Atasan VS Bawahan dalam Perspektif Kotak Bekal

Bawahan: Ih, sebel banget deh. Kita yang kerja keras, pulang malem, bikin konsep, nyiapin bahan… bos-bos itu tinggal ngoreksi doank, ga ikut lembur, rapat hahahihi dapet snack, tapi gajinya lebih besar…

———-

Teman(-teman) : Wah, kayane enak nur… yang bikin mbaknya ya?

Nur: Iya

Teman: Oh pantes…

———-

Sudah berulang kali bekalku dipuji karena tampak menggiurkan. Namun setelah tahu kalo embak-lah yang masak, selalu reaksinya yang “oohhhhh…”. Seolah pemakluman kalo bekal enak itu karena ada embak. Tapi yang nentuin menu, yang nyocok-nyocokin lauk, yang belanja ke pasar, ga dihitung? (tunjuk diri sendiri) Eh, termasuk menilai skill si embak lho, beliaunya ini ahli masakan jatim apa jateng, tahu masakan jakarta apa enggak…

———-

Jadi, setiap orang memiliki peranan. Seperti salah satu tokoh novel Terbang Malam Antoine de Saint Exupery: pekerjaan mengencangkan baut apakah ringan?! Bayangkan bila satu baut dalam pesawat lepas. Apa jadinya?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s