Perayaan 6 Tahun Nge-blog

Tanggal 28 kemarin. Dan asline ga ada perayaan. :p

Bahkan kalo ga diingetin sama wordpress, aku pasti lupa deh kalo ada anniversary blog. Hahaha… *puk2blogsendiri

Sejauh ini masih tetep jadi blogger anonim, lebih suka jadi silent reader tanpa meninggalkan jejak. Entahlah kenapa aku males bersosialisasi. Padahal dulu sempet bisa deketan ma blogger lain yang murni kenal via blog, tanpa pernah ketemu di dunia nyata semacam mas gempur dan wijna. Sekarang ada mbak Fascha, tapi kok ya masih males aja buat rutin ber-say hai. Mungkin nanti akan ada waktunya (amin…)

Stat tertinggi sampe saat ini pas posting hagemaru tips. Secara mengejutkan postingan mengenai random review dan cerita kehamilan si kembar trimester ketiga malah jadi tulisan yang sering dicari orang selain bahasa bunga dan ayam goreng daging tikus.

Oiya, baru nyadar juga kalo masa aktifku di wordpress hampir bersamaan dengan masa kerjaku. Ya iya, karena sejak kerja jadi akrab ma internet gratisan. So, mari kita tutup postingan ini dengan foto narsis bersama teman-teman kantor.

Sudah lebih dari 6 tahun bekerja di sini. Ini ada 7 perempuan, 4 diantaranya sudah menikah, 2 diantaranya sudah punya anak. Ayo ayo tebak tebak buah pisang, mana sajakah yang masih bujangan?! :mrgreen:

Sudah lebih dari 6 tahun bekerja di sini. Ini ada 7 perempuan, 4 diantaranya sudah menikah, 2 diantaranya sudah punya anak. Ayo ayo tebak tebak buah pisang, mana sajakah yang masih bujangan?! 😀

Mari Kita Sebut: Perayaan Anniversary yang (Hampir) Telat

Sebel deh sama kantor. Tiap aku lagi mau ngerayain sesuatu kok ya malah selalu ada rapat! :p

Masih inget banget ultah mz nug di bulan Mei lalu yang gagal kurayain gara-gara harus nge-handle rapat di hari H-nya. Eh, ternyata berulang lagi dengan peringatan hari pernikahan. Kali ini terganjal karena diundang rapat oleh unit seberang. Padahal keinginanku cuma sederhana: ngabur makan siang berdua sama mz nug. Tapi kok ya keinginan sesepele itu ternyata susaaah banget terpenuhi. Itulah sebabnya aku senewen dan ngotot bikin rainbow cake di hari itu. Basecake-nya kubikin subuh-subuh, creamnya kubikin sepulang kantor. Riweuh! Tapi gapapa deh, daripada ga ada “sesuatu” sama sekali. :p

Saking gemesnya aku pun berdoa, semoga ada satuuu aja kesempatan dimana aku bisa menikmati waktu berdua dengan mz nug, sebelum bulan November ini berakhir. Aku memang ga mau ngambil waktu weekend karena merasa bersalah kalo ngurangin jatah waktu buat nindy. Aku pernah melakukannya ketika ngabur ke closing ceremony Jak-Japan Festival di Monas. Ternyata aku ga enjoy. Jadi mending sedikit korupsi waktu kantor daripada korupsi waktu untuk rumah. (PNS-tidak-teladan)

Dan akhirnyaaa… doaku terkabul. Berawal dari tertahannya aku di kantor oleh kerjaan hingga terpaksa pulang sedikit lebih larut (setengah 6 kok udah bilang larut sih! malu sama yang pulangnya lebih malam!). Aku minta mz nug njemput ke kantor saja. Kami baru keluar kantor sekitar pukul 17.34. Baru masuk Rawamangun, hujan mulai turun. Aku usul ke mz nug, maghriban di jalan saja (aku sendiri ga sholat karena lagi dapet *curang). Rencananya mau sholat di masjid deket Tiptop saja yang bagus dan bersih. Namun karena baru nyampe depan UNJ hujannya tambah deras, akhirnya kami memutuskan sholat di masjid dalam gang di deket Nasi Uduk Kebon Kacang.

