B’z

Jujur, tulisan ini hanyalah pengalih perhatian karena sebenarnya saya sedang tergila-gila pada Furukawa Yuki. Ga bisa lewat satu hari pun tanpa melihat wajahnya. Aaarrggghhhh!

Pernah nonton Beautiful Life (Takako Tokiwa-Takuya Kimura)?! Atau Buzzer Beat (Yamapi-Keiko Kitagawa)?! Atau Detective Conan The Movie: The Phantom of Baker Street?! Kalo udah, berarti udah pernah mendengar lagu “Konya Tsuki no Mieru Oka ni” atau “Ichibu to Zenbu” atau “Everlasting” yang jadi sountrack masing-masing film tersebut. Btw, ketiga lagu rock yang easy listening tersebut dinyanyikan oleh B’z. Adakah yang pernah mendengar nama grup rock ini?!

B’z (dibaca bizz) merupakan grup rock yang berdiri sejak tahun 1988. Iyap, 1988! Tua banget yak?! Bahkan Laruku aja kalah tua :p Walau namanya grup, tapi personilnya cuma 2 lho: Tak Matsumoto (si otak, gitaris, komposer, sekaligus produser) dan Koshi Inaba (vokalis dan penulis lirik).

Omong-omong, aku tadi sempat gugling dan belum nemu pembahasan tentang B’z ini dalam bahasa Indonesia. Wah wah, tak adakah yang ngefans mereka?! Padahal kalo kata wiki, B’z is one of the best-selling music artists in the world, the best-selling in their native Japan, having released 46 consecutive No. 1 singles, 25 No. 1 albums and sold more than 80 million records worldwide! Single-single mereka selalu menempati ranking 1 Oricon Chart. Ditambah lagi, pada tahun 2007, grup ini menjadi grup band pertama dari Asia yang mencetak handprint dan tandatangan di Hollywood’s RockWalk. Ckckck!

Buatku sendiri sih, dalam hati mengakui kalo duo ini dari segi produktivitas lebih konsisten dalam nelorin album dibanding Laruku. Dan suaranya om Inaba walau lebih tua dari om Haido tetep terjaga gaharnya sampe sekarang. Lalu entah kenapa, aku merasa sering banget mendengar nama Tak Matsumoto ini. Entah apakah emang dia pernah mbantuin dalam pembuatan album Laruku atau gimana, yang jelas sebagai komposer dan produser tentunya dia sudah sering mbantuin grup-grup band lain dalam membuat album.

Eh, ga lengkap ngomongin orang kalo ga nunjukin fotonya. Ini nih om-om yang udah tua tapi tetep gahar!

b'zYang pake baju putih om Inaba, yang pake baju item om Matsumoto. Gambar dari official website mereka di http://bz-vermillion.com/. Tampilan websitenya keren yak!

Moga sukses terus ya om… Sebagai bonus, berikut lirik lagu Konya Tsuki no Mieru Oka ni yang kalo diterjemahin agaknya jadi “malam ini, di bukit dimana kita bisa melihat bulan” (disana mau ngapain, om?! :D)

Tatoeba dou ni ka shite
Kimi no naka aa haitte itte
Sono me kara boku wo nozoitara
Ironna koto chotto wa wakaru ka mo

Ai sureba ai suru hodo kiri no naka mayoikonde

Te wo tsunaidara itte miyou
Moeru you na tsuki no kagayaku oka ni
Mukae ni yuku kara soko ni ite yo
Kakera demo ii
Kimi no kimochi shiru made konya boku wa nenai yo

(lirik dari http://www.animelyric.com, nyuplik hanya pada bagian yang dinyanyikan buat ost Beautiful Life)

If I were somehow 
Able to get inside you 
And peek at myself from your eyes 
I might be able to understand a few things

The more I love you, the more I get lost in the mist

Let’s go there, holding hands 
To a hill where the moon shines as if it’s burning 
I’ll come back for you, so just wait there 
I won’t sleep tonight 
Until I understand how you feel, even if it’s just fragment

Bahasa Gaul yang Merubah Imej

Err… bukan lagi mau ngomongin kaum alay. ^-^v

Aku lagi tertarik ngomongin bahasa gaul alias bahasa slang Jepang. Sejujurnya ilmuku dalam bahasa Jepang sangat minim, jadi kalo kamu pingin penjelasan, ya maaf aku ga bisa njelasin. Tulisan ini benar-benar murni curhat (nasib ga punya temen diskusi) jadi silakan di-skip aja.

