Hasil Undian Giveaway

Barusan aku mengundi nama-nama yang ikut giveaway. Yang kusedihkan adalah beberapa orang yang memilih dua hadiah. Padahal kataku biar adil ya satu aja kan ya? Yo wes lah… Yang kebetulan dapat hadiah yang diingini, selamat ya… Sedang yang meleset, aku kasih hadiah sesuai urutan hadiah yang ada dan urut pemenang. Jadi bismillah, berikut nama-nama dan hadiahnya:

  1. Mbak Inge, dengan hadiah nomor 1: Kokeshi ninggyo 3 serangkai
  2. Mbak Heni, dengan hadiah nomor 2: Kokeshi ningyo hitori dake
  3. Endah, dengan hadiah nomor 3: Jilbab segiempat raihan ukuran M (115cm) warna pink
  4. Mbak Rima, dengan hadiah nomor 4: Jilbab segiempat raihan ukuran L (120cm) warna coklat
  5. Reni, dengan hadiah nomor 5: Voucher belanja Rp50.000 di Superindo

Yup, semoga tidak mengecewakan. Ikhlas ya teman-teman… ^-^v

The Secret

Pernah baca buku the secret?

Intinya adalah tentang kekuatan pikiran. Apa yang kita harapkan, jangan takut untuk memimpikannya. Karena suatu saat semesta akan mendukung mewujudkan impian-impian kita itu. (eh, bener ga sih gitu isinya? dulu baca cepet soale minjem doank sih)

Kemarin pas diklat alhamdulillah aku bisa dapet banyak souvenir. Hasil sekali menang games pribadi, sekali menang games kelompok, dan hadiah karena keluar sebagai ranking dua (ini diklat apa lomba sih? Banyak banget hadiahnya. Hahahaha) Nah, pas hadiah untuk kelompok itu, aku ngambil dompet yang bisa buat wadah hard disk external.

Nggaya. Padahal belum punya HD 😛

Ndilalah pas kemarin perpisahan, temen-teman seruangan ngasihnya HD. Ga dadakan juga sih, soale memang nanya aku dulu lagi butuh apa. Ya kujawab antara modem atau HD. Modem, biar tetep bisa eksis ngeblog walau nanti rumahnya di kampung. HD, buat bawa file-file yang ada di kompi kantor. Tentu saja bukan file kerjaan, tapi file film. Huehehehe. Sudah bilang sih, modem aja yang murah. Eh ternyata dikasihnya HD. Yo matur nuwun to ya…

buat nemenin si toshi

buat nemenin si toshi

Itulah. Beli wadahnya dulu, biar isinya datang sendiri. Habis ini mau bikin rumah yang ada garasinya ah, biar mobilnya datang sendiri juga… *amin 😀

——————————————————————————————————-

Oiya, nur menyelenggarakan give away persahabatan lho… Buat yang mau ikutan, waktunya tinggal sekitar 1,5 jam lagi… Huehehehe…

Bukan Sok-sokan, Tapi Keterpaksaan

Memang kok, manusia itu harus disentil dulu baru nyadar… 😛

Sepanjang hidup, aku ga pernah ngalamin yang namanya harus diet. Bahkan saat hamil pun, rasanya aku ga pernah over weight. Dengan tinggi 159 cm dan berat badan di kisaran 60-an, aku selalu dimanja dengan BMI yang senantiasa berada di kisaran normal, ga pernah lebih dari 23. Ya pernah sih khawatir waktu habis lahiran nindy, BB stuck di angka 62. Tapi walau beberapa kali bilang mau diet, kata-kata itu hanya sampai pada taraf manis di bibir saja, belum pernah terwujud dalam tindakan nyata.

Hingga teguran itu datang…

Hari Jumat kemarin, seperti biasa aku melaksanakan piket bagian. Yang dimaksud piket adalah berada di kantor hingga pukul 18.30 sebagai tindakan preventif kalau-kalau ada penugasan dadakan sesudah jam kerja. Seharusnya sih memang sampai pukul 18.30, tapi aku selalu membandel, pulang habis magrib saja.

Kemarin itu aku keluar kantor sekitar pukul 18.15. Perkiraanku, aku akan naik KRL nomor KA 644 yang biasanya melintas di st Juanda pukul 18.40. Namun, begitu sampai di stasiun, aku melihat tumpukan penumpang di peron. Layar penunjuk memberitahukan, KRL Bekasi terdekat yang akan melintas adalah KA 634.

