Laki-Laki Dayus

Pagi tadi sebelum berangkat, sambil sibuk dengan semua printilan, aku ga sengaja dengar di teve lagi ada pembahasan tentang laki-laki dayus.

Eh, jayus?! *tetiba inget antok SMA 3😛

Gayung bersambut, begitu sampe kantor, pagi-pagi si kiki sudah heboh patah hati bergosip tentang temen seangkatannya yang mau nikah. Kok heboh?! Soalnya menurut pengakuannya, sebelum pengumuman mau nikah itu, ni cowok terkenal alim, rajin ke masjid, celananya ngatung, pokokmen yang ikhwan banget gitu lah. Eh tetiba begitu mau nikah, tersebarlah di sosmed foto prewednya, dengan perempuan ga berjilbab, gaun off shoulder, peluk-pelukan. Shocking!

Karena dia pikir temennya itu bakalan menikah dengan seorang akhwat berjilbab lebar, via ta’aruf, endesbre endesbre…

Jadi, apa hubungannya dengan si gayus… eh, jayus… eh, dayus, tadi?!

Agak susah ternyata nyari penjelasan tentang dayus ini. Soalnya… rata-rata sumbernya bahasa malay bo! Beta tidak mengerti!😆 Untung blog ini lumayan bisa dibaca. Itupun menyadur dari tulisan bahasa malaysianya. Baiklah, mari gabungkan dengan tulisan ini.

Nabi SAW bersabda :

ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه، والمترجلة، والديوث. رواه أحمد والنسائي
Artinya : Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat (bermakna tiada bantuan dari dikenakan azab) mereka di hari kiamat : Si penderhaka kepada ibu bapa, si perempuan yang menyerupai lelaki dan si lelaki DAYUS” ( Riwayat Ahmad & An-Nasaie)

Wih, disejajarkan dengan durhaka ke ibu bapak lho… *dikutuk jadi batu Jadi apa sih dayus itu?

Sabda Nabi :

وعن عمار بن ياسر عن رسول الله قال ثلاثة لا يدخلون الجنة أبدا الديوث والرجلة من النساء والمدمن الخمر قالوا يا رسول الله أما المدمن الخمر فقد عرفناه فما الديوث قال الذي لا يبالي من دخل على أهله
Artinya : Dari Ammar bin Yasir berkata, ia mendengar dari Rasulullah SAW berkata : “Tiga yang tidak memasuki syurga sampai bila-bila iaitu Si DAYUS, si wanita yang menyerupai lelaki dan orang yang ketagih arak” lalu sahabat berkata : Wahai Rasulullah, kami telah faham erti orang yang ketagih arak, tetapi apakah itu DAYUS? , berkata nabi : “Yaitu orang yang tidak mempedulikan siapa yang masuk bertemu dengan ahlinya (isri dan anak-anaknya) – ( Riwayat At-Tabrani)

Dan ini :

قالوا يا رسول الله وما الديوث قال من يقر السوء في أهله
Artinya : Apakah dayus itu wahai Rasulullah ?. Jawab Nabi : Yaitu seseorang (lelaki) yang membiarkan kejahatan (berzina, membuka aurat, bergaul bebas laki perempuan) dilakukan oleh ahlinya (isteri dan keluarganya)

Simpulannya, dayus adalah adalah seorang suami atau ayah yang membiarkan kemaksiatan terjadi dalam keluarganya. Yaitu ketika dia melihat kemungkaran oleh anggota keluarganya, dia hanya diam saja dan tidak merubahnya. Lawannya adalah al-ghayyur, yaitu orang yang memiliki kecemburuan besar terhadap keluarganya sehingga dia tidak membiarkan mereka berbuat maksiat.

Dayus ini termasuk dosa besar. Karena Allah telah menetapkan suami sebagai pemimpin dalam rumah tangganya, pemimpin atas anak dan istrinya, dan kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Dari Ibnu Umar radliyallah ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ

“Setiap kalian ra’in (penanggung jawab) dan masing-masing akan ditanya tentang tanggungjawabnya. Penguasa adalah penanggung jawab atas rakyatnya, dan akan ditanya tentangnya. Suami menjadi penanggung jawab dalam keluarganya, dan akan ditanya tentangnya.” (Muttafaq ‘Alaih)

Berikut beberapa ciri dayus menurut blog luar negeri:

  • Membiarkan kecantikan/aurat/bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu di kantor (jika bekerja) atau di luar rumah (mungkin maksudnya bajunya tipis atau terlalu ketat?!).
  • Membiarkan isterinya pulang lewat waktu dan tidak diketahuinya bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di kantor dan siapa yang menghantar.
  • Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuan dewasanya terlihat (tersingkap kainnya) ketika naik motor atau kendaraan yang menyebabkan aurat terlihat (sepeda?!).
  • Membiarkan anak perempuannya berkencan dengan tunangannya atau teman lelaki bukan mahramnya.
  • Membiarkan anak perempuannya berdua-duaan dengan pasangannya di rumah (pacaran di teras?!).
  • Menyuruh, mengarahkan, dan bangga bila anak perempuan dan isterinya memakai pakaian yang seksi di luar rumah (naudzubillah… amit-amit kalo ini mah!).
  • Membiarkan anak perempuannya mengikuti kontes kecantikan dan lain-lain yang memamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.
  • Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi artis dan berpelukan dengan lelaki lain, dengan alasan atas dasar seni dan akting semata-mata. Apakah selama berakting, nafsu seorang lelaki bisa hilang? Tidak sekali-sekali.
  • Membiarkan isteri bekerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna.
  • Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang ditoleransi oleh Islam seperti menyelamatkannya dari lemas dan yang sepertinya (kalo berdesak-desakan di KRL gimana ya?! *untung cepat resign😛 ).
  • Membiarkan isterinya melahirkan dengan bantuan dokter lelaki padahal tidak dalam kondisi terdesak atau tidak punya pilihan. Jikalau memang terdesak atau tiada pilihan atau ada kasus darurat tertentu, maka ada keringanan dan bukan dayus.
  • Membawa isteri dan anak perempuan untuk diperiksa pada bagian auratnya oleh dokter lelaki sedangkan klinik atau rumah sakit tersebut mempunyai dokter wanita. Tidak pula dia berada dalam kondisi darurat.
  • Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sekantor tanpa sedikit pun rasa cemburu.
  • Membiarkan isteri sering pergi hanya bersama dengan sopir laki-laki tanpa pengawasan.

Duh, semoga para suami kita bukan termasuk suami yang seperti itu. Dan semoga kita bisa mendidik anak-anak laki-laki kita agar memiliki kehormatan dan harga diri serta memegang teguh ajaran Islam.

NB: Salah satu alasanku resign adalah tidak tahan dengan fitnah di tempat kerja. Ga munafik lah, kadang pas di rapat ketemu cowok cakep kan?! Atau masalah-masalah syubhat. Kadang juga muak kalo pas di kereta sebelahan dengan ibu-ibu yang menggelendot mesra ke bapak-bapak yang bukan muhrimnya (bisa disimpulkan dari percakapan mereka *sudah pernah dibahas sama suami) Jakarta oh Jakarta…

19 thoughts on “Laki-Laki Dayus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s