Kalo nonton dorama atau anime berbahasa asli, aku suka tertarik dengan gaya bicara para tokohnya. Kebanyakan yang diucapkan mereka adalah bahasa slang, jarang banget pake bahasa resmi. Ya iya lah, kita sendiri kan lebih enak ngobrol pake bahasa informal.

Kemarin setelah aku nonton kembali Long Vacation, aku baru sadar bahwa (kayane, semoga aku benar) bahasa slang/bahasa gaul mereka itu sama seperti kita, akan berubah sesuai perkembangan jaman. Ada istilah-istilah di LV yang jarang aku dengar di era sekarang. Pun banyak kata di era sekarang yang ga pernah aku dengar di dorama tahun 90-an. Jadi entahlah apakah di Jepang sendiri makin lama makin alay kaya kita atau gimana.

Yang menarik juga, adalah bahwa bahasa gaul untuk cewek berbeda dengan bahasa untuk cowok (kalo ini sih sudah tahu dari dulu). Makanya kadang ada cewek yang menyamar jadi cowok atau sebaliknya, ketahuan gara-gara keceplosan kata yang biasa dipakai oleh lawan jenis. Inilah yang akan sulit ditangkap kalo kita baca terjemahan. Dan aku suka banget dengan gaya bahasa para cowok yang agak-agak kasar itu. Hanya dari diksi saja, sudah kelihatan aroma maskulinnya (kaya apa juga aroma maskulin). Apalagi dari pengucapan. Akhiran “-na” itu di kupingku terdengar gagah sekali. 😳

Pertama kali tertarik merhatiin perbedaan bahasa ini adalah gara-gara logat si Chiaki-sama. Tau kan Chiaki-nya Nodame Cantabile itu kadang over pede terhadap kemampuannya dan menganggap dirinya lebih dan “memang harus lebih” daripada yang lain. Nah, ternyata Chiaki itu suka nyebut dirinya “Ore-sama”. Misal pas ngajakin Nodame pergi ke luar negeri, dia bilang kalo sampe Nodame menolak ajakan Ore-sama ini, dia ga bakalan maafin Nodame lagi. Kata “ore” biasa dipakai laki-laki untuk nyebut dirinya sendiri (kalo cewek atashi), tapi akhiran “sama” itu biasanya digunakan untuk memanggil orang yang sangat dihormati. Jadi saat Chiaki menyebut dirinya sendiri dengan akhiran “sama”, aku langsung mendelik: arogan banget sih ni orang! Tapi aku sukaaaa…. Hahahaha

Nah, kemarin aku akhirnya mendapat file Itazurana Kiss Love in Tokyo dari Kiki, langsung 5 episode (hamsahamnida chingu…). Ternyata seperti kebanyakan orang yang menolak Naoki versi ini dan bilang “ga pantes”, hingga selesai nonton episode 1 aku juga eneg dengan si adek manis. Yah bayangkan, laki-laki berkulit putih, berwajah mulus, dengan telinga bersemu merah, rambut yang halus, dan noda bintik di dekat hidung! Persis bayi ga sih?! Alih-alih melihat sebagai cowok, aku benar-benar melihatnya sebagai anak-anak! Bahkan aku lebih suka suara dan gaya bicara sang second lead, Kin-chan. Namun setelah jalan episode 2 dan 3, dimana Naoki mulai banyak omong dan ada adegan marah-marah, aku lama-lama jadi bilang… “wah, ni orang ‘laki’ juga!”. Hanya dari diksi, imej si adek bayi langsung berubah!