Sebentar. KA 634?!

Aku kaget. Karena KA 634 adalah KRL yang biasa kunaiki ketika pulang di jam normal. Jadwal dia melintas di Juanda adalah pukul 17.19. Selanjutnya adalah KA 636 di pukul 17.37. KA 640 di pukul 18.06. Lalu KA 644. Namun di layar petunjuk, diberitahukan bahwa saat itu di belakang KA 634 adalah KA 640 dan tidak ada tanda-tanda dari KA 644. Jadi sudah telat begitu, KA 636 juga tidak ada?!

Hiks! Jadi hari itu ada gangguan?!

Dengan gelisah aku menuju peron tempat gerbong 6 akan berhenti (penumpang commuter punya kebiasaan naik gerbong yang itu-itu saja). Disana aku bertemu bapak-bapak yang biasa kubarengin (walau aku ga kenal). Kok belum pulang pak? Ada gangguan? Tanyaku. Dan dijawab oleh bapak itu bahwa sejak pukul 5 sore tadi memang tidak ada KRL Bekasi melintas.

Alamak!

Dari peron kulihat KA 634 yang ngetem karena tertahan sinyal masuk St Juanda. Aku galau. Ikut ga ya? KRL ini pasti bakal padet banget. Tapi tadi di layar dikatakan kalo KA 640 sudah berada tepat di belakangnya. Jadi kupikir gangguan sudah berlalu dan kereta akan berjalan lancar tanpa ditahan-tahan. Apalagi aku tadi terakhir makan nasi pukul setengah 5. Jadi kayane kuat lah energiku untuk berdesak-desakan di kereta…

Setelah 15 menit tertahan, kereta pun datang. Bismillah, aku naik dan langsung menempatkan diri di bagian tengah. Strategi kalo kereta diprediksikan bakalan padat: jangan berdiri di pinggir! Karena ketika posisi miring, kamu akan tergencet oleh penumpang lain.

Masuk gambir, tertahan lagi. Tapi masih biasa. Masuk manggarai tertahan lagi. Itu juga biasa. Di manggarai banyak orang masuk lagi, padahal kulihat ada KRL Manggarai-Bekasi ngetem di jalur 1. Sampai jatinegara, kereta makin penuh. Jendela-jendela sudah dibuka tapi udara makin pengap saja.

Di cipinang, kereta tertahan setengah jam.

Aku lupa sejak kapan, aku punya kebiasaan kalau oksigen menipis, maka aku lebih cepat sesak napas daripada orang lain. Misal saat AC di kantor mati atau kelamaan berada di kamar mandi. Jadi aku sadar kalo aku masih bisa bernapas, tapi aku merasa kaya ga ada apa-apa yang masuk. Semacam tidak ada oksigen yang diikat. Dugaan ngawurku sih karena HB-ku yang hampir selalu rendah. Padahal HB berfungsi mengikat oksigen. Jadi kalo oksigen menipis (oksigen ya, bukan udara 😛 ) semakin sedikit pula oksigen yang bisa dibawa oleh darah.

Kembali ke kereta. Aku mulai sesak napas. Saat itu aku masih sempat memasang status di fesbuk, mengumpat kenapa kami ga dikasih waktu barang 15 menit aja biar KRL bisa ngetem di Cakung. Karena di st Cipinang itu tidak ada peron, jadi kami berhenti dalam keadaan pintu tertutup dan AC minimal. Pingin lompat keluar jadi ga bisa kan?! Yang bikin sebal, sempat kulihat salah satu dari 4 kereta yang mendahului kami adalah kereta barang tanpa peti kemas! Subhanalloh, rasanya kami dianggap lebih rendah daripada barang!

Ketika kereta jalan, aku merasa badanku mulai gemeteran. Rasanya pingin minta duduk, tapi apa alasannya?! Aku ga pernah pingsan. Bahkan saat saluran ovariumku pecah dan hampir kehabisan darah pun aku ga pingsan. Aku pernah mendengar kalo orang mau pingsan itu didahului dengan pusing. Sementara aku tidak merasa pusing, hanya lemas dan gemeteran. Tahan nur, tahan. Tinggal 3 stasiun lagi.

