Masquerade

Aku lupa gimana ceritanya bisa nyasar ke salah satu blog yang mereview film ini. Tapi sejak itu reviewnya langsung nancep di otakku. Aku dibikin penasaran banget sama filmnya. Ternyata ga perlu menunggu tahunan (biasa, fans ga modal, walau suka sesuatu tetep ga mau usaha :D) akhirnya sampai juga file film ini di kompiku. Terimakasih arif dan kiki. :mrgreen:

Masquerade-banner

Film ini bergenre sageuk, artinya mengambil kisah jaman baheulanya Korea, tepatnya saat dinasti Joseon (ah, semakin banyak ternyata pengetahuanku soal Korea). Ini film sageuk entah keberapa yang sudah kutonton, setelah Jewel in The Palace (Jang Geum) dan The Moon that Embraces The Sun. Dibandingkan dengan drama Korea biasa, aku memang lebih suka genre sageuk. Rasanya menyenangkan melihat baju-baju warna-warni yang bagus-bagus itu *cetek banget Eh, intriknya juga biasanya bagus sih…

Oiya, maafkan kalo ga nyebut nama-nama tokohnya ya. Maklum, kan otakku isinya Jepang semua, susah banget ngapalin nama Korea :p

Masquerade bercerita tentang tukar peran antara raja dengan seorang biasa yang berwajah mirip dengannya. Sound familiar right?! Kayanya ide tukar posisi ini udah jadi barang basi deh. Tapi entah kenapa, masquerade dengan seluruh konfliknya menjadikan cerita klasik ini menjadi sebuah film yang mendebarkan sepanjang 2 jam. Pantesan kalo film ini menyapu bersih sembilan penghargaan dimana ia dinominasikan dan menembus posisi tiga dalam daftar film berpendapatan box-office domestik terbesar sepanjang sejarah perfilman Korea.

Dikisahkan suatu hari Raja marah besar dan curiga kalo ada orang yang mau meracuninya. Ini gara-gara sendok perak yang dia gunakan untuk makan tiba-tiba berubah warna menjadi hitam. Walau setelah ditelusuri tabib kerajaan, penyebab reaksi kimia tersebut adalah penggunaan garam bambu sebagai bumbu, tapi sang Raja tetap parno dan menyuruh sekretaris pribadinya (eh, bentar, dia sespri apa perdana mentri sih?!) untuk mencari orang yang berwajah mirip dengannya untuk menggantikan posisinya di malam hari. Takut kalo ada pembunuh datang dan membunuhnya saat dia lagi tidur (ih, ni raja paranoid banget yak!) Apalagi saat itu lagi santer isu kalo kakak iparnya alias mas-e sang permaisuri sedang menyusun rencana pemberontakan untuk menurunkannya dari tahta.

Setelah nyari-nyari, dapetlah Pak PM (anggaplah dia perdana menteri ya) seseorang yang berwajah mirip sekali dengan raja. Orang ini adalah pelawak di rumah gisaeng (rumah pelacuran). Dasar basicnya pelawak alias aktor, jadi dia cepet bisa niruin sang raja baik gesture maupun suara. Suka citalah sang Raja. Dia pun bebas plesir ke rumah selirnya yang berada di luar istana.

Tak disangka, setelah itu sang Raja jatuh sakit. Tabib bilang ini bukan racun, tapi semacam obat bius. Pak PM langsung menduga kalo di rumah selir itulah sang Raja kena bius. Karena kondisi kerajaan lagi genting (ingat isu pemberontakan tadi?!), pak PM memutuskan bahwa jabatan raja ga boleh kosong dan kondisi raja yang sebenarnya harus dirahasiakan dari siapapun.

Maka dikontraklah si pelawak tadi untuk menjadi raja (sekarang ga cuma malam hari, tapi juga siang hari), sementara raja asli diasingkan untuk diobati di kuil. Tentu saja pada awalnya banyak kejadian lucu gara-gara kegagapan si pelawak dalam menjalankan peran sang raja. Namun lama kelamaan entah kerasukan arwah apa, tapi menurutku sih gara-gara emang dia aslinya orang baik, tingkah laku raja yang ini jauh lebih baik daripada raja asli. Sikapnya dalam menghadapi para menteri korup, sikapnya dalam memperbaiki hubungan raja ratu yang sempat tegang gara-gara fitnah atas kakak Ratu, juga sikapnya terhadap para bawahan -kasim, dayang, dan penjaga pribadinya-. Benar-benar menyentuh hati. Aku sampe nangis dibuatnya, hal yang selalu terjadi kalo aku lihat ada pemimpin yang adil (jadi inget film Omar bin Khattab) Ah, semoga anak-anak dalam kandunganku kelak menjadi pemimpin-pemimpin yang baik. Amin…

Intinya, dalam 15 hari itu (iya, ternyata cuma 15 hari) si pelawak berhasil meluruskan berbagai kekacauan yang tidak bisa ditangani Raja asli. Lha terus sang Raja asli gimana?! Ah, tonton sendiri lah… Btw, ternyata pemeran Raja (dan pelawak, dia kan akting ganda) di film ini rupanya baru nikah sama pemeran Gil Da Ran, tokoh wanita di serial drama BIG yang sempat kuikuti sinopsisnya. Wah, selamat ya mas dan mbakyu… *tetep-buntute-nggosip

NB: Aku suka pakaian Ratu di sini. Biasanya kan baju ratu itu mewah dan berat yak! Disini Ratu memakai baju-baju warna pastel yang manis, tampak ringan, dengan tatanan rambut sederhana. Yang mengingatkanku kalo dia ratu cuma tusuk konde yang dia pakai, sama dengan tusuk konde Ratu di Moon Embrace. ūüôā