Jadi begitulah, bagaimana sebuah bahasa bisa merubah imej orang. Kok baru nyadar ya?! Padahal dari bahasa kan emang langsung ketahuan asal dan sifat. Seperti aku yang dicap kolokan sama atasan, dikatakan lebih kekanakan daripada teman seangkatan masuk kerja yang padahal berselisih 3 tahun lebih muda dariku. Hadeuh…

Itakiss dan Adek Manis

Masih inget dengan Itazurana Kiss?! Dorama yang dibintangi oleh Takashi Kashiwabara itu sempat bikin heboh jaman aku sekolah dulu. Banyak temenku ngefans sama si Takashi, ngefans sama pipi chubbi-nya. Cuma aku kok datar-datar aja ya?! Lebih cinta mati sama om Kimutaku kayaknya…

Nah, di tahun 2013 ini, Jepang kembali menghadirkan dorama Itazurana Kiss dengan versi yang baru. Iya sih, soalnya Itakiss ini sudah diremake di Taiwan dan Korea dengan hasil (yang kata orang-orang) mengecewakan. Awalnya banyak juga yang pesimis dengan versi 2013 ini. Namun ternyata dorama yang diberi judul Itazurana Kiss: Love in Tokyo tersebut berhasil membuat banyak orang jatuh hati, even mereka yang sudah pernah menonton Itakiss versi Kashiwabara. Aku sendiri belum nonton, tapi mengikuti sinopsisnya dengan setia di blog Hazuki-chan. Menurutku?! Bagus bangeeett!! Walau cuma baca sinopsis, hatiku deg-degan dan kayane memang versi baru ini jauh-jauh lebih seru dan lebih dapet chemistry-nya. Aduh, aku kok ga pandai meracuni gini ya?! Tapi monggo dicoba deh, baca satu-satu, dijamin ketagihan!

  1. Love in Tokyo episode 1
  2. Love in Tokyo episode 2
  3. Love in Tokyo episode 3
  4. Love in Tokyo episode 4
  5. Love in Tokyo episode 5

itakiss

Sementara baru sampe episode 5 karena memang saat ini sedang tayang di Jepang sana. Selain cerita  dan chemistry para pemainnya, aku juga jatuh sayang sama si adek manis pemeran Naoki. Tuh, di poster atas, hidungnya mengingatkanku pada idolaku yang lain: Kenichi Matsuyama. Dan ternyata, si Yuki Furukawa ini ga jauh-jauh kok umurnya dariku. Dia kelahiran 87. Awet muda ya! Oiya, Yuki-chan juga fasih ngomong English dan Nihonggo karena lama tinggal di luar negeri. Wow! Tapi baru sekedar jatuh sayang aja sih, soale wajahnya terlalu imut buatku :p

Yuki_Furukawa-p1Adek manis

Dibalik Angka Tiga

Hah?! Nur hamil lagi?! Hamil yang kelima ya?! *plak (tampar Uda)

Eh, denger-denger anaknya nur kembar ya?! Wah, sebentar lagi saingan ma saya donk… *bruk (timpuk mas Eka) -lagian sapa juga yang mau saingan jumlah anak :p –

Emang nargetin 3 ya?! Iya, emang kenapa?! Jarang-jarang gitu ada orang nargetin tiga… 🙄 -trus masalah gitu, Kang?!-

Heran deh, ni yang nyerewetin aku kok malah para bapak-bapak muda sih?! *lempar-bom-satu-satu

Memang sih, sejak menikah, aku kok kayane hamil tiap tahun. Hahaha. *ketawa-miris *sungkem-sama-penyusun-jadwal-DL Menikah di akhir tahun 2010, tahun 2011 nindy lahir, tahun 2012 aku KET, tahun 2013 aku hamil lagi. Agak ga enak sama orang kantor karena aku jadinya menolak DL ke luar Jawa (eh, menolak DL yang harus pake pesawat sih) dan menghilang dari kantor selama 2 minggu (pas KET) atau 3 bulan (pas lahiran). Beban kerjaku jadi terpaksa ditanggung teman-teman yang masih single. Maaf ya man-teman…

