Tentang Sepotong Red Velvet Cake

Sejak kue yang bernama red velvet itu famous di kalangan ibu-ibu, sejak itulah aku penasaran. Apalagi sejak mbak Indah berbagi cerita bahwa red velvet harvest itu tanpa rhum dan insyaallah halal, aku jadi tambah mupeng sehingga tercetuslah permintaan ke pak suami: aku mau hadiah ultah 27 tahun nanti satu slice red velvet cake harvest.

Ternyata, tepat tanggal 24 Agustus, tercipta kondisi seperti ini: mbak prih belum balik dan giliran mz nug cuti buat menjaga nindy. So, ga bisa donk dia pergi ke Kelapa Gading buat beli hadiah “kecil” yang kumau. Maka mengharubirulah aku di hari ultahku. Hadiah “murah” yang kuharapkan, cuma IDR 25 ribu, gagal terkabulkan.

Hari Minggu (26/08/2012), sekitar pukul 9 mbak prih tiba di rumah (alhamdulillah, terimakasih ya Allah, mohon jagalah tali perjodohan kami ini). Karena sudah berjanji ke diri sendiri untuk menyelesaikan setrikaan agar mbak prih ga kecapekan, sepanjang pagi sampai siang aku berkutat dengan cucian dan setrikaan. Capek, sekitar pukul 2 siang aku minta mbak prih ngelonin nindy di kamar atas karena aku mau tidur siang sebentar. Sebelum tidur, aku lihat mz nug siap-siap pergi. Aku tanya mau kemana, mz nug menolak untuk menjawab. Aku pikir mungkin urusan-yang-biasanya yang aku tidak boleh perlu ikut campur. Tapi aku heran karena mz nug pakai jaket, tandanya mau pergi agak jauh. Sedangkan biasanya kalo untuk urusan-itu, karena perginya deket, mz nug cuma pake kaos tanpa jaket. Meskipun penasaran, aku tidak mau usil lebih jauh.

Pukul 3 tepat ketika aku bangun, mz nug masuk ke kamar dengan membawa tentengan. Plastik dari harvest! Dengan kotak ukuran sedang yang berisi 2 slice red velvet cake dan 2 slice rainbow cheese cake! Waaaaa…. Seneng banget. Melihatnya kaya lihat barang super mewah.

(Maaf ga ada photo, kuenya keburu dimakan :D)

Pendapat: Aku pikir red velvet cake itu pake cheese cream. Dan bayanganku cheese cream itu ya kaya cream di cake pada umumnya, lembek, surga lemak. Ternyata untuk RVC yang kumakan kemaren, cheese-nya mirip cheese cakenya breadtalk: padat dan keju banget (maafkeun referensi saya yang minim). Sedang bagian rotinya memang istimewa banget. Aku ga kebayang gimana bikinnya.

Lagi asyik-asyiknya menikmati RVC di kamar yang tertutup, tiba-tiba pintu kamar diketuk dan masuklah nindy dititah mbak prih. Hua… tahu aja kalo umminya lagi makan enak sendirian. Akhirnya kue-kue itu menjadi bancakan kami bertiga sehingga berakhir dengan kerusuhan seperti ini:

Nindy suka RVC! Like mother like daughter. Hahaha.

Walau aku agak takut dengan tingginya kadar gula RVC, aku harap khasiat murni buah bit dan kandungan kejunya cukup baik buat nindy. Lagian paling juga seumur hidup bakalan sekali ini doank makannya. Hehehe.

Oiya, sila cek web-nya harvest, dan mari ngiler sama-sama… :d

Iklan

3 thoughts on “Tentang Sepotong Red Velvet Cake

  1. Ping-balik: Catatan Berkebun (2): Keranjingan dan Home Alone | Cahaya Rembulan Usai Hari Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s