Tahniah!

Hari Sabtu kemarin, saat itu aku baru bangun tidur siang. Begitu nongkrong di depan tv, aku langsung request ke mz nug yang sedang pegang remote: Oprah donk… Channel pun berpindah ke metro tv. Dasar pelupa, tentu saja Oprah belum tayang wong jam baru menunjukkan pukul setengah satu. Metro tv sedang menayangkan sebuah liputan tentang komik lokal. Aku segera tertarik waktu lihat sekelebat gambar yang sangat aku kenal. 5 Menit Sebelum Tayang! Wah, 5MST dibahas di metro. Ada apakah gerangan?!

gambar dari makko

Setelah memelototi tayangan sampai habis, barulah aku paham. 5MST dapat penghargaan! Saking terharunya, aku sampai berkaca-kaca. Bagaimana tidak?! Komik Indonesia dapat penghargaan internasional! Aku sampe nerocos ke mz nug njelasin ini itu tentang komik ini. Tentang Makko. Tentang komik-komik Indonesia. Sayang sih, karena terlambat nonton, aku ga terlalu ngeh penghargaan apakah yang dimaksud. Intinya dapat penghargaan internasional aja, aku udah ikut bangga bukan main!

Karena masih penasaran, maka hari Senin pagi aku langsung browsing mencari kepastian berita dimaksud. Hasil pencarian mbah google di peringkat atas membawaku ke halaman berita kompas ini dan juga laman berita yang lain ini. Ternyata, 5MST meraih Silver Award dalam International Manga Awards. Uwwooooww!!! Tambah joget-joget koprol. Walau dapatnya silver, tetep aja keren kan?! Selamat buat Muhammad Fathanatul Haq dan Ockto Baringbing. Honto ni sugooooiii desu neee

Lanjut, aku pun meluncur ke Makko dan membaca habis kisah petualangan 2 orang pencipta 5MST ini selama diundang ke Jepang. Mupeeeng banget lihat rute perjalanannya. Ngubek-ngubek Kyoto, menjelajahi museum-museum anime terkenal, dan bertemu sensei-sensei para master komik. Hyaa… pingin ngikut! *ga-mungkin

Buat yang pingin membaca kisah lengkap komik 5MST, monggo berkunjung ke sini. Tapi daftar jadi anggota dulu biar bisa baca lengkap semua halamannya.

BTW, Matto, si ilustrator 5MST ternyata (kayane) ikhwan banget. Cakep dan kalem pula! Jadi diam-diam ngefans… Hihihi *berdoa-semoga-tulisan-ini-tidak-dibaca-suami :mrgreen: Dan ternyata, Ockto, sang penulis cerita 5MST, ngefans berat sama Urasawa Naoki dengan 20th Century Boys-nya. Hyaaa, pantesan waktu baca 5MST, aura Urasawa Naoki-nya dapet banget! :p

 

PS: judul tulisan ini pake kata “tahniah”, maksude bahkan negara tetangga pun ngasih selamat gitu *ga-penting

Hidup Komik Indonesia!

Sekitar tiga minggu lalu aku kena racun. Berawal dari baca postingan Lilis di sini, aku masuk ke satu link yang tercantum di sana dan… inilah dia racun yang membuatku lupa waktu selama beberapa saat: MAKKO. Dunia perkomikan Indonesia. Maka selamat tinggal tumpukan kerjaan… (kemudian panik karena jadwal penilai belum pada fixed)

Kesanku: Subhanallah! Keren-keren banget!! Rasanya sudah lama sekali aku tidak membaca komik. Err.. komiknya Beni Mice dan komik-komik dari novel (5 cm, kambing jantan) tidak termasuk ya. Maksudku komik yang beneran punya cerita sendiri dan beralur cukup panjang. Hampir 4 tahun tidak membaca komik semacam itu. Luar biasa mengingat dulu aku sempat bela-belain jadi penjaga persewaan komik demi tujuan tidak mulia semacam “dapat membaca komik-komik baru secara gratis”. 🙂

Dalam tulisannya Lilis cerita bahwa di pameran tersebut dia sempat membeli Mantra karya Azisa Noor. Di Makko juga ada Mantra. Tapi sekilas baca kok aku pusing dengan model gambarnya. Akhirnya kuputuskan untuk membaca “Kentang” terlebih dahulu.

