Feeds:
Tulisan
Komentar

Ayah

Dalam ingatanku, lagu yang pertama kali bisa kunyanyikan adalah sebuah lagu berjudul “kucingku telu” (kucingku tiga ekor)

Kucingku telu kabeh lemu-lemu (kucingku tiga ekor, semua gemuk-gemuk)
Sing siji ireng, sing loro klawu (yang satu berwarna hitam, yang dua warnanya abu-abu)
Meang meong tak pakani lonthong (meong meong, mereka kukasih makan lontong)
Atiku seneng, adhiku ndomblong (aku gembira sedang adikku cuma bengong)

Lagu itu yang mengajarkan tentu bukan bu guru. Karena aku ingat menyanyikannya pada sekitar umur 3 atau 4 tahun. Mungkin sebelumnya aku sudah bisa menyanyikan “balonku ada lima” atau “topi saya bundar”, tapi entah kenapa, lagu ini yang paling terkenang.

Ayahku lah yang mengajariku lagu itu.
Lanjut Baca »

Ada Bunkasai di STAN

Aku dengar kabar itu dari forum komunitas penggemar Laruku (yang kuikuti tanpa pernah aktif di dalamnya). Harinya jatuh di hari Minggu, tanggal 31 Januari 2010 kemarin. Karena belum pernah ke bunkasai (festival Jepang) sebelumnya, dan kebetulan ada beberapa hal yang harus diurus di Bintaro, maka aku nekat pergi sendirian dengan membolos tahsin (astaghfirullah, maafkan aku ya Allah, sudah menuruti nafsuku)
Lanjut Baca »

Sayonara no Uta

Suatu siang, aku sedang berjalan sendirian menaiki tangga menuju lantai dua, tempat dimana kelas ekskul bahasa Jepang berada. Tidak biasanya, sekolah terasa lebih sepi. Di ujung tangga, sebelum ruang-ruang kelas, adalah ruang serba guna yang hanya sesekali dipakai. Begitu aku sampai di depan pintunya, tiba-tiba dari dalam, terdengar denting piano.

Bukan, ini bukan kisah misteri. Di ruang itu memang ada sebuah piano tua yang jarang dipakai. Aku tahu beberapa tutsnya sudah rusak. Maka aku heran, ada orang yang bisa menggunakan piano itu. Aku tak curiga itu hantu karena siang-siang, walau sekolahku terkenal angker. Yang jelas, langkahku langsung tertahan. Aku terpaku, terhanyut oleh alunan suara piano itu.

Moonlight sonata, dari Beethoven.

Lanjut Baca »

Boku no Imoto

Pernah liat orang ini?!

Kalo saya, pertama kali liat orang itu sebagai ini:

Kamen Rider Kuuga

Lanjut Baca »

Perempuan dalam Sepi

Ada yang menarik waktu Dharmawanita Organta melakukan kegiatan “wisata rohani” hari Jumat kemarin. Hari itu, seluruh pegawai wanita Organta beserta pensiunan dan istri pegawai pergi ke Masjid Kubah Emas di Depok. Terhitung sekitar 25 orang “cabut” dari kantor. Dan jadilah Biro Organta sehari itu menjadi “Negeri Lelaki”.

Begitu kami pulang (itu sekitar pukul 3 sore), kami “disambut” dengan berbagai protes (ck, padahal udah dibawain kue :p). Ada yang ngomong secara langsung, ada yang menuliskannya di komen fb. Intinya sih mereka kesal, “Seharusnya ada Dharmapria. Biar kalian ngerasain gimana sepinya kantor!”.

Hohoho, baru ditinggal setengah hari kalian sudah merindukan kami?! ;)

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »