Niat

Kemarin ada bagian dari buku Kado Pernikahan Untuk Istriku yang cukup menarik perhatianku:

Apakah anda berhias untuk suami, atau untuk dipandang orang di majelis, atau hanya sekedar memang anda gemar berhias, hanya anda sendiri yang bisa menjawab.

Ehehehe… menohok nih.

OOT dulu. Tentang berhias. Dulu aku sempet bingung. Berhias buat suami itu kaya apa sih? Lha kalo pas malam kan waktunya tidur, waktunya semua riasan dihapus. Malah waktunya oles-oles krim malam kan? *ketahuan udah emak-emak Masak malam-malam disuruh dandan? Ribetnya… Namun setelah baca, ealaaaahh… ternyata berhias buat suami itu cukup pakai pakaian yang pantas (lingerie juga “pantas” kan ya?*genit) -intine jangan daster belel sobek-sobek masih dipakai- dan memakai wangi-wangian/parfum. Pas baca ini aku asli lho ber-oooo panjang. Emang ya, harus terus dan ga boleh berhenti belajar.😛

OK. Back to topic. Tentang niat. Niat ini emang fatal banget kok. Dalam Islam, segala ibadah didahului dengan niat. Saking tingginya niat, bahkan niat berbuat kebaikan saja sudah diganjar pahala. Susahnya, beda dengan ibadah yang kelihatan bentuknya, soal niat ini abstrak banget. Cuma kita sendiri dan Alloh yang tahu. Ini nulis gini soale keinget baru kemarin ikutan seminar kesehatan dengan niat sangat remeh: pingin dapet makan siang dan goddie bag *tutup muka Jadinya apa? Ya jadinya ilmunya ga ada yang nyantol😛

Salah satu hal yang kusesali selain yang sudah kutulis di sini adalah gelar sarjanaku. Jujur, waktu kuliah S1 itu niatku beneran cuma ngarep ijazah. Akibatnya? Sama dengan kasus seminar tadi, ga ada ilmunya yang nyantol blas. Jadi walau titelku S1 jurusan akuntansi, aku beneran buta akuntansi. #confession Masih melekatan ilmu kebendaharaan negara yang kupelajari dulu walau sekarang juga sudah banyak yang hilang. Yah, untungnya berkat kuliah S1 itu aku ketemu abi. Jadi kuliahnya ga sia-sia amatlah😛 (ga dapet ilmu tapi dapet suami :-D)

Jadi teman, aku mohon, luruskanlah niatmu. Kemarin aku baru tahu bahwa beberapa orang ternyata masuk PNS cuma demi kuliah gratisnya. Mereka berencana kabur setelah mendapat ijazah dan gelar. Yah, mungkin praktek ini sudah biasa ya di swasta? Tapi ingatkah njenengan kalo uang yang dipakai buat mbayari sekolah njenengan adalah uang rakyat? Kalo uang perusahaan sih saya ga urusan. Atau paling ga berbesar hatilah untuk membayar ganti rugi (sepertiku😛 *somboongg…) walau sebenarnya itu tidak akan bisa menutup pengeluaran negara yang sudah dihabiskan untuk membiayaimu. Apalagi kalo niat ambil beasiswa demi mendapat selisih uang saku yang nantinya bisa buat “modal”. Aduuuhh… masih banyak cara lain buat berinvestasi deh! Cukuplah saya saja yang menyesali kehidupan perkuliahan saya yang sia-sia. Jangan sampai njenengan nanti kaya saya: gelar ada ilmu tiada.

12 thoughts on “Niat

  1. hal cari beasiswa – dapat – kabur sepertinya lumayan ada disini, parahnya begitu kabur ambil posisi di pihak sebagai lawan negara :))

    kerugiannya banyak loh, beasiswa=duit negara truz jadi ‘musuh’ negara, belum lagi rugi waktu dan SDM, mestinya kan bisa diisi oleh orang lain yg niat memberikan kontribusi positif buat negara ya, bukan yg udh punya niat buruk :))

    aku pun ingin bisa dapet beasiswa nur, tapi penyesuaian 3a aja aku sulit #mengandungcurcol hahahaha :))

  2. nambahi..aku pun niat kuliah S1 biar bisa cepet, biar bisa lekas penyesuaian, namun ternyata kenyataan tak seindah angan #mengandungcurcol juga hahaha

    tau gitu aku kuliah di UI aja, pasti juga bisa dapet bagus IP nya #guayaaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s