Tautan

Ada pada beberapa orang, ketika pertama bertemu, hati ini seketika bertaut, entah oleh rasa apa.

Juga ada pada beberapa, seiring dengan berjalannya masa, membangun tautan dari yang tak kasat mata hingga menjulang mengangkasa.

Namun sayang ada pada beberapa pula, sejak pertama jumpa, bahkan telah melewati berpuluh waktu, tak kunjung dapat menemu titik temu.

Maka untuk yang terakhir, tak perlulah memaksakan diri. Tautan yang dipaksa hanya akan menyakiti.  Tak perlulah bermain hati. Dia akan tahu kemana seharusnya dia berlabuh.

 

 

(lama ga bikin tulisan kaya gini, jadi kaku banget… ah, saya sudah menjadi terlalu teknis)

 

Nur, kyo wa…

Hari ini sibuk sekali, sedari pagi harus memandang angka-angka di layar komputer.

Terdengar sayup guntur di kejauhan. Aku sengaja membuka tirai jendela lebar-lebar (menuai protes dari beberapa orang). Akhir-akhir ini Jakarta selalu dirundung mendung. Langit abu-abu membuat perasaanku ikut kelabu. Ditambah pekerjaan yang tak habis-habis ini…

Kuputar winamp (pelan sekali, biar tak mengganggu orang lain), maka mengalunlah lagu-lagu sendu J-pop era awal 2000-an dan 1990-an akhir. Aku sedikit terhibur. Mencoba membentengi diri dari hawa negatif di sekitarku. Entah kenapa, hari ini banyak orang protes, mengeluh, berbicara dalam nada tinggi… menyakitkan sekali di telinga. Sementara diriku sendiri yang sedari dulu mudah sekali marah dan negative thinking ini, mudah pula menyerap hawa negatif seperti itu. Ditambah dingin hawa, langit kelabu, semua terasa semakin menyesakkan.

(kok jadi kaya ngisi diary gini ya??)

NB: Mungkin bakalan lama ga posting di blog ini T-T