Nemu Film Bagus

Selama ini kalo lagi konser (konsinyering aka rapat di luar kantor) dan terpaksa nginep, aku jadi kaya anak kecil dapet mainan. Mainan itu bernama tv kabel! ūüė≥ Yah, namapun di rumah ga ada ye, jadi kesempatan yang datang sesekali tentu saja harus dimanfaatkan semaksimal mungkin (walau hasilnya adalah kliyengan karena kurang tidur :D)

Selama ini channel yang kutonton pasti melulu itu-itu saja: ANIMAX (always), HBO, atau kadang-kadang kalo lagi iseng ya nonton MTV, V channel, atau malah discovery channel. Ah, yang sudah sering sekamar ma aku pasti udah paham deh kalo aku akan SELALU menyempatkan diri untuk nengok ANIMAX. Namun gara-gara akhir-akhir ini anime-anime di ANIMAX agak membosankan (atau faktor diriku yang sudah lama ga ngikutin anime?!), aku mulai melirik ke 2 channel yang sering menampilkan film-film dari Asia khususnya China, yaitu Celestial dan Red channel. Ternyata, keisenganku ini membuahkan hasil. Aku menemukan film-film bagus yang bisa dibilang ga akan ditemukan di ANIMAX maupun HBO. Baru nemu 4 ini sih (udah jarang konser), tapi lumayan lah untuk memberikan gambaran bahwa film Asia itu memang bagus-bagus kok! (eh, akunya aja sih yang emang demen ma film Asia, hehehe)

1. Grave of The Fireflies

Berkat film ini aku berkenalan dengan yang namanya Studio Ghibli. Pernah mendengar studio ini disebut di Twilight Express cuma karena di tv lokal ga pernah nanyangin ya aku ga pernah nonton *ga-mau-modal Sekali lihat gambarnya, aku langsung teringat pada deskripsi Bu Imelda tentang gambar-gambar keluaran Ghibli yang dikatakan “bagus banget!”. Padahal GotF ini dibikin tahun 1988 lho! Tapi aku bisa menangkap keindahan gambar dan kerumitan detailnya, sehingga langsung bisa menebak bahwa pasti ini yang dimaksud keluaran Ghibli. ūüôā

grave of fireflies

Tentu kalo cuma ngandelin keindahan gambar ga akan nempel segitunya di hatiku ya… Jujur, aku cuma nonton separuh, ga nonton awal, dan ga nonton ending-nya. Namun dari separuh itu aja aku sudah bisa banjir air mata saking sedihnya. Film ini bercerita tentang kakak beradik korban perang dunia II. Kesengsaraan dua bersaudara itu setelah meninggalnya sang ibu, sementara sang ayah tidak kunjung ada kabar, keluarga yang acuh dan hanya mengharapkan warisan, para penduduk kota yang mati hatinya, semuanya jadi satu hingga terasa menyesakkan dada. Sumpah perih banget! Tidak, film ini tidak mengutuk sekutu yang sudah menjatuhkan bom dan meluluhlantakkan kota. Film ini lebih berfokus pada bagaimana perjuangan sang kakak yang masih ABG (14 tahun kalo ga salah) menghidupi adeknya. Ending-nya?! Kata review-review yang bertebaran tentu saja sad ending! Huhuhu. Ga kebayang kalo nonton sampe akhir bagaimana bengkaknya ni mata. Apalagi film ini dibuat based on true story. Hiks! Hiks! Tragis banget pokoknya!

2. Night and Fog

Aku nonton film ini pas DL ke Bandung kemarin. Film ini termasuk film yang membuatku menyesal setelah nonton. Kok nonton film begituan sih! Kan jadi kepikiran setengah mati. Sampe mikir ekstrim, kalo sampe suami berubah kaya gitu, jalan satu-satunya adalah cerai! Pokoknya harus lari dari dia. Eh, ini kan omongan orang yang ga pernah ngalamin. Ga kebayang kalo beneran ngalamin, kan katanya orang yang disiksa itu bakalan ketergantungan berat sama orang yang menyiksa… Ga bakalan pernah bisa lari…

220px-Night_and_Fog_poster

Dari intronya udah kebayang belum, ceritanya tentang apa?! Yup, benar sodara! Ini tentang KDRT. Selalu miris kalo denger cerita soal KDRT, apalagi nonton yang divisualisasikan kaya gini. Sampe kebawa mimpi! Mana aku akhirnya tahu kalo film ini juga based on true story! Damn! Edun bener tu suami!

Untuk film ini aku juga mau jujur, nonton cuma sepotong, tapi udah nonton sampe ending. Secara garis besar film ini bercerita tentang A Ling, imigran China daratan yang merantau secara ilegal ke Hongkong. Alurnya maju mundur dan misteri-misteri di balik kejadian dikisahkan melalui wawancara-wawancara dengan orang terdekat mereka. Biar ga bingung aku kisahin alur majunya aja ya. A Ling kecil merantau dengan gagah berani ke kota, pulang-pulang bawa tv, pulang kali kedua bawa laki-laki. Dikenalkan pada keluarganya bahwa Mr Lee ini pacarnya. Lee kerjanya tukang bangunan, dan ternyata sebenarnya sudah punya istri. Mereka tinggal bersama, mbangun rumah di kampung. Tapi karena Lee ga kerja, mereka makan masih minta ke mertua. Saat makanan habis dan ortu A Ling ga bisa ngasih makan, Lee datang ke rumah mertuanya dan nggebukin anjing mertuanya sampe mati. Nah, udah keliatan kan psycho-nya?! Cuma A Ling terlanjur cinta dan terlanjur punya anak ma Lee je, jadi ya didiemin aja tuh suami. Padahal di balik itu (ini sebenarnya terkuak akhir-akhir sih) Lee juga ada “maen” ma adik Ling. Kayanya maennya kasar gitu soalnya ada bekas luka di telinga adik ipar Lee ini.

