1:10 atau Rizqi yang Barokah?

Waktu kecil, aku suka baca Dhuratun Nasihin. Tapi alih-alih belajar agama, aku lebih suka membaca cerita-cerita di dalamnya 😛 Ada satu cerita dimana dikisahkan bahwa Allah akan membalas sedekah yang kita keluarkan, sebanyak 10 kali lipat. Jadi 1:10. Meskipun di hadist ada pula tersebut bahwa “perumpamaan sedekah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji”, jadi perhitungannya 1:700, aku masih percaya dengan hitungan yang 1:10. Ah, entahlah, masalah pahala kan di tangan Allah?!

Baca lebih lanjut

Keajaiban Jilbab (part 2)

Di tulisan pertama dulu, aku pernah menulis tentang keuntungan-keuntungan yang bisa didapat jika memutuskan memakai jilbab. Ringkasnya sih kira-kira antara lain:

  1. Bikin pemakainya kliatan tambah cantik
  2. Mendorong peningkatan kadar ketaqwaan dan akselerasi pembelajaran Islam
  3. Melancarkan urusan (coz jadi banyak yang mau nolong, hehehe…)

Disini aku ingin menambahkan 2 point lagi yang baru aja kepikiran.

1. Menimbulkan keberanian dan rasa aman

    Pada suatu forum di kosan lama, kita sedang membahas angkutan kereta api ekonomi yang beroperasi komuter di Jakarta. Mulai dari beda antara kereta listrik dan kereta diesel (KRD) hingga keadaan KRD yang tampaknya lebih mengenaskan daripada KRL (padahal KRL pun sebenarnya sudah cukup mengenaskan ^_^)

    Mb R : Eh, aku pernah lho ke Serang naik KRD, naiknya dari jendela. Hehehe…

    Mb V : Heh, serius?

    Mb R : Iya, dibantuin ma bapak-bapak

    Mb V : Kamu berani emang sendirian naik kereta kaya gitu?

    Mb R : Biasa aja tuh. Dapet tempat duduk, ga ada yang ngangguin.

    Mb V : Kalo aku sih ga berani….

    Mb R : (memandang Mb V) Ehm…apa karena aku pake jilbab ya? (ket: Mb V waktu itu belum berjilbab) Dulu pas aku belum berjilbab juga bakal pikir-pikir dulu kalo mau kaya gitu.

    MbV : Iya juga kali ya…

    Keberanian serupa juga kurasakan saat naik Matar sendirian. Biasa aja. Alhamdulillah, ga ada yang ganggu atau mengambil tempat dudukku (meskipun sempet kutinggal ke kamar mandi). Padahal Matar waktu itu juga sedang lumayan penuh.

    2. Mempercantik kulit 😀

      Jika point 1 lebih ke kecantikan muka, point ini lebih ke “kelembaban kulit”. Terus terang kulitku termasuk kulit kering. Dulu aku sering minder dengan penampakan kulit lenganku yang seperti tanah Jawa di bulan Agustus, kering-kerontang, pecah-pecah karena kekurangan air (hiperbolis banget siy Nur). Sering iri juga kalo ngliat lengan temen sekosan yang asli mulus, terlihat lembab terawat. Ternyata setelah pake jilbab, yang otomatis bajunya lengan panjang, kulit lenganku terasa ada perubahan. Mungkin karena ketutup jadi kelembabannya ga ilang.

      Sekarang jadi sedih kalo liat cewek atau anak ABG yang udah kulitnya item (sama, aku kan juga item banget) malah pake baju lengan kutung-kutung, terpotong sampe ke lengan atas. Udah item, kok ga malu ya nunjukin ke”iteman”nya. Hehehe… Sudah gitu bingung pake lotionnya yang whitening. Daripada bingung pake lotion pemutih, kan lebih mudah menutupinya. Tunggu dan rasakan perubahannya (halah!) Yaa, tapi kalo dah “sulum” jangan dilepas lagi lah. Buat suami aja tar. Kqkqkq… 😀