Kami Pun Berhak Hidup Layak

Teringat pembicaraan hari Ahad lalu:

Mbak2 (Mb2): Suami kerja dimana?

Nur (N): Hmm…pajak mbak… (ragu mau njawab jujur)

Mb2: Wah, enak ya…basah donk…

N: Ehehehe… (nyengir) kebanjiran donk mbak…

Dan kemudian adegan yang sama akan selalu berulang: menjelaskan bla bla bla tentang tempat kerja suami, bahwa tidak semua orang pajak seperti Gayus, bahwa DJP masih terus berbenah, mohon agar memaafkan apa yang sudah terlanjur terjadi, dan seterusnya, dan seterusnya…

Lama-lama rasanya capek juga, harus melakukan pembelaan di depan orang yang baru dikenal.


Baca lebih lanjut