Ga tau kenapa intinya keluarga ini pindah ke kota. Masih jadi pengangguran, keluarga Lee hanya bergantung pada tunjangan sosial. Lalu pertengkaran-pertengkaran muncul, mulailah penyiksaan Lee pada istrinya. A Ling lari, sembunyi di penampungan. Saat sembunyi akhirnya dia tahu dari tetangga kalo suaminya juga melakukan pelecehan seksual terhadap kedua putri kembarnya (Iya, kembar! Aduuhhh, amit-amit jabang bayi!). Kemudian ya gitu deh, tipikal kasus KDRT. Dibaikin dikit, balik lagi. Disiksa kabur lagi. Suaminya nangis, balik lagi. Njelehi kok! Oiya, walaupun A Ling sudah berkali-kali mengajukan cerai, kasus mereka ga bisa diproses karena status A Ling yang ilegal tadi (kalo ga salah tangkep lho ya!). Hingga puncaknya… (spoiler biarin deh!) Lee membunuh istri dan kedua anaknya, kemudian mati konyol gara-gara dia kebabalasen saat melukai diri sendiri dengan tujuan memfitnah istrinya biar dikira istrinya itu yang membunuh anak-anak mereka. Psycho abis nih film!

3. I Give My First Love to You

Film ini kutonton setelah nonton N&F. Awalnya iseng saja nontonnya. Sekedar pingin ngilangin ingetan dari adegan-adegan buruk yang ditampilkan N&F. Mana filmnya kayanya ditujukan untuk ABG gitu. Eh, kok ternyata keterusan.

boku_no_hatsukoi_wo_kimi_ni_sasagu_poster_189

Bercerita tentang laki-laki bernama Takuma yang divonis gagal gantung sejak lahir. Dengan cacat bawaannya itu, sedari kecil dia terpaksa keluar masuk rumah sakit. Di sinilah dia berkenalan dengan Mayu, putri dokter yang memeriksanya. Berdua mereka sering bermain bersama, hingga akhirnya saling jatuh cinta. Mayu yang cinta mati dengan Takuma berdoa untuk kesembuhan Takuma di depan semanggi berdaun empat. Sedang Takuma sendiri memang berjanji untuk menikahi Mayu pada usia 20 tahun nanti, walaupun dia tahu kalo sampai usia itu dia tidak mendapatkan donor jantung, maka dipastikan dirinya ga akan bisa bertahan hidup.

Waktu berlalu dan mereka berdua sama-sama dewasa. Masa SMP, lalu masa SMA. Disini mulai terjadi tarik ulur hubungan mereka dimana Takuma mulai pesimis dengan kelangsungan hidupnya. Dia mulai menarik diri dari Mayu dengan harapan agar saat dia meninggal nanti, kematiannya ga akan membuat Mayu sedih. Tapi dasarnya sudah cinta ya, susah buat bilang pisah. Walau ada orang ketiga pun, hubungan mereka kian kuat. Akhir kisah?! Silakan tonton sendiri filmnya atau baca manganya. Iya, dari gambar poster dan ceritanya aku juga udah menebak kalo film ini diangkat dari manga. Dan ternyata tebakanku benar! ^-^v

4. The Woman Knight of Mirror Lake

Panjang yah judulnya. Film ini berkisah soal Qiu Jin, wanita pejuang “kemerdekaan” China (merdeka dari penindasan kerajaan China sendiri sih).

the-woman-knight-of-mirror-lake

Err, agak males nyeritain detailnya sih (selain ini udah waktunya pulang juga, hahaha). Intinya Qiu Jin adalah perempuan pintar dan terpelajar, tidak mau dianggap lemah dan ingin didudukkan sejajar dengan laki-laki (inget siapa?!), bahkan jago bela diri. Dia memimpin pergerakan hingga mengorbankan statusnya sebagai ibu dan istri (ini point yang aku kurang suka darinya). Review lumayan netral silakan dibaca di sini.

Herannya, dari keempat film di atas, kok semuanya sad ending ya?! Tanya kenapa?!

Udah ah, pulang dulu. Wassalam.

School Rumble

Kqkqkq…

Tidak ada kata selain ngikik. Aku kenal manga ini waktu kerja di Paperbook. Dia diterbitkan berseri dalam majalah komik cowok “shonen magz” (kalo ga salah inget). Banyak yang ga ngerti dengan manga ini, menganggapnya aneh, ga menarik, dan sederet penilaian negatif lain. Tapi buatku, School Rumble adalah salah satu manga terlucu yang pernah aku baca. Walau memang untuk mengerti kelucuannya harus capek-capek dan susah payah jungkir balik membaca semua catatan samping (yah, catatan ini ditulis di luar border pinggir) yang ditulis dengan font kuecil-kuecil itu. Eh, plus menerima dengan lapang dada semua keanehan ga masuk akal yang terjadi di manga ini. Huehehehe….

Setelah bekerja, tak kusangka temanku punya DVD animenya. Aku pun meminjam untuk menontonnya di laptop dan mulailah aku ngikik tiada henti selama seminggu. Kalo ga salah, DVD itu memuat season 1 dan 2. Sayang, waktu itu aku ga ngesave karena kupikir puluhan episode itu hanya akan menuh-menuhin memori lappie. Lagipula nanggung karena cerita anime-nya berakhir menggantung. Sedang sekarang aku sudah males nyari DVD atau donlodan lagi.