Sebenarnya, dalam hati aku ingin ideal seperti kisah ibuk. Ibuk menikah umur 23, umur 24 melahirkan aku, umur 28 melahirkan adikku. Anak cukup 2 dengan selisih usia 5 tahun sesuai ketentuan KB :p Tapi kenyataannya, aku menikah umur 25, meleset 1 tahun dari targetku umur 24. Jadi ga bisa mewujudkan keinginan hamil di usia 25, 27, dan 29. Aku sendiri memang ingin punya 3 orang anak sebelum berumur 30 tahun. Alasannya banyak:

  1. Di atas umur 30 tahun, stamina seorang perempuan sudah beda. Yah, kalo ga salah sih batas idealnya bisa sampe umur 35, tapi aku kan males ambil resiko. Lagipula kalo tutup pabrik (bukan tubektomi lho ya) di usia 30-an kaya ibuk, jadi enak seterusnya tinggal fokus nggedein anak. Di bawah umur 30 tahun juga wanita masih punya sifat kekanakan, jadi pas lah kalo mau main seru-seruan ma anak. Eh tapi kalo melihat watakku agak ragu juga sih setelah umur 30 apakah aku sudah bisa bersikap dewasa. Wkwkwkw…
  2. Aku melihat selisih umur aku dan adekku terlalu jauh. Umumnya dalam jarak 4-5 tahun itu kurikulum sekolah sudah jauh berubah. Sayang banget kan beli buku mahal-mahal tapi ga bisa dipake oleh adiknya *emak-pelit Sedang kalo selisih 3 tahun, ga kuat bayar sekolahnya euy… Jadi idealnya ya selisih 2 tahun lah…
  3. Aku melihat kalo cuma 2 bersaudara kaya aku ma adikku, jatuhnya jadi posesif… Sedang kalo kebanyakan kaya keluarga mz nug, jatuhnya jadi agak kurang memperhatikan karena yang harus diperhatikan banyak. Jadi menurutku 3 adalah jumlah yang ideal.
  4. Asline mz nug pingin 4, tapi kan anak ke 4 tidak ditanggung negara. Ga dapet ASKES, ga masuk hitungan PTKP. Makanya ambil jumlah maksimal aja lah biar enak. *nyari-praktis 😀

Yah, begitulah kenapa aku pingin punya 3 anak. Semoga si kembar ini sehat seterusnya… Jadi udah ga perlu hamil lagi. Amin… :mrgreen:

Btw, walau ga nyambung, aku juga paling suka Ultraman Tiga. Kisah cinta Daigo-Rena yang menghasilkan anak bernama Hikari (eh, aku donk, hikari, hehehe) itu belum pernah kutemui di seri ultraman yang lain. Ultraman yang paling drama banget, dengan ending cerita yang juga menarik. Apalagi pemeran Daigo ini adalah Hiroshi Nagano, anggota V6, boy band Jepang yang menghasilkan lagu-lagu bagus semacam ‘Change The World’ yang menjadi soundtrack anime Inu Yasha. Trus kata “tiga” yang maksudnya adalah tiga bentuk perubahan Ultraman Tiga, benar-benar diambil dari bahasa Indonesia “tiga” lho! Makanya banggalah berbahasa Indonesia! 😀

Daigo_Rena_PhotoUltraman yang pacaran dan akhirnya menikah dengan rekan sekerjanya 🙂

School Rumble

Kqkqkq…

Tidak ada kata selain ngikik. Aku kenal manga ini waktu kerja di Paperbook. Dia diterbitkan berseri dalam majalah komik cowok “shonen magz” (kalo ga salah inget). Banyak yang ga ngerti dengan manga ini, menganggapnya aneh, ga menarik, dan sederet penilaian negatif lain. Tapi buatku, School Rumble adalah salah satu manga terlucu yang pernah aku baca. Walau memang untuk mengerti kelucuannya harus capek-capek dan susah payah jungkir balik membaca semua catatan samping (yah, catatan ini ditulis di luar border pinggir) yang ditulis dengan font kuecil-kuecil itu. Eh, plus menerima dengan lapang dada semua keanehan ga masuk akal yang terjadi di manga ini. Huehehehe….

