ART, LDR, Anak 3, Kembar, dan Angan-angan

Itu judul tulisan apa clue buat googling sih nur?!

Wakakakak… Asli iki lagi puyeng makane judule rodo ga genah koyo ngono :p

Beberapa hari lalu nemu link cerita tentang ibu aktivis salah satu partai yang anaknya 7 (tujuh) dan no ART. Trus ternyata soal “ART, yay or nay?!” ini memang lagi heboh setelah hebohnya (kembali) “WM vs SHM”. Nggak lah, ga mau mbahas WM, SHM, dsb itu. Ini yang memang lagi “in” di kehidupan pribadi ya memang soal ART.

Nggak lah. Aku ga mau nulis kenapa aku (lagi-lagi) dipuyengkan sama masalah ART. Soale kalo kujabarkan di sini sama saja membuka aib orang sementara katanya kalo menutup aib orang insyaalloh aib kita bakal ditutup pas hari akhir nanti (bener ga sih?! suwe ga ngaji…) Intine akuuuu pun… ingin sekali bebas dari ketergantungan dengan ART! Ngiri bener sama orang yang bisa hidup tanpa ART. Anak dititip di TPA yang insyaalloh berbasis Islam. Bebas nentuin pola asuh terhadap anak (nek aku ndek omah tak guwak tenan iku tipi! *sabar nur sabar…) Hubungan dengan suami lebih erat karena semua hal diselesaikan bersama…

Eh, sek, kerjasama dengan suami?!

Nah, di titik ini lah aku menyerah.  Kondisi LDR ini lah yang menjadi penyebab pertama aku ga belum bisa hidup tanpa ART. Aku lihat mereka yang anaknya dititip di TPA, yang hidupnya tanpa ART, suaminya selalu ada di samping mereka. Yah, sekali-kali mungkin dinas luar. Tapi kan jelas berkebalikan denganku yang kondisinya adalah sekali-kali pulang :p

Selanjutnya adalah jumlah anak yang mencapai 3 kepala. Anak 1 dan 2 itu berbeda lho dengan anak 3! *kabeh yo iso ngitung nur! Yah maksudku kita kan masih mungkin ya nggendong 2 anak, atau yang satu digendong dan yang gede dituntun. Tapi aku?! Dua terakhir dari 3N ini kembar bung! Nggendong 3 sekaligus?!

Kemudian tentu kenyataan bahwa aku punya anak kembar. Ngurusin 3 anak yang lahirnya berurutan jelas beda banget dengan anak kembar. Kalo berurutan kan enak, yang paling gede biasanya udah bisa mbantuin ngemong yang paling kecil. Lha ini, sibling rivalry-nya si nindy aja masih belum sembuh juga *mewek

Terakhir sih alasannya klasik: anak masih kecil-kecil. Ibuk juga bilang: saiki ngalah sek. Nanti kalo udah besar kan udah ga butuh ART lagi. Amin… Ibuk dulu juga nitip Aziz ke tetangga sampe Aziz usia sekolah.

(Lha itu nitip nur?! Iya nitip, tapi kan jaman dulu masih banyak orang baik. Tetangga bisa di percaya. Ini kondisinya di Jakarta! Nitip paling ke TPA. TPA adanya di kantor. Pergi ke kantor naik KRL. KRL penuh terus dan sering error. Nggendong 3 anak dan kegencet-gencet di kereta?! Bawa mobil ke kantor?! Sekali lagi: ga ada suami. Iya yang lain suami nyetir, istri ngurus anak. Lha kalo pas nyetir ada salah satu yang rewel bagaimana nanganinnya?!)

Kembali ke ibuk. Trus yang bantuin urusan domestik siapa?! Yo aku lah! Sejak umur 4 tahun aku sudah dikasih sapu sendiri. Spesial karena ukurannya kecil sesuai tinggi badanku. Sejak usia 4 tahun itu aku sudah punya kewajiban nyapu rumah. Belum bisa ngepel sih. Selanjutnya sampe lulus SD tugasku meliputi: nyapu rumah, ngepel rumah, nyiram halaman, nyapu halaman, ambil air buat ngisi gentong, mbantu masak, nyuci piring, ngasih makan ayam, nyuci baju sendiri, nyuci baju adik, setrika baju sendiri, belanja, bahkan mandiin adik. Banyak kan?! Itu karena kami ga ada ART. Tapi hidup kami baik-baik saja dan bahagia.

Itu!