School Rumble sendiri mengisahkan tentang cewek, imut, kekanakan, polos, lemot, dan agak-agak bodoh bernama Tsukamoto Tenma yang naksir habis dengan cowok aneh bin ajaib namun super multi talented dan ternyata merupakan seorang mangaka terkenal bernama Karasuma Ouji. Sebenarnya, ada laki-laki yang naksir mati-matian dengannya, yaitu cowok berwajah sangar, berkelakuan kasar, bodoh, suka berkelahi, namun aslinya berhati lembut bernama Harima Kenji. Tenma punya adik perempuan bernama Tsukamoto Yakumo yang berbeda jauh dengan kakaknya, merupakan gadis yang dewasa, pintar, kalem, lemah lembut, dan diam-diam sebenarnya bisa berbicara dengan hewan (eh?). Karena suatu kejadian maka si Yakumo ini malah naksir Harima, kalo ga salah karena belum tahu aja Harima itu aslinya kaya apa. Selain cinta segitiga ini (yang sungguh, asline ga fokus ke cinta segitiga kok) School Rumble juga diramaikan oleh teman-teman sekelas Tenma yang menyuguhkan jalinan cerita ruwet akibat kesalah pahaman tiada henti. Sebagai gambaran, hubungan mereka dapat dilihat dalam chart berikut:

school rumble chartLihat kan?! Yang dicintai Karasuma itu nasi kare?! Huahahaha….

Satu yang cukup menyentuh hatiku adalah kisah cinta Sawachika Eri, gadis blasteran Amerika-Jepang yang cantik dan diidolakan banyak cowok. Dia merasa kesepian karena selalu merasa cowok-cowok itu hanya menyukai wajah cantiknya dan tidak akan bisa mencintai dirinya secara tulus. Pokoknya serba ribet. Suara hati Eri ini dituangkan dalam salah satu ending song anime, yang dinyanyikan sendiri oleh pengisi suara Eri. Lagunya melow dan lumayan bagus sampai pernah kujadiin ring tone hapeku. Judulnya “Feel My Feeling”. Beginilah translate-nya berdasarkan situs animelyrics.com:

A¬†boy’s¬†heartfelt¬†confession
It’s¬†not¬†that¬†I¬†hate¬†that¬†sort¬†of¬†thing,¬†but¬†then,¬†you¬†know…
Before¬†I¬†know¬†it¬†there’s¬†a¬†huge¬†crowd¬†staring¬†at¬†me
There’s¬†no¬†hard¬†feelings,¬†but,¬†you¬†know…

No¬†matter¬†how¬†many¬†people¬†like¬†me,¬†I¬†can’t¬†decide
I have no idea what I should do
But,¬†it’s¬†fine,¬†Isn’t¬†it¬†better¬†that¬†way
Until I find my true love?

Feel my feeling, the only one like it in the world
Be my being, with my very own color
I’ll¬†paint¬†an¬†extraordinarily¬†gorgeous¬†sky

A¬†girl’s¬†jealousy¬†of¬†me
It’s¬†not¬†that¬†I¬†hate¬†that¬†sort¬†of¬†thing,¬†but,¬†the¬†truth¬†is
When I get such a refined love letter
It’s,¬†“Thanks…¬†but,¬†uh,¬†sorry.”

It’s¬†not¬†because¬†the¬†passion¬†is¬†cooling¬†any
And¬†it’s¬†not¬†because¬†I’m¬†running¬†away¬†in¬†shyness,¬†either
Something like true love is absolutely
More complicated than that, right?

Feel¬†my¬†feeling,¬†Something¬†like¬†“I¬†love¬†you”
Be my being, Someday even I
Will sing an extraordinarily beautiful love song

Maybe deep down in my heart
I’m¬†a¬†bit¬†lonely
I’m¬†calling¬†somebody
Maybe…¬†perhaps¬†it¬†might¬†be¬†him

Feel my feeling, the one so precious to me
Be my being, with my very own color
I will sing an extraordinarily beautiful love song

Yah, ternyata walau berwajah cantik belum tentu bahagia ya. Oiya, Eri ini akhirnya berkisah dengan Harima. Tentu saja kisahnya penuh dengan pertengkaran tapi manis aja gitu lihat mereka bertengkar. Hehehe. Gimana ga manis wong walau musuhan kaya anjing sama kucing, mereka punya panggilan khusus untuk masing-masing. Harima manggil Eri dengan sebutan “Ojou” (tuan putri-istilah dalam geng Yakuza) sedang Eri memanggil Harima dengan sebutan “Hige” (aku lupa apa artinya). So sweet banget kan?!

Btw, selain “feel my feeling”, soundtrack animenya memang unik-unik karena bercerita tentang masing-masing karakter dan dinyanyikan oleh para pengisi suara anime. Silakan dicari kalau berminat.

Saat ini aku lagi mencoba menamatkan chapter 22, chapter terakhir dari kisah School Rumble. Aku baca di manga reader jadi belum tahu akhirnya. Semoga happy ending.

Oiya, aku ngefans Harima. ūüėÜ

(inti seluruh postingan ini adalah kalimat terakhir :D)

Si Putih Oh Si Putih…

Sejak masih gadis, aku termasuk orang yang cukup sering mengalami keputihan. Untungnya keputihanku jenis yang tidak terlalu mengkhawatirkan: tidak gatal dan tidak berbau. Walaupun begitu, yang namanya keputihan tentu saja membuat tidak nyaman.

Beberapa minggu sebelum ketahuan KET, aku merasakan gatal yang luar biasa di area miss V. Aku yang terlalu terbiasa dengan keputihan, menganggap hal itu disebabkan karena si putih yang kembali datang. Namun memang agak mencurigakan sih, karena berdasarkan riwayat, aku belum pernah mengalami keputihan sampai gatal begitu. Dan kemudian ternyata benar, keputihan plus gatal yang kuderita sebenarnya alarm tubuh bahwa telah terjadi infeksi di bawah sana.

Beberapa bulan sesudah operasi, aku lagi-lagi merasa gatal di area V. Panik donk! Tapi karena sudah punya pengalaman, aku jadi tahu bedanya bahwa keputihan kali ini “cukup gatal” saja, bukan sejenis gatal yang menyiksa seperti ketika infeksi dulu. Walaupun begitu, aku tetap ketakutan. Akhirnya dengan pertimbangan biaya (ihh, nur banget deh!), alih-alih ke dokter spesialis, aku pergi ke bidan dekat rumah.