Kebetulan, sambil nunggu mz nug, aku jadi bisa mampir ke toko herbal favoritku di deket situ (btw, di sini obat-obatan herbal diskonnya luar biasa lho! *iklan) Begitu selesai, eh kok mz nug ngajakin sekalian mampir aja ke Nasi Uduk Kebon Kacang-nya. Wah, gayung bersambut. Udah kehujanan+kelaperan diajak makan ditraktir pula. Siapa yang ga mau?! 😀

Karena lantai bawah penuh, kami pun naik ke lantai atas. Ternyata di situ kami sendirian, jadi sempatlah berfoto sebentar. Maaf kalo fotonya ngaco, karena kami sebenarnya sama-sama pemalu *halah

Mz nug yang sok cool dan istrinya yang kulu-kulu. Maklum udah kehujanan, seharian ga ketemu air wudhu pula. Jadi maaf kalo foto sudah sedikit diedit demi kesehatan mata pembaca. 😆

Trus foto makanannya mana? Ampuun… orang lauk belum datang aja aku sudah habis nasi 1/4. Laper luar biasa! Kami pesan sayur asem (terfavorit nih! tapi kata mz nug enakan punya mas miskun yang kubawa kemaren *yang dapet konsumsi rapat malah ga makan), ayam goreng (keciil euy!), paru goreng (keciiil juga.. T-T), teh manis anget dan juz alpukat (standar). Ditambah nasi uduk dan ayam dibungkus buat mbak prih, total kerusakan sekitar 60 ribuan. Puas lah! Kan tujuannya emang pingin punya waktu buat berdua. Hehehe.

Nyampe rumah, ternyata si anak kecil udah nungguin. Maaf ya, nduk… :p

ni nen

10:05 AM fairuz.darin: assalamu’alaykum
10:06 AM happy anniversary ya nur.. all the best f0r y0u and y0ur family.. 🙂
Hebat ya, ada teman yang inget tanggal akad nikahku. 121110. 😀
Alhamdulillah. Sudah 2 tahun. Ingiiin sekali menulis banyak hal, tapi apa daya kerjaan kantor sedang menggila. Tidak ada yang spesial untuk merayakan, hanya 1/2 resep rainbow cake yang kukira gagal pada awalnya namun ternyata enak sekali rasanya. Lain kali akan kutulis resepnya (kalo inget).

Maaf ya, yang difoto cuma sisanya 😀
Semoga keluarga kecil ini semakin bahagia. Semua anggotanya sehat jauh dari penyakit. Semoga makin kompak dan selalu akur. Dapat selalu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah di dunia dan akhirat. Amin…

Pensieve

Akhir kelas 3 SMA.
“Dia menungguku di balik tirai hujan. Aku percaya.”

Diary Juli 2007.
“Entah mengapa, aku merasa dirimu begitu dekat.”

2008. Wanita lajang bekerja yang tak kunjung menyebut nama pria dari mulutnya.
“Ibuk pingin, kamu nanti nikah sama temanmu saja…”
Duhai ibuku sayang, teman siapakah yang engkau maksudkan?!

Diary 26 Oktober 2009
Sampai sekarang, aku masih ingat mimpi itu.
Mimpi yang begitu jelas, yang terasa begitu nyata
Mimpi yang memberikan harapan, sekaligus membawa pertanyaan besar
Benarkah? Siapakah?
Aku bergayut manja pada bahu kanannya…
Tidak, tidak mungkin aku bergayut pada selain muhrimku
Dan dia menidurkanku dengan tenang dan sabar
Dia, teman mas Mocha
Yang bisa berdiskusi mesra dengannya
Kenapa mas Mocha, aku juga tidak tahu
Apalagi pertanyaan besar, “Siapakah dia?”
Aku sama sekali tak mampu menjawabnya
Hanya Dia yang punya kuncinya
Apakah benar mimpi itu kan mewujud nyata?!
Wallahu ‘alam bi showab…

Akhir Februari 2010. Selepas dari STEI. Pada hujan yang turun rintik-rintik membasahi bumi. Siluet tubuhnya jauh di depanku.
“Dia kakak kelas di paper book dulu”.

Kesadaran yang tumbuh tiba-tiba. Kepingan-kepingan mozaik yang begitu pas. Mimpi itu, harapan itu, dan hujan yang menyempurnakannya…
“Mas kenal mas Mocha?!”
“Iya, kenal…”

Tuhan, jika jodohku telah datang, maka tunjukilah diriku.

Hari ini setahun yang lalu. Riuh pesta di luar tak sebanding dengan riuh hatiku di dalam. Tawa kemenangan setelah perjuangan 9 bulan. Mempertaruhkan harga diri, menguatkan keteguhan hati, membangun rasa percaya dari yang semula serapuh kaca. Air mata sepanjang Februari-April terbayar lunas. Ya, aku puas. Segala yang kuperjuangkan tidaklah sia-sia.

Dirimu, lelaki hujan, adalah pertaruhan terbesar yang pernah kulakukan.

Happy 1st anniversary
Nur & Nug
Mugo2 langgeng, rukun sak lawase. Amin…