Setelah bekerja, tak kusangka temanku punya DVD animenya. Aku pun meminjam untuk menontonnya di laptop dan mulailah aku ngikik tiada henti selama seminggu. Kalo ga salah, DVD itu memuat season 1 dan 2. Sayang, waktu itu aku ga ngesave karena kupikir puluhan episode itu hanya akan menuh-menuhin memori lappie. Lagipula nanggung karena cerita anime-nya berakhir menggantung. Sedang sekarang aku sudah males nyari DVD atau donlodan lagi.

School Rumble sendiri mengisahkan tentang cewek, imut, kekanakan, polos, lemot, dan agak-agak bodoh bernama Tsukamoto Tenma yang naksir habis dengan cowok aneh bin ajaib namun super multi talented dan ternyata merupakan seorang mangaka terkenal bernama Karasuma Ouji. Sebenarnya, ada laki-laki yang naksir mati-matian dengannya, yaitu cowok berwajah sangar, berkelakuan kasar, bodoh, suka berkelahi, namun aslinya berhati lembut bernama Harima Kenji. Tenma punya adik perempuan bernama Tsukamoto Yakumo yang berbeda jauh dengan kakaknya, merupakan gadis yang dewasa, pintar, kalem, lemah lembut, dan diam-diam sebenarnya bisa berbicara dengan hewan (eh?). Karena suatu kejadian maka si Yakumo ini malah naksir Harima, kalo ga salah karena belum tahu aja Harima itu aslinya kaya apa. Selain cinta segitiga ini (yang sungguh, asline ga fokus ke cinta segitiga kok) School Rumble juga diramaikan oleh teman-teman sekelas Tenma yang menyuguhkan jalinan cerita ruwet akibat kesalah pahaman tiada henti. Sebagai gambaran, hubungan mereka dapat dilihat dalam chart berikut:

school rumble chartLihat kan?! Yang dicintai Karasuma itu nasi kare?! Huahahaha….

Satu yang cukup menyentuh hatiku adalah kisah cinta Sawachika Eri, gadis blasteran Amerika-Jepang yang cantik dan diidolakan banyak cowok. Dia merasa kesepian karena selalu merasa cowok-cowok itu hanya menyukai wajah cantiknya dan tidak akan bisa mencintai dirinya secara tulus. Pokoknya serba ribet. Suara hati Eri ini dituangkan dalam salah satu ending song anime, yang dinyanyikan sendiri oleh pengisi suara Eri. Lagunya melow dan lumayan bagus sampai pernah kujadiin ring tone hapeku. Judulnya “Feel My Feeling”. Beginilah translate-nya berdasarkan situs animelyrics.com:

A boy’s heartfelt confession
It’s not that I hate that sort of thing, but then, you know…
Before I know it there’s a huge crowd staring at me
There’s no hard feelings, but, you know…

No matter how many people like me, I can’t decide
I have no idea what I should do
But, it’s fine, Isn’t it better that way
Until I find my true love?

Feel my feeling, the only one like it in the world
Be my being, with my very own color
I’ll paint an extraordinarily gorgeous sky

A girl’s jealousy of me
It’s not that I hate that sort of thing, but, the truth is
When I get such a refined love letter
It’s, “Thanks… but, uh, sorry.”

It’s not because the passion is cooling any
And it’s not because I’m running away in shyness, either
Something like true love is absolutely
More complicated than that, right?

Feel my feeling, Something like “I love you”
Be my being, Someday even I
Will sing an extraordinarily beautiful love song

Maybe deep down in my heart
I’m a bit lonely
I’m calling somebody
Maybe… perhaps it might be him

Feel my feeling, the one so precious to me
Be my being, with my very own color
I will sing an extraordinarily beautiful love song

Yah, ternyata walau berwajah cantik belum tentu bahagia ya. Oiya, Eri ini akhirnya berkisah dengan Harima. Tentu saja kisahnya penuh dengan pertengkaran tapi manis aja gitu lihat mereka bertengkar. Hehehe. Gimana ga manis wong walau musuhan kaya anjing sama kucing, mereka punya panggilan khusus untuk masing-masing. Harima manggil Eri dengan sebutan “Ojou” (tuan putri-istilah dalam geng Yakuza) sedang Eri memanggil Harima dengan sebutan “Hige” (aku lupa apa artinya). So sweet banget kan?!