Bidan yang masih muda itu tenang-tenang saja mendengarkan keluhanku. “Kita cek dalam saja ya, Bu!” katanya. Ternyata benar. Setelah di-cek dalam, ketahuan bahwa ada keputihan yang mampet di saluran vagina. Ga bisa keluar sehingga menimbulkan rasa gatal. Setelah dibersihkan dengan kapas dan entah cairan apa, aku pun merasa sedikit lega.

Dari bidan aku mendapat resep obat minum yang salah satunya antibiotik. Dari bidan pula aku mengenal satu obat yang menjadi andalanku sampai sekarang: lactacyd.

lactacyd

Sekarang, setiap keputihan menyerang, aku selalu membasuh miss V dengan lactacyd 2 kali sehari, setiap waktu mandi. Tentu saja dibarengi dengan disiplin menjaga kebersihan miss V dan rutin mengganti celdam (bisa tiap basah dikit aku ganti). Dalam beberapa hari keputihan insyaallah menghilang. Namun bila si putih masih bandel juga, aku menggunakan jurus tambahan: avail bio sanitary pad.

avail bio sanitary pad

Aku pake pantylinersnya, yang kotak warna ijo. Karena makenya jarang, si kotak ijo yang kubeli sekitar 3 bulan lalu itu masih tampak penuh juga. Namanya juga obat ya, tentu saja harus diingat aturan pakainya. Untuk lactacyd aku hanya pakai saat keputihan dan saat sedang mens (dengan alasan sesepele: biar miss V terasa segar :p). Bidan dulu juga berpesan untuk tidak memakainya setiap hari. Sedangkan untuk avail, aku pernah dengar dari temanku bahwa produk herbal ini kadang disalahgunakan untuk aborsi alami. Kebenaran ceritanya wallahu’alam. Yang jelas aku memang ga ingin berlebihan dalam sesuatu sehingga avail itu hanya akan kupakai bila benar-benar membutuhkannya saja.

Intinya, jangan pernah sepelekan si putih. Jangan sungkan untuk pergi ke bidan atau tenaga medis yang lain bila merasakan ada yang tidak wajar. Memang sih, untuk membersihkan keputihan yang pake acara cek dalam kaya aku kemarin, syaratnya harus wanita yang sudah menikah. Soale untuk membuka pake alat cocor bebek dan miss V harus dikorek-korek. Bahaya kan kalo masih perawan ūüėÄ Namun kalo keputihannya parah: gatal banget atau berbau, menurutku sebaiknya langsung pergi ke dokter spesialis terkait. Siapa tahu masalahnya bukan sesepele itu. (NB: tidak hendak menakut-nakuti)

Lebaran 1433H: Random Memories

Ini adalah random memories. Karena itu bahasanya kacau dan tidak mudah dibaca. :mrgreen:

Masa libur lebaran kumulai seminggu lebih awal karena mbak prih pulang dari tanggal 11. Aku ambil cuti 4 hari, sehingga lebih dari seminggu aku menjadi SAHM. Rasanya? Capek banget!! Soalnya belum terbiasa, lagi puasa, dan ada anak batita yang selalu full charge dan selalu harus diawasin. Saking capeknya, aku sempat beberapa kali berpikir untuk ngebatalin puasa, tapi urung terus setelah kupake tadarus. Aku berusaha mempertahankan rumah tetap perfect seperti ketika mbak prih ada, tapi tentu saja gagal total. Padahal nyuci baju dan nyapu ngepel lantai atas udah dibantuin mz nug. Setrikaan masih keteteran. Masakan masih banyak yang instan. Tapi kalo ngelupain capeknya itu, seneng juga stay di rumah kaya gitu. Ngurusin anak. Ngurusin tanaman. Jauh dari stres jalanan.

Nglihat senyumnya, menyegarkan. Nglirik tumpukan baju belum disetrika di sebelahnya, langsung muram.

*

Aku gagal memenuhi point ketiga resolusi Ramadhanku: khatam Quran. Waktu mulai cuti, aku baru sampai juz 14. Pontang-panting aku mengejar ketertinggalan hingga bisa dapat 2 juz tiap hari (padahal harus masak dan menjaga nindy). Keren banget nindy tetep anteng walau kutinggal baca Quran. Tapi walau dibantu nindy, target tetap tidak terkejar. Yang harus jadi perhatian:

  1. Aku lupa memperhitungkan waktu haidku yang hampir selalu bermasa 6-7 hari. Jadi kesempatanku mengkhatamkan Quran sebenarnya cuma 3 minggu.
  2. Aku lupa memperhitungkan load kerjaan kantor (sebenarnya ini tidak bisa jadi alasan sih)
  3. Aku lupa memperhitungkan waktu seminggu tanpa mbak prih itu. Capek banget pontang-panting ngejar target tadarus sementara harus mengerjakan pekerjaan rumah juga.

Jadi ya memang harus dikebut di awal. Ga boleh terlena kaya kemarin. Kalo ternyata khatam sebelum 10 hari terakhir? Ya kan berarti ibadah malamnya bisa diganti wirid atau apa, atau baca lagi surat-surat yang disukai sekaligus artinya. Sejujurnya selama ini aku memang belum pernah khatam Quran selama Ramadhan, kecuali ketika libur Ramadhan era Gus Dur dulu. Karena itu aku ingin sekali mengulanginya. Semoga aku masih berkesempatan bertemu Ramadhan tahun depan. Baru kali ini aku merasa begitu sedih ditinggalkannya (dari hati terdalam, bukan sekedar abang-abang lambe).