Lepas Klender, aku makin gemeteran. Rasanya tak tertahan lagi, tapi aku yakin diriku kuat. Saat itu tiba-tiba bapak-bapak di sebelahku berteriak: kasih duduk donk! Ada orang mau pingsan ini! Aku yang lemas masih menolak dan bilang, gapapa pak. Saya kuat! Tapi orang-orang memaksa duduk. Saat itulah, peristiwa paling menakutkan kedua dalam hidupku terjadi:

Kedua tanganku kaku! Semua jariku mengejang seperti orang stroke. Aku sama sekali tidak bisa menggerakkan kedua tanganku. Aku kaget. Panik! Takut! Orang-orang juga panik. Tangan kananku dipegang bapak-bapak, tangan kiriku dipegang mbak-mbak. Mereka bilang tanganku dingin banget. Aku lihat telapak tanganku yang putih memucat seperti tidak ada aliran darah disana. Mereka mengoleskan minyak angin dan memijat tanganku. Aku mencoba menggerakkan kedua kakiku, untunglah bisa! Aku takut sekali kalo sampai stroke. Masih muda kena stroke. Anak-anakku nanti bagaimana?

Alhamdulillah, seorang bapak yang berdiri di sebelah kiriku ternyata bisa urut. Dia memijat beberapa titik di lengan dan punggungku. Aku merasa kesemutan seluruh badan. Tanganku pelan-pelan mulai bisa kugerakkan. Warnanya mulai memerah tanda aliran darah sudah kembali. Bapak di sebelah kananku memberiku minum. St Klender Baru aku lewatkan. Orang-orang menyarankan agar aku ikut kereta balik. Tentu saja aku ikuti saran itu, wong berdiri saja belum mampu.

St Bekasi. Orang-orang turun, orang-orang naik. Mereka yang naik memandangku dengan heran. Wajah lusuh, jilbab berantakan, air mata masih mengalir sisa-sisa kepanikanku. Aku telpon mz nug sambil menangis. Ga kebayang jika hal buruk tadi terjadi. Ga ada saudara. Fuad sudah jauh di Kalimantan sana. Siapa yang bakal menjemputku? Uh, susah sungguh hidup sendiri tuh…

Besok sorenya, aku pergi ke klinik dekat rumah. Aku jelaskan permasalahanku, kekhawatiranku. Aku berkata bahwa aku tidak pernah punya asma (tapi kata dokter ternyata asma juga bisa muncul ketika dewasa). Dokter memeriksa jantungku, paru-paruku. Semua normal. Tekanan darah normal. Tidak anemia juga. Jadi?

Ibu harus olahraga!

Huahahaha… jadi aku kurang olahraga? Dugaan dokter, mengingat aku punya riwayat alergi juga (eh, sungguh ya, alergi itu penyakit sepele yang efeknya ga sepele), sebaiknya aku mulai menjalankan pola hidup sehat. Olahraga minimal seminggu 3 kali dan harus yang aerobik agar aliran darahku lancar. Pilihannya berenang, jogging, atau bersepeda. Banyak makan sayur hijau untuk melawan anemia.

Maka begitulah. Mulai sekarang aku harus diet (baca: jaga makanan) dan berolahraga. Beneran pingin ketawa. Selama ini aku sudah baca banyak artikel tentang olahraga di mommies daily dan juga blog mbak Ira. Aku pikir waktuku untuk menjalani itu masih jauh. Aku berencana untuk berolahraga dan mengatur makanan nanti pas di Malang dan ketika si kembar sudah disapih. Namun selain resign, ternyata olahraga pun tak bisa menunggu. Harus sekarang! Aku ga mau peristiwa kemarin terjadi lagi. Nakutin tahu!

Hari minggu pagi aku mulai dengan bersepeda 10 menit (btw sepedaan 10 menit itu ternyata jauh ya… aku hampir ngelilingin seluruh kompleks perumnas 😛 ) Ternyata detak jantung cuma 100/menit. Padahal targetku 140/menit. Yah, pelan-pelan dulu deh. Siangnya pas belanja ke foodmart, dari yang biasanya nyamber roti diskonan, sekarang ga tertarik lagi. Nyambernya yogurt donk! Huehehehe… Dahsyat juga ternyata efeknya. Semoga bisa istiqomah.