Aku berangan-angan untuk hidup seperti itu. Tapi nanti… Nanti kalo anak-anak udah agak besar. Mungkin usia 5 tahunan. Saat nindy sudah bisa mbantuin aku (hahaha, eksploitasi anak! tapi kan sebagai perempuan dia wajib belajar ngerjain pekerjaan rumah). Jadi sementara ditahan dulu lah keinginannya. Atau sampai ada kondisi yang memungkinkan aku untuk mengurangi ketergantungan terhadap ART ini. #kode

Jadi, kesimpulannya: tulisan ini adalah pembenaran?! Iya emang :p Tapi sekaligus juga menghibur diri kenapa sampai sekarang masih terus juga harus ngalamin drama ART. Menguatkan diri, mengingatkan kembali kenapa ambil keputusan pake ART. Membagi kepeningan kepada pembaca bahwa ini lhooo… salah satu hal yang sering bikin aku pusing mikirinnya. Huehehe… ūüėÄ

Lagu Tema LDR

Sudah lama aku menyukai lagu berjudul “four seasons” yang ada di file ost Inu Yasha ini. Aku menyukai musiknya yang lembut dan punya cengkok! Tumben lhoo… lagu j-pop ada cengkoknya. Namun hingga kemarin aku tidak berusaha mencari tahu arti liriknya. Barusan gara-gara jalan ke mesin foto kopi sambil “nggremening” menyanyikan nadanya, aku jadi nyari tahu lirik dan translation-nya. Wew! ternyata liriknya sweet banget buat yang lagi menjalani LDR. Yang nyanyi juga namie amuro, salah satu ratu j-pop yang pernah kutahu (aku bukan fansnya sih, jadi ga apal suaranya). Ayo yang lagi LDR, monggo dicari mp3-nya. Keren lho lagunya!!

Four scene of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scene of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scene of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scene of love and laughter
I will be okay

Aishi aeba wakare yuku
Sonna deai kurikaeshita
Kioku fukaku tesaguride
Amai kage wo motomete wa

I can taste the sweetness of the past
Dokonimo anata wa inai kedo
I’ll¬†be¬†alright
Me wo tsubureba soko ni
Kawaranai¬†ai¬†wo…¬†…I¬†believe

Haru no hikari atsumetara hana sakasete
Natsu wa tsuki ukabu umi de mitsumete
Aki no kaze fuyu no yuki mo sono toiki de
Atatamete hoshii
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…¬†…mou¬†ichidou

Negai dake no yakusoku wa
Toki ga tateba iroaseru
Can you feel me underneath the skin?
Annani kasaneta omoi nara
We’ll¬†be¬†alright
Shinjite ireba sou
Donna¬†toukutemo…¬†…stay¬†with¬†me

Haru no hana nemuru yoru ni mukae ni kite
Natsu no sunahama ni MESSEEJI nokoshite
Aki no ame fuyu no namida kazaranu aide
Atatamete hoshii
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…¬†¬†…¬†yume¬†no¬†naka

Nagareru toki wo kokoro ni ari no mama ni
Futari no hibi wa mou sugu omoide
Ai mo yume mo wasure mono itsu no hi demo
Atatamete hoshii
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…¬†…¬†mune¬†no¬†oku

* Four scene, four four seasons
Four¬†scene,¬†I’ll¬†be¬†alright
Four scene, four four seasons
Four¬†scene,¬†stay¬†with¬†me…

* Repeat four times

English translation

Four scenes of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scenes of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scenes of love and laughter
I’ll¬†be¬†alright¬†being¬†alone
Four scenes of love and laughter
I will be okay

Loving and then parting,
I’ve¬†experienced¬†that¬†sort¬†of¬†meeting¬†many¬†times¬†over
Fumbling about deep in my memories
I sought out that sweet shadow

I can taste the sweetness of the past
though¬†you’re¬†not¬†here¬†anymore,
but¬†I’ll¬†be¬†alright
Whenever I close my eyes, right there
I¬†can¬†see¬†my¬†unchangeable¬†love…I¬†believe

Make flowers bloom with the light of spring,
In summer, look at me in the sea where the moon is reflected
The autumn wind and the winter snow,
I want you to warm them with your sighs
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…once¬†again

The promise of our only and one desire
fades away as time goes by
Can you feel me underneath the skin?
As long as we share the same feelings,
we’ll¬†be¬†alright.
That’s¬†right,¬†as¬†long¬†as¬†I¬†believe,
no¬†matter¬†how¬†far¬†apart,¬†you’ll¬†stay¬†with¬†me

In spring, come to see me on the night flowers sleep
In summer, leave me a message on the sandy beach
Autumn rain and winter tears,
I want you to warm them with your sincere love
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…in¬†my¬†dreams

I place the passing time in my heart as it is.
Our days together will soon become a memory
Love,¬†dreams¬†and¬†what¬†we’ve¬†forgotten,
I want you to warm them whenever you can
Four¬†seasons¬†with¬†your¬†love…¬†deep¬†inside¬†my¬†heart

*Four secenes, four four seasons
Four¬†secenes,¬†I’ll¬†be¬†alright
Four scenes, four four seasons
Four¬†scenes,¬†stay¬†with¬†me…

*X4 times

Ah, jadi inget masa 2,5 tahun kebersamaan bersama mz nug. Zettai ni, mou ichido hoshii… Ah, tapi kan hanya sementara aja kan ya?! Ntar insyaallah juga bakal nyampur lagi. ūüôā

Lyric and translation by http://www.animelyrics.com

Surat Untuk Kenshin

Hai Kenshin, bagaimana kabarmu?!