*

Ada insiden di hari terakhir mbak prih di rumah (11/08/2012). Pagi ketika mau mandi, mbak prih sedang menyiapkan air mandi sedang nindy ikut aku ke kamar mbak prih. Kutaruh ia di belakangku sementara aku menata baju ganti. Aku sadar dia berjalan ke luar kamar, tapi kupikir hal yang membahayakan paling cuma tangga yang kuperkirakan dengan kecepatan langkahnya, masih jauh lah dia dari tangga tersebut. Setelah kukira-kira dia sudah setengah jalan, aku keluar kamar untuk menutup pintu tangga. Saat itulah kulihat nindy ternyata bukan berjalan ke arah tangga, melainkan belok ke teko air panas yang rupanya ditaruh mbak prih di atas lantai! Terlambat! Nindy sudah menyentuh teko itu dan tersiramlah air panas ke kakinya.

Aku tidak mengira bahwa luka nindy akan parah karena saat itu aku tidak melihat bekas lukanya. Aku menolak keras saran mz nug untuk memberi odol dan menolak saran mbak prih untuk memberinya cuka. Aku hanya menyiram air dingin ke kakinya. Lagipula nindy juga sebentar saja rewelnya. Jadi kupikir tidak ada yang serius. Aku baru tahu sekitar pukul 10 pagi, ternyata luka bakar nindy memanjang di sepanjang betis kiri. Sudah melepuh dan berair pula! Sepertinya tadi dia sempat tersenggol tekonya juga. Langsung siang itu aku bawa nindy ke rumah sakit. Sayangnya DSA-nya tidak pro RUM. Aku tidak akan ke sana lagi. Dari 3 resep yang dituliskan, aku nekat tidak menebus puyernya. Sedang vitaminnya akibat keteledoranku lolos kutebus juga. Padahal harga vitamin itu lebih mahal dari harga salep bioplacenton yang merupakan obat luka bakar yang sesungguhnya. Huh! Tapi sudahlah. Pelajaran: harus lebih hati-hati dengan resep. Juga harus lebih hati-hati menaruh barang-barang. Tidak biasanya lho teko itu ditaruh di bawah. Kasihan nindy. Tapi alhamdulillah lukanya sekarang (23/08/2012) sudah mulai baikan.

*

Hari terakhir di rumah (17/08/2012). Packing dari pagi, sore baru kelar. Sudah siap berangkat, mz nug mencabut selang gas dengan maksud mengamankannya selama ditinggal. Ternyata karet di tabungnya rusak dan bocorlah gas itu. Ya Allah! Mana Jakarta lagi marak kebakaran. Tak terbayang kalo sampai kamilah yang menjadi penyebab kebakaran kompleks kami. Aku sudah gemeteran tapi setelah mengira-ngira bahwa bocornya itu sedikit-sedikit saja, aku menyuruh mz nug memindahkan tabung yang bocor itu ke ruang tamu. Perkiraanku di sana sirkulasi udaranya lebih bagus jadi kalopun gas-nya bocor sedikit demi sedikit, gas tersebut akan cepat ke luar rumah (saat mengetik ini aku baru sadar kenapa aku tidak menyuruh mz nug menaruh tabung itu di balkon atas saja yang udaranya lebih lega). Saat kami pulang (22/08/2012) kami menemukan tabung itu sudah kosong. Jadi benar gasnya telah bocor dan keluar sedikit demi sedikit ke luar rumah. Aku bersyukur tidak ada anak yang iseng melempar petasan ke teras karena bila masih ada gas pasti akan menimbulkan api. Sungguh, memang hanya Allah yang mampu melindungi. Aku menitipkan rumahku dan Dia telah menjaganya. Alhamdulillah.

*

Kami berencana mudik naik kereta bisnis Sawunggalih dari St. Pasar Senen. Kalo kita memegang tiket kereta api jarak jauh, kita bisa naik KRL/Commuter Line (CL) menuju ke stasiun pemberangkatan secara gratis. Jadi setelah naik bajaj ke St. Buaran, kami naik CL ke St. Jatinegara untuk transit CL ke St. Senen (sistem looping ini melelahkan ya). Di St. Jatinegara kami santai menunggu CL ke Senen sambil nyuapin nindy makan sore. Tapi sampai hampir magrib, kok ga ada CL yang singgah di Senen ya? Semua dibilang berjalan langsung. Akhirnya kami sadar bahwa mungkin selama lebaran tidak ada KRL/CL yang berhenti di Senen (dan aku baru baca pengumumannya di St. Juanda tadi pagi! :p yah, kan emang aku udah cuti di awal jadi ga tahu). Akhirnya kami terburu-buru naik CL jurusan Kampung Bandan, berhenti di St. Kemayoran, lanjut naik bajaj ke St. Senen. Sampai sana sudah hampir setengah tujuh malam sementara Sawunggalih dijadwalkan berangkat pukul 19.10. Ngos-ngosan banget malam itu. Belum sempat buka puasa. Lari-lari sambil nggendong bayi! T-T

Kereta terlambat berangkat setengah jam namun kami sampai di Kutoarjo pukul 05.00. Naik kereta ke Jawa Tengah selalu ajaib buatku yang biasa mudik ke Jatim dan biasa sampai di tempat tujuan siang-siang ūüėÄ Sampai di Kutoarjo nyarter mobil sampe ke Njenar. Males naik Prameks sambil nyeret-nyeret koper. Hari pertama di Njenar, nindy cukup kooperatif walau hanya bisa dekat dengan Simbah Putri, Bulik Uut, dan Om Fuad. Tidak mau ndeketin yang lain dan malah nangis tiap dideketin Simbah Kakung. Efek jarang ketemu orang ya gini ini. Tapi kata Aziz malah bagus karena nindy jadi anak yang cukup selektif dan ga akan gampang diajak orang asing.