Jadi rencanaku adalah:

Minggu: sepeda 10 menit (sekalian lanjut belanja ke pasar)

Senin: nyobain aplikasi2 workout yang ada di android

Rabu: jogging 10 menit

Jumat: SKJ di kantor

Yang agak bingung memang soal mengatur jadwal di pagi hari. Harus bangun sebelum subuh! Huhuhu, beratnya. Doain saya sukses menjalaninya ya…

Oiya, nur menyelenggarakan give away persahabatan lho… Ikutan donk, biar rame… Hahahaha… *nasib blogger ga terkenal

Giveaway Persahabatan: Sayonara Jakarta

Kemarin, sesaat sebelum acara pelepasanku (ecieee… pelepasan) ada mbak senior dari lantai 16 yang nyeletuk: Kok perpisahannya sekarang sih? Kan masih dua bulan lagi? Kok tahu mbak? Itu, yang mbok tulis di blogmu itu…

Eaaa… silent reader ternyata *dadah dadah ke si mbake 😀

Lalu pas acara, ada lagi rekan kerja yang memention blog ini. Aih, kang pandu, saya kan jadi malu… :mrgreen:

Kesimpulannya, ternyata banyak juga temanku yang berbaik hati meluangkan waktu demi membaca curhatan ga penting di blog ini (yo iyo lah secara hampir tiap posting dishare di fesbuk 😛 )

Lalu tetiba dapatlah ide untuk memberikan kenang-kenangan kepada para pembaca blog ini. Jujur, mumpung masih di Jakarta juga sih… soale kalo sudah pindah ke tempat mblusuk di Malang itu, pastinya bakalan susah males nyari agen ekspedisi >.<

Giveawaynya gampang kok. Ga perlu pasang banner, ga harus punya twitter (paling sebel kalo ada giveaway yang mensyaratkan follow twitter, secara aku dan mz nug sudah sepakat untuk ga bikin akun twitter), dan ga harus like fesbuk (kan ga jualan ini, hehehe). Cukup jawab pertanyaan berikut di kolom komentar.

  1. Darimana kamu tahu blog ini?
  2. Masih inget ga, apa artikel pertama yang kamu baca?
  3. Blog ini kan umurnya hampir 6,5 tahun. Nah, diantara 396 post yang nangkring di sini, tulisan apa yang paling kamu suka?
  4. Ke depannya, kamu harap nur lebih banyak nulis tentang apa?

Udah sih, itu saja. Kalo mau nambahin saran-saran, nasehat, hujatan kritik, atau apa pun, juga dipersilahkan. Trus kalo sudah selesai menjawab, silakan memilih salah satu hadiah berikut ya…

1. Kokeshi ningyo 3 serangkai

IMG_20140520_200854
2. Kokeshi ningyo hitori dake (yang ini ukurannya lebih besar sedikit dari kokeshi yang paling besar dari 3 serangkai di atas, bahannya juga lebih berat)

IMG_20140520_200737

3. Jilbab segiempat raihan ukuran M (115cm) warna pink

IMG_20140520_201046

4. Jilbab segiempat raihan ukuran L (120cm) warna coklat

IMG_20140520_201017

Eh, kok hadiahnya buat cewek semua?! Hm… kalo ada cowok yang menang, aku berharap dia mau dikasih ini:

5. Voucher belanja Rp50.000 di Superindo

IMG_20140520_201219

Kalo ternyata ga mau juga? Atau vouchernya sudah ditag-in sama pemenang cewek? Hmm… itu urusan nanti lah. Kita bahas via japri. 😀 Yang jelas yang menang ga mungkin kusia-siakan… huehehehe

Oiya, syarat buat ikutan adalah teman blog ini atau rekan kerja atau teman fesbukku. Intinya aku ga mau ada orang nyasar yang tidak kukenal trus mentang-mentang ada giveaway trus tetiba ikutan demi hadiah. Emoh emoh emoh! Karena ini giveaway persahabatan, jadi mohon maaf nanti aku akan seleksi siapa saja yang bisa kusebut teman. Ini hak penyelenggara ya! Mohon dimengerti. Kalo ternyata aku ga kenal? Ya paling tidak pernah komen sekali, atau like sekali, atau follower blog ini lah (komen dll-nya sebelum ada post tentang giveaway ini ya…)