Komik yang ceria. Ga nyangka kehidupan SMK bisa tampil begitu menarik. Andai Diknas tahu, mungkin komik ini bisa dijadikan salah satu media promosi SMK (kan lagi gencar tuh). Dengan gaya penceritaan yang ringan, terus terang komik ini sangat mengingatkanku pada Miiko. Miiko yang sedikit gendut tapi ceria dan baik hati. Tokoh Pandu pun mirip dengan Teppei: pendiam dan diam-diam tertarik pada si Kentang. Hubungan mereka pun mirip dengan jalan cerita Miiko. Pertemuan-pertemuan tidak terduga. Kebersamaa-kebersamaan tidak terduga. Walaupun masih belum lepas dari bayang-bayang manga, aku suka banget cara komikusnya menempatkan panel-panel. Bersih dan sekali lagi: menarik. 🙂

Satu yang sedikit menggangguku adalah pemilihan nama Kentang. Aneeehh… Kalo di Jepang sih nama dari buah atau sayur mungkin biasa kali ya.. Mikan (jeruk), Ichigo (strawberry), Kakaroto (wortel, nama lain Sungoku). Tapi Kentang?! Hmm…

Setelah ketawa-ketiwi dengan Kentang, aku meneruskan membaca komik selanjutnya yang kupikir adalah komik pertarungan seserius Samurai Deeper Kyo: Raibarong.

Dan aku salah! Raibarong lebih mengingatkanku pada Flame of Recca. Dengan senjata api yang keluar dari tangan, bola-bola api yang bisa ditembakkan, juga seringai mirip Kurei. Memang sih sekilas tokoh antagonisnya mengingatkanku pada si cakep Yukimura Sanada, sama-sama hobi flirting juga. Tapi yang membuatku menobatkan komik ini sebagai komik terfavorit diantara komik-komik Makko lainnya adalah: gaya ceritanya lucu banget! Awalnya sih aku merasa guyonannya garing. Tapi kok kesini-sini aku malah jadi ngefans sama Alex Irzaqi. Ayo mas… teruslah berkarya! *kibarinpom-pom

Lanjut ke komik berikutnya. Masa-masa di STAN selera komikku bergerak ke arah komik-komik dengan genre dewasa. Bukan karena pornografi, tapi karena untuk mengerti ceritanya butuh mikir. Komik-komik semacam Say Hello to Black Jack dan 20th Century Boys selalu kutunggu-tunggu terbitnya. Nah, “5 Menit Sebelum Tayang” ini menyuguhkan alur cerita seperti Black Jack: kisah seorang yang biasa saja, bukan pahlawan, dengan kesehariannya yang juga biasa saja. Konflik berputar di sekitar pemikiran sang tokoh, juga ketegangan-ketegangan kecil di sekelilingnya. Aku suka…

Setelah bersenang-senang dan merefresh ingatan dengan komik-komik yang masih berciri manga, mari memberanikan diri membaca komik yang seperti lukisan ini: Mantra.

Entah apa yang membuatku merasa pusing membaca Mantra. Mungkin karena teknik pewarnaannya yang seperti memakai cat air. Ceritanya juga kurasa “nanggung”. Tapi komik ini tetap patut diacungi jempol mengingat gaya-nya yang hampir bebas dari ciri manga.

Berlanjut ke “serial cantik”: Hearts. Komik ini kuat di gambar (tekniknya bagus, goresannya halus dan rapi) tapi tidak di alur cerita. Padahal sebenarnya ide ceritanya cukup unik dan mencoba memberikan pandangan baru bahwa “jadi girlband itu susah lho!”. Tapi ya gitu, intriknya terasa biasa saja, alurnya kurang greget, dan endingnya walau sudah mencoba menghadirkan kejutan, ternyata malah membuatku menepuk jidat. Ah, gapapa deh. Paling nggak sudah puas mantengin cewek-cewek cakep di tiap covernya. :p

Komik terakhir yang kubaca: Knight of Apocalypse. Aku cukup kagum dengan imajinasinya akan masa depan, walau sebenarnya sudah cukup banyak ya komik/cerita tentang masa seperti itu.

Ada juga komik lepas berjudul “Barong dan Putri Bunga” yang membuatku ingat komik-komik tentang hewan peliharaan. Lucu banget melihat detail gerakan si barong. Komik lepas lainnya berjudul “Komik Spesial” merupakan satu episode tentang perayaan 1 tahun Makko. Ditulis oleh semua penulis komik yang mengisi Makko dan menghadirkan semua tokoh yang ada, tetaaapp yaaa… favoritku ya si Raibarong. Ihh… kamu kok nggemesin banget seh…

*pukul pake palu

*gapapa kan dia boneka, kuat lagi

*dibakar pake Kresna

*udah ah, balik kerja sono!