Btw, selain “feel my feeling”, soundtrack animenya memang unik-unik karena bercerita tentang masing-masing karakter dan dinyanyikan oleh para pengisi suara anime. Silakan dicari kalau berminat.

Saat ini aku lagi mencoba menamatkan chapter 22, chapter terakhir dari kisah School Rumble. Aku baca di manga reader jadi belum tahu akhirnya. Semoga happy ending.

Oiya, aku ngefans Harima. 😆

(inti seluruh postingan ini adalah kalimat terakhir :D)

Tahniah!

Hari Sabtu kemarin, saat itu aku baru bangun tidur siang. Begitu nongkrong di depan tv, aku langsung request ke mz nug yang sedang pegang remote: Oprah donk… Channel pun berpindah ke metro tv. Dasar pelupa, tentu saja Oprah belum tayang wong jam baru menunjukkan pukul setengah satu. Metro tv sedang menayangkan sebuah liputan tentang komik lokal. Aku segera tertarik waktu lihat sekelebat gambar yang sangat aku kenal. 5 Menit Sebelum Tayang! Wah, 5MST dibahas di metro. Ada apakah gerangan?!

gambar dari makko

Setelah memelototi tayangan sampai habis, barulah aku paham. 5MST dapat penghargaan! Saking terharunya, aku sampai berkaca-kaca. Bagaimana tidak?! Komik Indonesia dapat penghargaan internasional! Aku sampe nerocos ke mz nug njelasin ini itu tentang komik ini. Tentang Makko. Tentang komik-komik Indonesia. Sayang sih, karena terlambat nonton, aku ga terlalu ngeh penghargaan apakah yang dimaksud. Intinya dapat penghargaan internasional aja, aku udah ikut bangga bukan main!

Karena masih penasaran, maka hari Senin pagi aku langsung browsing mencari kepastian berita dimaksud. Hasil pencarian mbah google di peringkat atas membawaku ke halaman berita kompas ini dan juga laman berita yang lain ini. Ternyata, 5MST meraih Silver Award dalam International Manga Awards. Uwwooooww!!! Tambah joget-joget koprol. Walau dapatnya silver, tetep aja keren kan?! Selamat buat Muhammad Fathanatul Haq dan Ockto Baringbing. Honto ni sugooooiii desu neee

Lanjut, aku pun meluncur ke Makko dan membaca habis kisah petualangan 2 orang pencipta 5MST ini selama diundang ke Jepang. Mupeeeng banget lihat rute perjalanannya. Ngubek-ngubek Kyoto, menjelajahi museum-museum anime terkenal, dan bertemu sensei-sensei para master komik. Hyaa… pingin ngikut! *ga-mungkin

Buat yang pingin membaca kisah lengkap komik 5MST, monggo berkunjung ke sini. Tapi daftar jadi anggota dulu biar bisa baca lengkap semua halamannya.

BTW, Matto, si ilustrator 5MST ternyata (kayane) ikhwan banget. Cakep dan kalem pula! Jadi diam-diam ngefans… Hihihi *berdoa-semoga-tulisan-ini-tidak-dibaca-suami :mrgreen: Dan ternyata, Ockto, sang penulis cerita 5MST, ngefans berat sama Urasawa Naoki dengan 20th Century Boys-nya. Hyaaa, pantesan waktu baca 5MST, aura Urasawa Naoki-nya dapet banget! :p

 

PS: judul tulisan ini pake kata “tahniah”, maksude bahkan negara tetangga pun ngasih selamat gitu *ga-penting

Long Vacation

Kemarin, waktu libur Nyepi, aku ga sengaja nyetel Indosiar (sudah lama sekali ga nonton Indosiar sampe baru tahu kalo klip logonya berubah :p). Nyasar nonton episode pertama K-drama Rooftop Prince. Jadi hari ini karena penasaran dengan kelanjutan ceritanya, aku membaca habis recapsnya di Kutu Drama. Menarik. Walau tetap tak membuatku tertarik untuk nonton. Lalu terus apa hubungannya dengan Long Vacation?!