Pemenang akan ditentukan lewat undian. Jadi akan langsung ada nama dan hadiah yang keluar, biar aku ga pusing mikir. Kalo ternyata yang ikut giveaway ini ga sampe 5 orang (tahu diri deh, orang memang tidak terkenal) ya sudah, mari kita pikirkan lagi hadiahnya buat siapa. Hihihi…

Giveaway ini dibuka sampai tanggal 28 Mei 2014 pukul 12.00. Kenapa? Soalnya kalo sampe ada mbak kosku yang menang, aku bisa kasih langsung pas ketemuan tanggal 30 Mei (irit ongkir) Hahahaha…

Laki-Laki Dayus

Pagi tadi sebelum berangkat, sambil sibuk dengan semua printilan, aku ga sengaja dengar di teve lagi ada pembahasan tentang laki-laki dayus.

Eh, jayus?! *tetiba inget antok SMA 3 😛

Gayung bersambut, begitu sampe kantor, pagi-pagi si kiki sudah heboh patah hati bergosip tentang temen seangkatannya yang mau nikah. Kok heboh?! Soalnya menurut pengakuannya, sebelum pengumuman mau nikah itu, ni cowok terkenal alim, rajin ke masjid, celananya ngatung, pokokmen yang ikhwan banget gitu lah. Eh tetiba begitu mau nikah, tersebarlah di sosmed foto prewednya, dengan perempuan ga berjilbab, gaun off shoulder, peluk-pelukan. Shocking!

Karena dia pikir temennya itu bakalan menikah dengan seorang akhwat berjilbab lebar, via ta’aruf, endesbre endesbre…

Jadi, apa hubungannya dengan si gayus… eh, jayus… eh, dayus, tadi?!

Agak susah ternyata nyari penjelasan tentang dayus ini. Soalnya… rata-rata sumbernya bahasa malay bo! Beta tidak mengerti! 😆 Untung blog ini lumayan bisa dibaca. Itupun menyadur dari tulisan bahasa malaysianya. Baiklah, mari gabungkan dengan tulisan ini.

Nabi SAW bersabda :

ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه، والمترجلة، والديوث. رواه أحمد والنسائي
Artinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS” ( Riwayat Ahmad & An-Nasaie)

Wih, disejajarkan dengan durhaka ke ibu bapak lho… *dikutuk jadi batu Jadi apa sih dayus itu?

Sabda Nabi :

وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله
Artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata : “Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak” lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham erti orang yang ketagih arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : “Yaitu orang yang tidak mempedulikan siapa yang masuk bertemu dengan ahlinya (isri dan anak-anaknya) – ( Riwayat At-Tabrani)

Dan ini :

قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله
Artinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah ?. Jawab Nabi : Yaitu seseorang (lelaki) yang membiarkan kejahatan (berzina, membuka aurat, bergaul bebas laki perempuan) dilakukan oleh ahlinya (isteri dan keluarganya)

Simpulannya, dayus adalah adalah seorang suami atau ayah yang membiarkan kemaksiatan terjadi dalam keluarganya. Yaitu ketika dia melihat kemungkaran oleh anggota keluarganya, dia hanya diam saja dan tidak merubahnya. Lawannya adalah al-ghayyur, yaitu orang yang memiliki kecemburuan besar terhadap keluarganya sehingga dia tidak membiarkan mereka berbuat maksiat.

Dayus ini termasuk dosa besar. Karena Allah telah menetapkan suami sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, pemimpin atas anak dan istrinya, dan kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Dari Ibnu Umar radliyallah ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ

“Setiap kalian ra’in (penanggung jawab) dan masing-masing akan ditanya tentang tanggungjawabnya. Penguasa adalah penanggung jawab atas rakyatnya, dan akan ditanya tentangnya. Suami menjadi penanggung jawab dalam keluarganya, dan akan ditanya tentangnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Berikut beberapa ciri dayus menurut blog luar negeri:

  • Membiarkan kecantikan/aurat/bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu di kantor (jika bekerja) atau di luar rumah (mungkin maksudnya bajunya tipis atau terlalu ketat?!).
  • Membiarkan isterinya pulang lewat waktu dan tidak diketahuinya bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di kantor dan siapa yang menghantar.
  • Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuan dewasanya terlihat (tersingkap kainnya) ketika naik motor atau kendaraan yang menyebabkan aurat terlihat (sepeda?!).
  • Membiarkan anak perempuannya berkencan dengan tunangannya atau teman lelaki bukan mahramnya.
  • Membiarkan anak perempuannya berdua-duaan dengan pasangannya di rumah (pacaran di teras?!).
  • Menyuruh, mengarahkan, dan bangga bila anak perempuan dan isterinya memakai pakaian yang seksi di luar rumah (naudzubillah… amit-amit kalo ini mah!).
  • Membiarkan anak perempuannya mengikuti kontes kecantikan dan lain-lain yang memamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.
  • Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi artis dan berpelukan dengan lelaki lain, dengan alasan atas dasar seni dan akting semata-mata. Apakah selama berakting, nafsu seorang lelaki bisa hilang? Tidak sekali-sekali.
  • Membiarkan isteri bekerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna.
  • Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang ditoleransi oleh Islam seperti menyelamatkannya dari lemas dan yang sepertinya (kalo berdesak-desakan di KRL gimana ya?! *untung cepat resign 😛 ).
  • Membiarkan isterinya melahirkan dengan bantuan dokter lelaki padahal tidak dalam kondisi terdesak atau tidak punya pilihan. Jikalau memang terdesak atau tiada pilihan atau ada kasus darurat tertentu, maka ada keringanan dan bukan dayus.
  • Membawa isteri dan anak perempuan untuk diperiksa pada bagian auratnya oleh dokter lelaki sedangkan klinik atau rumah sakit tersebut mempunyai dokter wanita. Tidak pula dia berada dalam kondisi darurat.
  • Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sekantor tanpa sedikit pun rasa cemburu.
  • Membiarkan isteri sering pergi hanya bersama dengan sopir laki-laki tanpa pengawasan.

Duh, semoga para suami kita bukan termasuk suami yang seperti itu. Dan semoga kita bisa mendidik anak-anak laki-laki kita agar memiliki kehormatan dan harga diri serta memegang teguh ajaran Islam.

NB: Salah satu alasanku resign adalah tidak tahan dengan fitnah di tempat kerja. Ga munafik lah, kadang pas di rapat ketemu cowok cakep kan?! Atau masalah-masalah syubhat. Kadang juga muak kalo pas di kereta sebelahan dengan ibu-ibu yang menggelendot mesra ke bapak-bapak yang bukan muhrimnya (bisa disimpulkan dari percakapan mereka *sudah pernah dibahas sama suami) Jakarta oh Jakarta…

Galau Calon IRT

Masih galau juga ya…

Hehehe, tapi bukan galau yang “ragu” gitu sih… Kali ini galaunya lebih ke deg-degan…

Serius, ternyata mau jadi IRT itu lebih deg-degan daripada mau masuk kerja ya… (ya iya wong ikatan dinas, udah “hampir” jelas kerjaannya bakalan kaya apa aja)

Beberapa hari yang lalu, status fb ku berbunyi “puyeng…”. Menjawab pertanyaan temanku, aku jawab puyengnya bukan karena flu, tapi karena banyak banget yang mesti dipelajari.

Belajar apa emang?!

Belajar jadi Ibu Rumah Tangga yang baik!

Barangkali karena dalam resign ini ada sedikit “keterpaksaan“, makanya aku tidak punya banyak persiapan. Baru setelah baca tulisan temenku ini, aku kepikiran: Iya sih, aku udah mulai nyicil persiapan untuk kehidupan nanti. Tapi apakah aku sudah belajar untuk menjadi ibu yang baik?

Karena percuma donk aku resign dengan alasan demi anak tapi yang disiapin malah bisnis sesudah resign. Kalo gitu sama aja donk dengan ketika masih bekerja. Atau kalo sudah nemenin anak tapi kualitasnya gitu-gitu doank, sekedar “selalu ada mendampingi mereka” tanpa planning yang bagus, sama aja donk dengan anak-anak itu ditungguin ART.

Rugi kan?!

