mua disiapin dengan perfect. Semua-mua diusahakan yang terbaik. Anak seolah-olah raja. Yah, mungkin sindrom ibu baru juga berperan di sini sih…

Makanya aku ga mau punya anak cuma satu. Takut terlalu memanjakan…

Ternyata memang keadaan jauh berbeda ketika jumlah anak mulai bertambah. Ketika kehamilan kedua, aku nekat aja tuh makan tape, makan durian, makan nanas… tentu saja dalam jumlah yang sangat sedikit. Tapi aku ga kebayang bakal melakukan itu saat hamil nindy. Setelah lahir pun bawaannya lebih slow. Besok mau MPASI, baru hari ini beli perlengkapannya. Kalo jaman dulu udah dari sebulan sebelumnya kali.

Sikap ke nindy pun mulai berubah. Karena aku harus memikirkan juga kepentingan  adik-adiknya, makanya aku jadi ikhlas ketika nindy harus ditaruh di malang. Pandangan hidup terasa lebih meluas.

Tapi… terlalu banyak anak juga ga baik sih.

Ibaratnya bilangan utuh, kalau terlalu banyak pembagi, maka hasil akhirnya akan kecil sekali. Ini aku lihat setelah aku membandingkan keluargaku dengan keluarga mz nug. Di keluargaku, ibuk cuma punya 2 anak. Di keluarga mz nug, mz nug ada 6 bersaudara. Ketika cucu lahir, ibuk sibuk banget dikit-dikit ke Jakarta nengokin cucu. Ya secara keluarga kami cuma sedikit. Sementara dari pihak purworejo lebih slow. Masih ada anak yang masih berada dalam tanggungan kan?!

Jadi kesimpulannya?! Dua anak cukup. Tiga istimewa. Empat?! Udah ah, ga mau nerusin. Hahaha…

15 thoughts on “Hikmah Banyak Anak

  1. Hehehe, bener tuh, kalo anak masih satu emang dia jadi segala-galanya. Kayaknya malah 90% cinta buat dia, sisanya baru buat yang lain.🙂

  2. Kan lebih dari selusin juga pasti lebih dari satu?

    Ada pula yang berteori bukan bilangan utuh melainkan ibarat bola. Semakin banyak penyebut, bola menjadi semakin besar. Maksudnya segala kasih sayang yang tercurah tetaplah sama meski bertambah anak (atau istri?). Katanya begitu.😀

    Apapun, kalau kita memandangnya secara positif, ya ada saja kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s