Ini karena ada salah satu adegan di K-drama itu yang mirip banget dengan salah satu adegan Long Vacation. Bahkan merupakan adegan Long Vacation paling memorable di kepalaku. Yaitu saat pangeran Yi Gak yang sudah yakin bahwa Park Ha telah meninggalkannya, membakar kembang api di atas atap untuk melampiaskan kesedihannya. Dan kemudian Park Ha muncul, bertanya kepada Yi Gak kenapa Yi Gak menghabiskan kembang api itu sendirian. Mereka kemudian menyadari perasaan masing-masing, lalu berciuman, berlatar lukisan besar bergambar pantai. See?! Maaf kemalasanku untuk mencantumkan link di episode berapa adegan itu terjadi, males ngubek-ngubek lagi. Tapi saat membaca adegan itu, aku tidak bisa melepaskan kenanganku dari adegan Minami yang datang terengah-engah, ekspresi kaget Sena saat melihat Minami, kembang api yang terbakar seperti air mancur, Sena dan Minami berciuman, serta billboard besar bertuliskan “Don’t Worry be Happy”. (nulis sambil berkaca-kaca ndengerin “missing you” dari MP3)

Sudah lama aku menyebut Long Vacation sebagai dorama terbaik sepanjang masa. Bukan saja karena ceritanya, atau lagu-lagunya yang menawan, tapi juga kenangan yang menyertaiku sepanjang dorama tersebut tayang. Perasaaan haru biru yang ditimbulkan Long Vacation belum pernah tergantikan oleh dorama lain.

Tak usahlah aku bercerita tentang isi dorama ini. Ini adalah kisah cinta Minami yang model “senior” dengan pianis muda bernama Sena yang berbeda usia 6 tahun dengannya. Long Vacation lebih menyenangkan untuk ditonton, karena beragam ekspresi tak terlukiskan para pemainnya (Minami yang suka menutupi kesedihannya dengan sikap kekanakan, senyum malu-malu Takuya Kimura yang khas banget -senyum sambil menelengkan sedikit kepalanya ke kanan- kyaaaaaa… *meleleh) juga musik-musik yang mengiringi tiap adegan itu tidak bisa diceritakan. Sama seperti Nodame yang lebih enak ditonton karena adegan komedi slapstick dan ekspresi konyol para pemainnya serta deretan lagu klasik itu tentunya. Long Vacation juga bukan tentang “akhirnya Minami jadian ma Sena”, tapi bagaimana para anak muda yang terjebak dalam kestagnanan hidup yang seolah tanpa harapan, berjuang mencari jalan keluar dengan cara mereka sendiri. Setiap karakter di sini berkembang dengan sangat menarik. Sederhana dan begitu real.

long vacation

Ada satu kekesalan yang sudah lama terpendam namun entah kepada siapa akan kuceritakan terkait komentar atas dorama ini. Aku sering mendengar beberapa orang berkata, sayang ya kok akhirnya Sena sama Minami yang jelek, bagusan sama Ryoko. Ih, gemes banget deh. Emang kenapa kalo cewek ga-cantik dapet cowok tampan?! Emang kenapa sih kalo cewek berumur dapat cowok lebih muda?! Emang kenapa juga kalo cewek berantakan dapet pasangan yang kalem?! Aku sering membandingkan diriku yang hampir sama dengan Minami: ga-cantik, berantakan. Antara aku dan mz nug juga aku yang lebih berantakan suka naruh baju dan handuk basah sembarangan. Lalu mz nug akan menggerutu sambil menaruh handuk tersebut di rak. Bukankah yang seperti ini yang namanya saling melengkapi?! Apa iya semua cerita harus berjalan dengan dengan plot cowok cakep tajir tapi sengak berjodoh dengan cewek miskin imut yang bodoh tapi baik hati?! *nyinyir