Hari kedua di Njenar, sholat ke masjid dekat SD mz nug dulu. Waktu mz nug memarkir motornya di halaman sebuah rumah, mas-mas yang sepertinya anak pemilik rumah tersebut mengajak mz nug salaman. Aku lihat wajahnya seumuran mz nug dan aku merasa cukup familiar dengannya. Waktu mz nug mendekat aku bertanya, apakah itu teman sekelas mz nug? “Lah, itu kan Tata, pemilik paper book dulu!” jawab mz nug. Ooww… aku lupa dengan atasan yang pernah menggajiku. Ya ampuunnn… (Dunia sempit sekali sih?)

Ini pertama kali nindy diajak sholat di luar. Jadi dia nervous dan sama sekali tidak mau lepas dariku. Walhasil daripada bikin ribut jamaah, aku merelakan diri tidak sholat ied. :p

*

Seusai sholat, kami bersiap pergi ke Mbah Nggunung di puncak Gunung Butak. Beliau Bapak dari Bapak (aku menyebut Bapak untuk bapak mz nug, dan menyebut Ayah untuk ayahku sendiri). Ketika pertama kali bertemu dulu aku kagum dengan ketampanannya (pasti mudanya cakep banget, hidungnya bagus). Kasihan beliau sekarang sudah tidak bisa turun dari kasur sementara simbah putri sudah lama meninggal. Kami berombongan 5 orang. Aku dan nindy dibonceng mz nug sementara Kati dibonceng Uut. Ternyata mz nug memilih jalur yang sama yang kami lewati jaman baru habis nikah dulu. Jalur penuh kelokan, turunan, dan tanjakan tajam. Di salah satu tanjakan tajam aku bahkan harus turun dari boncengan dan berjalan kaki sambil menggendong nindy.

Sampai di tempat Mbah Yut, nindy nangis kejer tiap didekatin ke Mbah Yutnya. Kasihan Mbah Yut. Padahal nindy kan buyut pertama. Akhirnya jalan-jalan di sekitar rumah. Nindy girang banget ketemu kambing, ayam, dan hewan-hewan lain.

Nindy di depan kandang kambing. Kambingnya gede banget sampe kupikir mereka bisa diperah susunya.

Lebih girang lagi pas ketemu pakliknya yang masih seumuran. Anak-anak bulik di sini memang masih kecil-kecil.

Ngikut kemana saja Lik Wan pergi

Saking antusiasnya, selama ditinggal abinya nyekar ke makam mbah putri, nindy benar-benar ga mau diam. Aku sudah khawatir dan ternyata benar: nindy kecapekan! Malemnya dia rewel sampe bingung mau diapain. Padahal malam itu kami harus melanjutkan perjalanan ke Malang. Oiya, sorenya di Njenar dikunjungi Mbah Yut Pangen. Tapi nindy mogok ga mau ketemu orang.

*

KA Malabar gerbong bisnis. Berangkat dari Kutoarjo sekitar pukul 11 malam. Di Kertosono dia ngetem selama 1 jam. Sekitar pukul setengah 5 pagi Nindy akhirnya bangun karena kegerahan dan tidak mau tidur lagi hingga kereta sampai di St. Kepanjen pukul 08.00! Sudah bisa ditebak, selama di Malang nindy benar-benar rewel dan benar-benar tidak mau lepas dariku. Walau lama-lama mau juga digendong Mbah Uti atau Lik Aziz, tapi begitu melihatku dia pasti menjerit-jerit minta gendong aku saja. Begitu pula ketika digendong abinya. ūüė¶

Nindy baru bisa asyik main di malam terakhir ketika semua orang di rumah pergi menjenguk Pakdhe Nur di rumah sakit. Di Malang ga sempat pergi kemana-mana, hanya bersilaturahmi ke tetangga kanan-kiri karena takut nindy tambah kecapekan. Selama di Malang, nindy suka banget ketemu minthi (anak enthok/soang) dan bermain dengan Mas Nando (anak Mbak Erna, sepupuku).

*

Sriwijaya Air take off 09.00, landing 10.15. Di Soetta sempat ketemu Uut yang lagi transit mau ke Bengkulu. Bus Damri sampe Rawamangun 12.00, sampe rumah 13.00. Tepar!!

*

Sepertinya lain kali kami akan memilih mudik ke salah satu kota saja, entah Malang atau Purworejo. Gantian biar anak (-anak) ga kecapekan.

Aku dan Olenka

Sekitar akhir tingkat tiga kuliah, aku sempat meminta beberapa teman menuliskan kritik terhadap pribadiku. Ada beberapa jawaban yang sampai sekarang masih kuingat karena unik, salah satunya: pisahkan dunia mimpi dengan kenyataan (aku lupa kalimatnya, seingatku lebih pedas karena ditulis oleh teman laki-laki)

Aku merasa terkejut dengan jawaban itu karena: 1. Apakah sebegitu terlihatnya bahwa aku tidak bisa memisahkan antara khayalan dan kenyataan?! 2. Yang memberi komentar adalah teman laki-laki yang notabene tidak terlalu dekat denganku. Berarti memang tampak sekali bahwa aku ini memang “orang aneh” yang tidak bisa memisahkan khayalan dan kenyataan, donk?!

Walau awalnya sempat tersinggung, lama-lama aku menerima dan menyadari bahwa diriku memang seperti itu. Mau diapakan lagi?!

——————————————————————————————————————

Aku bertemu Olenka ketika kelas 4 SD. Dia buku milik Lik Jan, adik dari Ibuk. Kubaca sekilas kemudian kuletakkan karena tidak mengerti isinya. Lagipula dia berada di rumah nenek yang hanya kukunjungi ketika liburan. Setahun kemudian di kelas 5, aku membacanya lagi dan terkaget-kaget karena menemukan fakta baru yang dulu tak kusadari karena kurangnya pengetahuanku. Begitu seterusnya. Setiap kali aku bertambah usia, setiap aku kembali membacanya dengan pengetahuanku yang bertambah, selalu saja aku menemukan hal baru. Seperti kitab suci! Setiap kali bertemu, Olenka selalu menyuguhkan wajah barunya padaku.

Pada akhirnya buku ini dihadiahkan kepadaku dan menjadi buku favoritku. Aku cukup bangga karena bisa mengklaim bahwa buku yang kupegang adalah cetakan pertama. 1979.

Gambar dari sini. Ulasan cerita lengkap ada di sana.

Bertemu Olenka bagiku antara anugerah dan kutukan. Anugerah karena bertemu karya luar biasa. Kutukan karena aku tidak bisa lepas darinya. Dalam beberapa fase hidupku, kadang aku melamun dan bertanya-tanya apakah sikap yang kuambil saat itu sama seperti Wyne, Olenka, atau Fanton Drummon?! Sering aku merasa menjadi pecundang seperti Wyne. Kadang aku meniru tindakan-tindakan Fanton.

Akhir-akhir ini yang kurasakan adalah bahwa kehidupan rumah tanggaku seperti rumah tangga orang tua Olenka. Aku harap kami tidak berakhir seperti mereka, baik mereka sebenarnya maupun mereka yang di cerpen Wyne. Aku juga merasa saat ini aku sedang menjadi Mary. Buku-buku teknik, hal-hal teknik. Sesuatu yang dulu selalu kujauhi. Aku lupa rasanya merasakan semilir angin, birunya langit. Aku tidak bisa lagi menebak perasaan orang dan menuangkannya dalam imajinasi menjadi kisah tersendiri. Ya Ren, inilah jawaban kenapa aku tidak bisa lagi menulis cerita. Kurasa saat ini aku sedang menjadi Mary. Oh, aku sungguh berharap suatu saat sebentar saja aku bisa menjadi Olenka kembali.

—————————————————————————————————————-

Sebenarnya apakah benar bahwa hidup di dunia mimpi itu sesuatu yang buruk?! Aku lupa kisah Alice, tapi sepertinya memang pada akhirnya dia meninggalkan Wonderland. Namun bila dipikir-pikir, aku tidak akan menikah bila aku tidak mempercayai dunia khayalku. Unsur hujan dalam nama mz nug. Entahlah.

Update

Weew… Sudah lama tidak update. Posting terakhirku tertanggal 4 Mei lalu. ūüė≥

Ibarat rumah yang ditinggal 3 minggu, debunya sudah lengket di lantai, laba-labanya sudah beranak, dan semut-semutnya sudah ganti ratu. Blog yang kutinggal 3 minggu ini statnya jadi mengenaskan, lilypienya ngadat di hitungan 27 minggu, dan tidak pernah ada komentar baru. Menyedihkan. (sok seleb)

Baiklah, marilah kita mulai postingan baru dengan postingan tak bermutu. :mrgreen:

Update kabar:

  • Tanggal 2 Mei adalah milad mz Nug. Aku hanya ngasih kado murah (istri pelit). Juga karena keterbatasan dana kebijakan anggaran ketat, hanya menyiapkan membelikan kue tart yang biasa (pelit kuadrat). Tapi perjuangan belinya itu lho… seru banget! Lari-lari dari tempat liqo ke Tip Top, pulang cepet-cepet dan menaruhnya di kulkas dengan sedikit trik mengelabui biar ga ketahuan. Makanya dia lumayan kaget waktu kubangunin jam 1 pagi. Hanya mungkin karena masih setengah sadar, dengan muka mengantuk dia tiup lilin, bilang makasih, trus ngajakin tidur lagi. Baru paginya dia nanya, itu kue belinya kapan? Disimpan dimana? Kok bisa ga ketahuan? Hoho, nur gitu lho! ūüėČ
  • Dapat kunjungan dari Pakdhe. Beliau ke kontrakan sama mbak sepupu, sama suaminya mbak sepupu, dan sama cucunya a.k.a keponakanku. Mengenai kunjungan ini, aku ingin membuat postingan tersendiri.
  • Dari kantor: monitoring dan evaluasi SOP yang cukup melelahkan. 1 kantor pusat, 1 eselon II, dan 4 kantor di Tangerang. Yang ke Tangerang dibikin PP tiap hari selama 3 hari. Berbuah capek yang teramat sangat. Salah satunya ke STAN, tapi ga sempat mampir kemana-mana, dan ga sempat ketemu siapa-siapa. Hiks!
  • Kunjungan terakhir ke Dokter Onni tanggal 16 pas libur kejepit yang dipaksakan itu. Aku udah naik 8 kg aja lho! Jadi 63 sekarang. Alhamdulillah, dedek sehat dengan berat 964 gram. Perkiraan sementara masih perempuan. Walau sudah merayunya jauh-jauh hari agar dada-dada ketika di USG (kok bisa aku kepikiran dada-dada ya?!), dedek tetep anteng (lah, niru abinya nih, kalem bener). Komentar Dokter Onni: ini hidungnya niru ibunya (jiah, pesek donk?! T-T) tapi bibirnya tipis niru bapaknya. (Padahal aku sungguh berharap dedek secara fisik niru abinya semua aja biar cakep, hahaha) Pas diliat wajahnya itu, dedek ternyata lagi merem sambil komat-kamit. Wuaaa, lucunya… Lagi ngomong apa to, nak?! Lagi wiridan, ya?! (semoga aja bukan bakat cerewet, hihihi)

Sesuai hitungan lilypie, minggu ini dedek udah masuk hitungan 28 minggu. Sudah 7 bulan. Tetap sehat di sana sampai lahiran nanti ya, nak… Ummi sayang dedek… ūüôā