Tentu sudah berbilang tahun aku tidak menulis surat lagi padamu. Entah kenapa malam ini aku teringat dirimu. Dan tiba-tiba yang kubutuhkan hanya selembar kertas dan sebuah pena. Maka disinilah aku, duduk dan menuliskan ini semua.

Kau ingat Kenshin, sehari sebelum episode terakhirmu? Aku menangis semalaman menyadari bahwa perpisahan itu sudah di depan mata. Tapi esok harinya, mataku kering tanpa bersisa apa-apa. Aku ingat, aku menghadapinya dengan gagah. Aku sadar, setiap pertemuan pasti berakhir dengan perpisahan. Begitu juga pertemuanku denganmu. Yang bila sudah saatnya untuk berakhir, aku harus menerima bahwa memang akan berakhir.

Tapi kali ini situasinya berbeda. Aku tidak siap dan tidak bisa segagah dulu. Apa karena kali ini cintaku lebih nyata daripada cinta semuku padamu? Entahlah.

Kau tahu Kenshin, saat kau pergi ke Kyoto, apa yang terjadi pada Kaoru? Walau kau lihat dia sebagai gadis yang kuat, pada dasarnya dia hanyalah gadis 17 tahun biasa. Jika zaman sekarang, tentu dia sudah menulis status galau di berbagai jejaring sosial. Tapi tidak dengan Kaoru saat itu. Dia merana. Dan aku pun sekarang merasakan hal yang sama. Walau usiaku sudah 27, hatiku terhenti di usia 17.

Aku tahu yang dibutuhkan sekarang hanyalah kedewasaan. Cukup satu kedewasaan maka aku akan siap untuk semua. Tapi nyatanya aku tak punya. Apa kau pikir kedewasaan bisa tumbuh dalam semalam?

Aku masih Kaoru Kamiya walau sebentar lagi akan menjadi Kaoru Himura. Kau telah memintanya untuk tinggal dan ia menurut untuk bertahan. Aku pun akan bertahan walau entah apakah aku akan menjadi sepertinya, setiap hari pergi ke pelabuhan mengharap kedatanganmu. Aku tidak tahu kapan masa kadaluarsa dari sebuah kemeranaan.

Sudahlah Kenshin, sudah lama aku tak meracau padamu. Doakan agar aku baik-baik saja. Agar aku sekuat Kaoru, setangguh Tomoe, dan semandiri Megumi. Salam untuk semua orang yang ada di sana.

 -hikari-

 

NB: Ditulis di suatu malam yang menggelisahkan, pada sebalik kertas bekas undangan pertemuan RT. Alhamdulillah, ternyata aku masih diberi waktu untuk untuk menumbuhkan kedewasaan itu. Semoga nanti saat waktu itu tiba, aku telah siap untuk semua. Bismillah…

Postingan Sebelum Pulang

Ini adalah postingan sebelum pulang (dan mungkin sebelum hiatus untuk 3 bulan ke depan) karena insyaallah mulai besok aku cuti dan insyaallah hari Kamis sudah akan meluncur ke Malang. Ya, aku memutuskan untuk melahirkan di Malang saja. Persiapan?! Nol persen. Belum packing, belum nyari rumah sakit, belum apa-apa… Lalu teringat blog yang kosong selama sebulan terakhir. Jadi kuputuskan yang kulakukan pertama adalah mencorat-coret dinding blog ini dengan rekapan apa-apa yang bisa kutulis sebelum (mungkin) aku tidak bisa posting selama di Malang. ūüėÄ

 

Tentang dedek

Hari ini tepat masuk hitungan 36w. Semalam priksa ke RSIA Tambak. Sayangnya dokter Onni sudah menunjuk dokter lain untuk menggantikannya dikarenakan kesibukan beliau melanjutkan studi. Ya sudah deh, sama dokter Ika aja.

Hasil USG dedek menunjukkan kalo dedek baik-baik saja. Alhamdullillah. Semua lingkar kepala, lingkar perut, dan panjang paha berada di kisaran persentil 20-an. BB 2,234kg (kalo ga salah inget, soalnya ini lagi ga bawa hasil USG-nya). Kata dokter Ika itu normal, ga kecil ga besar. Padahal kalo aku lihat di web, harusnya 36w itu 2,3-2,5kg. Padahal ga ada kelainan pada plasenta. Apa dedek nahan makan karena aku suka bilang jangan ngrepotin Ummi, ya?! (yah, kekhawatiran akan proses persalinan pasti ada kan?!) Huhuhu…dedek makan yang banyak ya… Nanti Ummi latihan senam kegel aja ma jalan pagi tiap hari. Yang penting dedek sehat… T-T

Sudah dapat 1 nama kalo dedek lahir cewek. Tapi belum nemu ide kalo sampai dedek lahir cowok. Ternyata nyari nama cowok lebih susah daripada nyari nama cewek!
Baca lebih lanjut