Makanya aku mulai bergerak mencari tahu tentang ilmu parenting, tentang ilmu menjadi ibu yang baik, sehingga kemudian berkenalan dengan metode montessory, komunitas ibu profesional, komunitas home scholling, ibu-ibu hebat di luar sana (tetiba sosok Astri Nugraha terasa tidak ada apa-apanya dibandingkan sosok mbak Kiki Barkiah 😛 ), dsb, dsb… lalu… puyeng deh! Hahaha

Betapa banyak hal yang aku belum tahu. Betapa banyak hal yang harus dipelajari. Dan betapa sempit waktu yang tersisa untuk mempelajari semua itu (sekalian pengumuman: SK saya sudah keluar teman-teman 😀 tinggal 2,5 bulan nih ngantor di Jakarta :mrgreen: )

Sejauh ini, hasil analisa ngawur saya, ada minimal 4 hal yang harus disiapkan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik 😛

1. Fisik yang kuat

Beda dengan kerja kantoran, hampir 80% pekerjaan di rumah itu berhubungan dengan fisik. Apalagi kalo yang diasuh ada balita. Apalagi dua yang terkecil adalah cowok kembar. Belum bisa merangkak saja si nashir udah kemana-mana (-__-!) Trus pingin berkebun juga kan? Jadi kekuatan fisik itu syarat wajib *tenggak habbatus sauda banyak-banyak

2. Ilmu yang luas

Dari ilmu agama, ilmu parenting, ilmu pendidikan, pengetahuan soal masak-memasak, berkebun, beternak, pertukangan, dsb.

3. Kemandirian

Karena suami jauh dan no ART, jadi memang harus bener-bener mandiri. Bisa naik motor dan nyetir mobil (punya ayah) bukan lagi keinginan, tapi kebutuhan.

4. Sabar, ikhlas, dan tawakkal

Sabar ngadepin anak-anak (jangan sampe karena kecapekan trus jadi singa arema), ikhlas dengan kondisi dan keadaan, tawakkal bila sudah berikhtiar sekuat tenaga.

Jadi, sampai saat ini kira-kira aku sudah memenuhi berapa poin ya?!

Aarrghhh… puyeng 😛

Hitomi/Mika ♥ Naoto

Suatu waktu pas lagi jalan-jalan ke golden truly, nemu stand yang ngejual pernik-pernik purezento. Berhubung saat itu lagi masa persiapan nikah sama mz nug, aku beli 2 bros. Maksudnya biar sepasang. Karakter ceweknya namanya “hitomi”, karakter cowoknya namanya “naoto”. Kenapa milih mereka? Alasannya: rambutnya mirip. Rambutku hampir sepanjang masa cuma pendek sebahu, mirip sama rambut hitomi. Sedang rambut mz nug pendek cepak kaya naoto. Tapi walau sudah kuberikan, tentu saja mz nug males masang bros unyu-unyu itu 😛 Jadilah aku yang menyimpan keduanya. Si hitomi sesekali kupakai buat bros jilbab. Sedangkan bros naoto ngendon aja di tempatnya sampe penitinya hampir karatan.

Bros yang nempel di jilbabku hari ini

Bros yang nempel di jilbabku hari ini

Lalu waktu-waktu berlalu…

Ga sengaja siang ini aku nyasar ke blog purezento, trus nemu penjelasan tiap karakter.

Naoto!
He is a wise guy. He does not speak too much except a valuable words. He only speaks when he thinks that it is needed. Although he does not speak too much, does not mean that he is a boring guy. His friends are often looking for him in time they have problems because Naoto is a good listener besides always gives good suggestions. His favorite color is black.

Waaahh, beneran mirip karakter abi! Kecuali warna favorit ya… kayane abi bukan penggemar hitam deh 😛

Hitomi!

She is sensitive, she has a high empathy on others. She hopes that she can always help poeple who need her help. Her favorite color is pink.

Huehehehe… aku sensitif tapi ga sebaik hati hitomi sih 😈 Kalo karakter, aku merasa pribadiku lebih cocok dengan mika

Mika!
She is a smart girl. She loves reading and writing. She is also good in analyzing things. Her self-assertive sets her to be someone who really knows exactly what she really wanna be: a journalist-be the first who finds the truth. she loves tosca color.

Walau aku juga ga se-smart itu sih… Hihihi. Kebetulan aku juga punya bros mika hasil dikasih mbak ayu.

Oiya, ini penampakan naoto dan mika yang kupunya. Ngambil dari blog orang di sini. Habisnya yang seri ini kayane udah ga diproduksi lagi.

Jadi, kalo kamu, ada karakter yang cocok dengan salah satu icon ini ga?! :mrgreen: